Pemakaman Ali Khamenei Diperkirakan Dihadiri 20 Juta Orang, Ini Detail Lengkapnya
Otoritas Iran memperkirakan sekitar 20 juta orang akan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang mulai digelar pada Sabtu, 4 Juli 2026. Prosesi ini diproyeksikan menjadi salah satu acara publik terbesar di Iran dalam beberapa dekade terakhir, sekaligus menjadi simbol unjuk kekuatan negara di tengah ketegangan geopolitik.
Rangkaian Pemakaman dan Pengamanan Ketat
Prosesi pemakaman Khamenei akan berlangsung selama enam hari. Jenazah akan disemayamkan hingga Senin sebelum diarak melintasi ibu kota Teheran. Selanjutnya, peti jenazah akan dibawa ke kota suci Qom pada Selasa, dilanjutkan ke sejumlah kota suci Syiah di Irak pada Rabu, dan akhirnya dimakamkan di kampung halamannya, Mashhad, di Iran timur laut, pada Kamis.
Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada usia 86 tahun akibat serangan pada 28 Februari 2026, hari pertama perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang telah berlangsung selama lima pekan.
Seiring dengan besarnya skala acara, pemerintah Iran menerapkan pengamanan sangat ketat. Sejumlah jalan utama ditutup, dan wilayah udara kemungkinan akan ditutup sementara untuk mengantisipasi kerumunan besar dan menjaga keamanan. Ratusan pendukung telah berkumpul sejak Jumat malam di luar kompleks keagamaan Grand Mosalla untuk mengikuti penghormatan terakhir.
"Kami ingin mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada pemimpin kami. Karena itu menunggu seperti ini tidak terasa menyakitkan atau sulit bagi kami," ujar Somayye Hamedi, seorang pelayat, kepada AFP.
Unjuk Kekuatan dan Dimensi Politik Pemakaman
Prosesi ini tidak hanya menjadi momentum duka, tapi juga menjadi panggung unjuk kekuatan Iran, terutama di tengah ketegangan dengan negara-negara Barat dan sekutunya. Kehadiran puluhan juta orang memperlihatkan soliditas dukungan domestik serta pengaruh geopolitik Iran di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, perhatian publik juga tertuju pada Mojtaba Khamenei, anak dan penerus yang telah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran, yang sampai saat ini belum tampil di hadapan publik dan hanya mengeluarkan pernyataan tertulis. Hal ini memicu spekulasi terkait dinamika kekuasaan di dalam rezim Iran pasca wafatnya ayahnya.
Tamu Internasional dan Pejabat Tinggi yang Hadir
Prosesi pemakaman juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan delegasi internasional, menandakan pentingnya posisi Iran di kancah global. Di antaranya adalah:
- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang terlihat menitikkan air mata.
- Kepala Garda Revolusi Iran, Ahmad Vahidi.
- Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
- Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, mewakili Presiden Vladimir Putin.
- Delegasi dari kelompok Hamas, Hizbullah, dan pemerintahan Taliban Afghanistan.
Selain keluarga Khamenei, sejumlah kerabat yang menjadi korban serangan juga akan dimakamkan, termasuk cucu perempuan Khamenei yang masih bayi, menambah suasana haru dan duka dalam prosesi tersebut.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, estimasi kehadiran hingga 20 juta orang dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei jauh melampaui acara-acara publik biasa di Iran, yang menunjukkan bagaimana rezim menggunakan momentum ini untuk menegaskan kekuatan domestik dan pengaruh regionalnya. Dalam konteks konflik yang sedang berlangsung dengan AS dan Israel, acara ini berfungsi sebagai simbol ketahanan dan legitimasi politik yang kuat di mata rakyat dan dunia internasional.
Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei secara langsung di publik menimbulkan berbagai spekulasi tentang stabilitas suksesi kepemimpinan di Iran. Hal ini penting untuk diamati karena pergeseran kekuasaan di tingkat tertinggi bisa mempengaruhi arah kebijakan Iran ke depan, terutama dalam hubungan luar negeri dan keamanan regional.
Ke depan, perhatian global akan tertuju pada bagaimana Iran mengelola ketegangan dengan lawan-lawannya, sekaligus bagaimana pemerintahan baru di bawah pimpinan Mojtaba mempertahankan pengaruhnya di dalam negeri dan luar negeri. Prosesi pemakaman ini menjadi titik awal penting dalam perjalanan politik Iran pasca wafatnya salah satu pemimpin paling berpengaruhnya.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca laporan lengkapnya langsung di CNN Indonesia.
Ikuti terus perkembangan terbaru terkait situasi di Timur Tengah dan dinamika politik Iran untuk memahami dampak jangka panjang bagi stabilitas regional dan global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0