Napi Nusakambangan Kabur Dipindah ke Sel Pengamanan Supermaksimum

Mar 11, 2026 - 11:59
 0  13
Napi Nusakambangan Kabur Dipindah ke Sel Pengamanan Supermaksimum

Narapidana (napi) Lapas Nirbaya Nusakambangan yang berinisial SN yang nekat mencoba kabur kemarin akhirnya berhasil ditangkap oleh warga di wilayah Desa Kutawaru, Cilacap. Setelah kejadian tersebut, SN kini dipindahkan ke sel dengan pengamanan supermaksimum untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Ad
Ad

Penanganan Napi Kabur dan Pemindahan ke Sel Supermaksimum

Kasi Kamtib Lapas Nirbaya, Bergi Riyadi menjelaskan bahwa napi yang mencoba melarikan diri itu dikembalikan dan dimasukkan ke sel dengan pengamanan ekstra ketat, yaitu sel supermaksimum. Langkah ini diambil sebagai bentuk penanganan terhadap risiko keamanan yang tinggi setelah kejadian kaburnya SN.

"Tahanannya kita kembalikan, masukkan ke sel yang pengamanannya super ekstra kuat, yaitu di supermaksimum," jelas Bergi Riyadi saat dihubungi detikJateng, Selasa (10/3/2026).

Selain pemindahan sel, SN juga dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan hak integrasi, yang meliputi remisi, pembebasan bersyarat (PB), dan cuti bersyarat (CB). Meski begitu, tidak ada penambahan hukuman pidana karena SN tidak melakukan tindak kriminal baru selama pelarian.

"Dia tidak akan mendapatkan hak integrasi, tidak mendapat remisi, tidak bisa mengurus hak integrasinya seperti PB dan CB. Untuk penambahan hukuman tidak ada, karena dia bukan melakukan pengembangan tindak kriminal lainnya," tambah Bergi.

Tantangan Pengamanan dan Evaluasi Personel Lapas Nirbaya

Kepala Pengamanan Lapas Nirbaya, Mukhtar, menyoroti jumlah personel pengamanan yang dinilai sangat kurang dibandingkan jumlah napi yang diawasi. Saat ini, total petugas pengamanan hanya sekitar 37 orang, dengan setiap regu pengamanan (Rupam) berjumlah 4 orang mengawasi 243 napi.

"Setiap Rupam (regu pengamanan) itu sekarang jumlahnya hanya 4 orang. 4 orang itu mengampu narapidana 243. Jadi kalau lihat dari situ, memang sangat-sangat jauh dari ideal," ungkap Mukhtar.

Mukhtar menambahkan bahwa idealnya untuk lapas dengan kelas minimum security, setiap petugas mengawasi maksimal 5 napi. Oleh karena itu, pihaknya sangat membutuhkan tambahan tenaga pengamanan untuk menutup kekurangan yang ada.

"Kalau lapas yang kelas minimum security, mestinya satu petugas itu (mengampu) 5 orang. Makanya kami sangat butuh tenaga untuk menutup kekurangan itu," tuturnya.

Fokus Pembinaan di Lapas Nirbaya

Lapas Nirbaya dikenal sebagai lapas yang berfokus pada pembinaan napi agar memiliki keterampilan yang berguna setelah bebas. Kegiatan pembinaan meliputi produksi tepung mokaf, pembuatan es krim, konveksi, pupuk, hingga pertanian yang melibatkan puluhan warga binaan.

Menurut Mukhtar, kegiatan tersebut bertujuan agar narapidana memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat membantu mereka beradaptasi kembali ke masyarakat setelah masa tahanan.

Kronologi Kaburnya Napi SN dari Nusakambangan

Peristiwa kaburnya SN terjadi pada Senin (9/3) sekitar pukul 19.30 WIB, saat warga sedang menjalankan ibadah tarawih. SN melarikan diri dengan menyeberang dari Pulau Nusakambangan menuju wilayah Dusun Ciperet, Kelurahan Kutawaru, melalui jalur laut menggunakan perahu nelayan.

"Sekitar jam 19.30 WIB, waktu warga sedang tarawih," ujar Wari, warga RT 05 RW 02 Kelurahan Kutawaru, yang menjadi saksi peristiwa tersebut.

SN berhasil ditangkap oleh warga sekitar pada keesokan harinya di wilayah Desa Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah. Penangkapan ini menunjukkan peran aktif masyarakat sekitar dalam membantu pengamanan lapas dan pengawasan napi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pemindahan napi kabur SN ke sel pengamanan supermaksimum adalah langkah penting untuk menjamin keamanan dan mencegah pelarian berikutnya. Namun, kasus ini juga mengungkap adanya kekurangan serius dalam jumlah personel pengamanan yang bertugas di Lapas Nirbaya. Dengan rasio pengawas yang jauh dari ideal, risiko pelarian dan gangguan keamanan tetap tinggi.

Selain itu, pencabutan hak integrasi seperti remisi dan cuti bersyarat bagi napi kabur harus menjadi efek jera yang efektif. Namun, tanpa penambahan hukuman pidana, perlu ada evaluasi lebih lanjut mengenai aspek hukum dan sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ke depan, pemerintah dan pihak lapas harus segera menambah jumlah petugas pengamanan dan memperkuat sistem keamanan fisik. Selain itu, program pembinaan yang sedang berjalan harus terus ditingkatkan agar napi dapat lebih fokus pada rehabilitasi dan mengurangi potensi pelarian.

Kasus ini juga mengingatkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Warga yang sigap dan berperan aktif dalam penangkapan napi kabur adalah aset penting yang perlu terus didukung dan diberdayakan.

Simak terus perkembangan terbaru terkait pengamanan lapas dan kebijakan pembinaan napi untuk memahami bagaimana sistem pemasyarakatan Indonesia menghadapi tantangan keamanan di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad