Bentrok Sengit Rusia-China dan AS di DK PBB soal Iran: Apa Sebabnya?

Mar 13, 2026 - 10:10
 0  4
Bentrok Sengit Rusia-China dan AS di DK PBB soal Iran: Apa Sebabnya?

Dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Kamis (12/3), Amerika Serikat dan sekutunya terlibat perdebatan sengit dengan Rusia dan China terkait isu Iran. Pertemuan ini menjadi panggung bentrokan tajam antara dua kubu besar yang memiliki kepentingan berbeda dalam menangani program nuklir dan aktivitas militer Iran.

Ad
Ad

Kontroversi Komite 1737 dan Sanksi Iran

Dalam pidatonya, Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan bahwa Rusia dan China berusaha melindungi Iran dengan menghambat kerja Komite 1737. Komite ini bertugas mengawasi sanksi program nuklir Iran yang dibentuk berdasarkan Resolusi DK PBB 1737 pada 23 Desember 2006.

"Semua negara anggota PBB harus menerapkan embargo senjata terhadap Iran, melarang transfer dan perdagangan teknologi rudal, serta membekukan aset keuangan terkait," kata Waltz, seperti dikutip Reuters.

Menurut Waltz, ketentuan PBB ini bukanlah langkah sewenang-wenang, melainkan dirancang untuk menangani ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir, rudal, dan senjata konvensional Iran serta dukungan Iran terhadap terorisme.

Waltz menuding Rusia dan China sengaja menghambat fungsi komite agar bisa terus mempertahankan hubungan pertahanan dengan Iran, yang saat ini dilarang. Upaya mereka memblokir pembahasan komite soal Iran bulan ini pun gagal dengan suara 11-2 dan dua abstain.

Pengayaan Uranium Iran dan Reaksi Dunia

Dalam pertemuan itu, Waltz menegaskan pernyataan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pekan lalu yang menyebut Iran sebagai satu-satunya negara non-nuklir yang memproduksi uranium hingga kadar 60 persen. Pengayaan ini tidak diawasi IAEA karena Iran menolak memberikan akses inspeksi.

Uranium yang diperkaya hingga 90 persen dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir. Iran menolak pengawasan IAEA usai AS menarik diri dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018 secara sepihak.

Respons Rusia dan China: Tuduhan AS Dinilai Propaganda

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menuduh AS dan sekutunya mengobarkan "histeria" soal dugaan rencana Iran memiliki senjata nuklir tanpa konfirmasi IAEA. Menurutnya, tuduhan tersebut dipakai sebagai dalih untuk operasi militer terhadap Iran dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menuding Washington sebagai "penghasut" krisis nuklir, menyebut AS menggunakan kekerasan terang-terangan selama proses negosiasi sehingga diplomasi gagal.

Duta Besar Iran, Amir Saeid Iravani, juga menegaskan program nuklir Iran bersifat damai dan menolak tuduhan yang dijadikan alasan sanksi.

Peran AS dan Tuduhan Terhadap Iran

Presiden AS, Donald Trump, telah menggunakan program nuklir Iran sebagai alasan serangan ke Teheran, termasuk operasi militer pada Juni tahun lalu dan serangan 28 Februari yang memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

Inggris dan Prancis menyatakan kepada DK PBB bahwa pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran sah karena Iran gagal mengatasi kekhawatiran program nuklirnya. Prancis bahkan menyebut uranium Iran cukup untuk membuat 10 perangkat nuklir.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bentrokan di DK PBB ini menggarisbawahi kegagalan diplomasi internasional yang semakin memperuncing polarisasi antara blok Barat dengan Rusia dan China. Iran menjadi titik fokus geopolitik yang memicu ketegangan global, terutama karena program nuklirnya yang terus dipertanyakan.

Ketegangan ini berpotensi memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah, mengingat posisi strategis Iran dan aliansinya. Upaya Rusia dan China melindungi Iran menunjukkan betapa kompleksnya kepentingan di balik masalah nuklir, yang tidak hanya soal non-proliferasi tapi juga pengaruh geopolitik.

Ke depan, publik harus mengawasi apakah Dewan Keamanan PBB mampu menemukan jalan tengah yang efektif atau justru terjebak dalam permainan kekuatan besar. Diplomasi yang konstruktif dan transparansi program nuklir Iran akan menjadi kunci penting untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

Kesimpulan

Perdebatan sengit antara Rusia-China dan AS di DK PBB soal Iran menunjukkan bagaimana isu nuklir menjadi arena persaingan kekuatan global. Dengan berbagai tuduhan dan kepentingan yang bertabrakan, solusi diplomatik masih jauh dari kata pasti. Dunia kini menanti langkah-langkah konkret yang dapat menciptakan stabilitas kawasan dan mengurangi risiko konflik berskala besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad