BNPB: Banjir Melanda 3 Provinsi, Ribuan Rumah Terendam dan Warga Mengungsi

May 19, 2026 - 15:40
 0  4
BNPB: Banjir Melanda 3 Provinsi, Ribuan Rumah Terendam dan Warga Mengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hujan deras dengan intensitas tinggi selama 24 jam terakhir telah memicu bencana banjir di tiga provinsi di Indonesia, yaitu Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Banjir ini telah menyebabkan ribuan rumah dan fasilitas publik terendam serta memaksa sebagian warga untuk mengungsi demi keselamatan mereka.

Ad
Ad

Banjir di Sulawesi Tengah: Dampak di Parigi Moutong

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa bencana banjir melanda Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Senin, 18 Mei 2026. Banjir ini berdampak langsung pada 66 warga dan merendam 66 unit rumah, serta beberapa fasilitas penting seperti satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum.

Situasi Banjir di Kalimantan Selatan: Kerusakan Meluas di Dua Kabupaten

Di Kalimantan Selatan, banjir melanda dua wilayah utama, yakni Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di Kabupaten Tapin, sebanyak 55 rumah di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, terendam dan mempengaruhi 589 jiwa. Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, luapan air merendam tiga kecamatan dengan dampak yang jauh lebih luas.

  • 2.489 rumah warga terdampak banjir
  • 12 fasilitas ibadah dan 13 fasilitas pendidikan terendam
  • 15 gedung perkantoran juga mengalami kerusakan

Tinggi muka air di daerah ini berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter, menandakan banjir dengan dampak yang serius bagi aktivitas masyarakat setempat. Foto-foto kondisi banjir di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Tengah menunjukkan luapan air yang meluas dan kerusakan signifikan pada infrastruktur.

Banjir di Jawa Barat: Kondisi Terparah di Kabupaten Cirebon

Pada Pulau Jawa, banjir paling parah terjadi di Kabupaten Cirebon akibat meluapnya air sungai ke permukiman warga di empat kecamatan. Akibatnya, sebanyak 1.363 rumah terendam dan berdampak pada 5.139 jiwa. Sebanyak 30 warga bahkan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Meski kondisi banjir di Parigi Moutong dan Cirebon sudah mulai berangsur surut, petugas BPBD di kedua daerah tersebut tetap siaga melakukan penanganan darurat, kaji cepat, dan evakuasi warga ke tempat aman jika diperlukan.

Imbauan BNPB dan Upaya Kesiapsiagaan

Menyikapi masih tingginya curah hujan dan potensi banjir yang berkelanjutan, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai diminta untuk:

  • Rutin memantau ketinggian muka air sungai
  • Segera melakukan evakuasi mandiri ke jalur yang aman jika hujan deras terjadi dalam durasi lama
  • Memahami jalur evakuasi yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," ujar Abdul Muhari.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir di tiga provinsi ini menunjukkan pola peningkatan risiko bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan tata kelola lingkungan yang masih belum optimal. Dampak banjir yang luas pada rumah warga dan fasilitas umum tidak hanya menimbulkan kerugian materi tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama di daerah yang infrastruktur penanggulangannya belum memadai.

Selain itu, penting untuk dicermati kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana ini. Imbauan BNPB agar warga melakukan evakuasi mandiri adalah langkah tepat, namun implementasinya perlu didukung dengan edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif, terutama bagi daerah rawan banjir yang kerap kali kurang mendapat perhatian. Infrastruktur pengendalian banjir seperti tanggul dan sistem drainase juga harus menjadi fokus perbaikan jangka panjang.

Ke depan, pemerintah dan masyarakat harus mengantisipasi serta menerapkan strategi adaptasi yang lebih holistik untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi. Pemantauan cuaca dan sistem peringatan dini yang lebih canggih dapat membantu mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan harta benda. Pembaca dapat terus mengikuti perkembangan situasi terkini melalui laporan resmi BNPB dan media terpercaya seperti MetroTV News.

Dengan musim hujan yang masih berlangsung, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad