Netanyahu Tegaskan Trump Tak Batasi Operasi Militer Israel di Lebanon

Jul 6, 2026 - 13:10
 0  2
Netanyahu Tegaskan Trump Tak Batasi Operasi Militer Israel di Lebanon

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas membantah laporan yang menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatasi operasi militer Israel di Lebanon. Pernyataan ini muncul setelah adanya berita yang mengklaim bahwa Trump melarang Israel menyerang terowongan milisi Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

Ad
Ad

Penegasan Netanyahu Soal Kemandirian Operasi Militer Israel

Dalam rapat kabinet mingguan pada Minggu (5/7), Netanyahu menyatakan bahwa berita tersebut adalah mitos dan berita palsu. "Saya mendengar ada pemberitaan di media bahwa Presiden Trump meminta agar kami tidak bertindak terhadap terowongan-terowongan teror di Lebanon. Itu hanya mitos, berita palsu. Dia tidak pernah mengatakan hal itu kepada saya, dan saya juga tidak memintanya. Kami bertindak berdasarkan pertimbangan kami sendiri," ujar Netanyahu seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Pernyataan Netanyahu ini bertolak belakang dengan laporan dari penyiar publik Israel, KAN, yang mengindikasikan bahwa pemerintah Israel telah memberikan informasi intelijen rinci kepada pejabat AS terkait dugaan terowongan Hizbullah di Perbukitan Ali Al Taher, Lebanon selatan. Laporan tersebut menyebut Israel berusaha mendapatkan persetujuan dari Washington untuk melanjutkan operasi militer di daerah tersebut.

Operasi Militer Israel di Lebanon dan Dampaknya

Sejak dimulai pada 2 Maret 2026, operasi militer Israel di Lebanon telah menimbulkan dampak yang sangat besar. Menurut data otoritas Lebanon, setidaknya 4.303 orang tewas dan 12.202 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Serangan juga memaksa lebih dari satu juta penduduk mengungsi dari rumah mereka.

Pada 26 Juni, Israel dan Lebanon menandatangani kesepakatan kerangka yang dimediasi oleh Amerika Serikat dengan tujuan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Lebanon. Meski demikian, ketegangan dan operasi militer masih terus menjadi isu sensitif di kawasan tersebut.

Sikap Netanyahu Soal Rekonstruksi di Jalur Gaza

Selain membahas konflik di Lebanon, Netanyahu juga menyinggung kondisi di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada rekonstruksi di wilayah tersebut sebelum Jalur Gaza dilucuti dari kekuasaan Hamas dan persenjataannya.

"Tidak akan ada rekonstruksi di Gaza tanpa pembongkaran dan demiliterisasi Jalur Gaza," ujar Netanyahu, seperti dikutip dari harian Yedioth Ahronoth.

Pernyataan ini berbeda dengan rencana Presiden Trump yang mengusulkan agar penarikan pasukan Israel dan proses rekonstruksi di Gaza berjalan bersamaan dengan pelucutan senjata faksi-faksi Palestina. Namun laporan terbaru menyebut bahwa Board of Peace yang dibentuk Trump berencana melanjutkan rekonstruksi di wilayah yang dikendalikan militer Israel tanpa syarat pelucutan senjata Hamas.

Sejak Oktober 2023, konflik di Gaza telah menyebabkan lebih dari 73.000 kematian dan melukai lebih dari 173.000 orang, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza Palestina.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bantahan Netanyahu ini memperlihatkan upaya kerasnya untuk menjaga citra Israel sebagai negara yang mengambil kebijakan militer secara independen tanpa campur tangan asing, khususnya dari Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu dekatnya. Pernyataan ini juga penting untuk menepis narasi yang dapat melemahkan posisi Israel di mata publik domestik dan internasional.

Namun, fakta bahwa sebelumnya ada laporan mengenai koordinasi intelijen dengan pejabat AS menunjukkan bahwa meskipun keputusan akhir mungkin independen, pengaruh dan konsultasi dengan Amerika tetap signifikan dalam konteks operasi militer yang kompleks dan sensitif. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat dinamika hubungan strategis kedua negara yang kerap menjadi sorotan dunia.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu mengawasi perkembangan situasi di Lebanon dan Gaza, terutama terkait implementasi kesepakatan kerangka yang dimediasi AS dan proses rekonstruksi yang masih penuh tantangan. Perbedaan sikap antara Netanyahu dan rencana Trump juga menunjukkan potensi ketegangan internal dalam aliansi tersebut yang dapat mempengaruhi stabilitas regional.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, kunjungi sumber aslinya di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad