5 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Bisa Meningkatkan Kolesterol Anda

Jul 5, 2026 - 16:30
 0  2
5 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Bisa Meningkatkan Kolesterol Anda

Kolesterol tinggi sering disebut sebagai pembunuh senyap karena gejalanya yang tidak mudah disadari. Kondisi ini dapat memicu risiko penyakit jantung dan stroke dalam jangka panjang. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kadar kolesterol dalam darah adalah pola makan sehari-hari. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang secara diam-diam bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Ad
Ad

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia dan sumber Eating Well, berikut adalah lima makanan dan minuman yang perlu Anda waspadai agar kadar kolesterol tidak meningkat secara tak terduga.

Kopi Tanpa Filter dan Dampaknya pada Kolesterol

Kopi adalah minuman favorit banyak orang, namun jenis kopi tanpa filter seperti espresso, French press, kopi Skandinavia, dan kopi Turki mengandung senyawa cafestol dan kahweol yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Menurut ahli diet kardiologi preventif, Michelle Routhenstein:

"Cafestol menghambat sintesis asam empedu dan juga dapat memblokir reseptor hati, yang meningkatkan produksi dan mengurangi eliminasi kolesterol."

Berbeda dengan kopi yang menggunakan kertas filter, proses penyaringan tersebut dapat menjebak senyawa berbahaya ini sehingga aman untuk jantung.

Ghee: Mentega Dimurnikan yang Tinggi Lemak Jenuh

Ghee adalah mentega yang dimurnikan dengan menghilangkan air dan padatan susu, sehingga mengandung lemak jenuh dalam kadar tinggi. Ahli diet Nisha Melvani menyebutkan bahwa ghee dapat meningkatkan LDL lebih tinggi dibandingkan minyak yang kaya lemak tak jenuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi ghee dapat meningkatkan kadar ApoB, yaitu penanda jumlah partikel LDL dalam darah yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.

Meskipun ghee dapat digunakan dalam diet sehat, menjadikannya sumber lemak utama berisiko menaikkan kolesterol secara tidak terduga.

Minyak Sawit dan Pengaruhnya pada Kolesterol

Minyak sawit, yang banyak digunakan dalam produk makanan olahan, mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat menurunkan aktivitas reseptor LDL di hati dan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Routhenstein juga mengingatkan bahwa banyak produk seperti granola dan energy bar mengandung minyak sawit secara tersembunyi, sehingga disarankan untuk selalu memeriksa label nilai gizi terutama kandungan lemak jenuh.

Karbohidrat Olahan dan Efeknya terhadap Kolesterol

Karbohidrat olahan seperti roti tawar putih, kue, biskuit, dan sereal manis memang dikenal menyebabkan lonjakan gula darah, tapi juga berdampak pada kolesterol. Melvani menjelaskan bahwa kenaikan gula darah ini memicu hati memproduksi lebih banyak VLDL, partikel pembawa lemak yang kemudian berubah menjadi kolesterol LDL yang lebih kecil dan padat, sehingga lebih berbahaya bagi jantung.

Selain itu, makanan olahan ini sering mengandung mentega, lemak trans, minyak sawit, dan kelapa yang meningkatkan lemak jenuh. Serat larut yang membantu menurunkan LDL juga hilang dalam proses olahan, menggantikan makanan sehat seperti oat dan barley.

Makanan Tinggi Natrium dan Risiko Penumpukan Plak

Banyak yang mengira natrium tidak berpengaruh langsung pada kolesterol, tetapi konsumsi natrium tinggi justru dapat merusak lapisan pembuluh darah sehingga memudahkan kolesterol masuk ke dinding arteri dan menyebabkan penumpukan plak berbahaya.

Makanan beku, cepat saji, camilan olahan, dan makanan kalengan biasanya mengandung natrium tinggi yang berpotensi merusak arteri jika dikonsumsi berlebihan secara rutin.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, meskipun banyak orang sudah sadar pentingnya mengontrol konsumsi lemak dan gula, masih banyak yang kurang memperhatikan sumber tersembunyi yang dapat meningkatkan kolesterol, seperti kopi tanpa filter dan minyak sawit dalam produk camilan. Ini adalah risiko tersembunyi yang sering diabaikan dan dapat mengakibatkan peningkatan kolesterol secara perlahan tanpa gejala.

Penting bagi masyarakat untuk lebih teliti dalam membaca label makanan dan memahami jenis-jenis makanan yang dapat memicu masalah kolesterol. Edukasi pola makan yang lebih komprehensif harus digalakkan agar risiko penyakit jantung bisa ditekan sejak dini. Ke depan, pengawasan terhadap kandungan lemak jenuh dan natrium dalam produk makanan olahan juga perlu diperketat oleh regulator.

Untuk menjaga kesehatan jantung, selain olahraga dan pemeriksaan rutin, konsumen harus mulai menghindari konsumsi berlebihan makanan dan minuman yang mengandung senyawa pemicu kolesterol tinggi tersebut. Perubahan pola makan kecil bisa menjadi langkah besar dalam pencegahan penyakit kardiovaskular.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad