Pendapatan Ojol Tetap Stabil dengan Skema Komisi 92%, Menteri UMKM Pastikan
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan bahwa pendapatan pengemudi ojek online (ojol) tidak mengalami penurunan setelah diberlakukannya skema pembagian komisi 92 persen untuk driver dan 8 persen untuk aplikator. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka menanggapi isu yang beredar mengenai potensi pendapatan yang turun pasca perubahan sistem komisi tersebut.
Skema Komisi Baru untuk Driver Ojol
Mulai Juli 2026, pengemudi ojol resmi mendapatkan 92 persen dari nilai perjalanan, sementara aplikator, seperti Gojek dan Grab, menerima komisi sebesar 8 persen. Kebijakan ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi sebagai bagian dari perlindungan pekerja.
Maman menjelaskan, ia telah melakukan komunikasi dengan puluhan komunitas dan asosiasi ojol dari berbagai daerah untuk memastikan bagaimana dampak kebijakan ini di lapangan. "Saya sudah menanyakan langsung isu yang berkembang terkait pendapatan yang katanya menurun setelah komisi dinaikkan menjadi 92 persen untuk pengemudi. Namun, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kabar tersebut tidak terbukti," ujar Maman, Minggu (12/7), seperti dilansir CNN Indonesia.
Respons Positif dari Komunitas Ojol
Menurut Maman, dari 19 komunitas dan asosiasi ojol yang dikonfirmasi, mayoritas mitra pengemudi menyambut baik kebijakan yang diusung langsung oleh Presiden Prabowo tersebut. Mereka merasa diuntungkan dengan pembagian komisi yang lebih adil ini.
Meski ada sebagian pengemudi yang mengaku mengalami penurunan pendapatan, Maman menegaskan bahwa hal ini bukan semata-mata akibat perubahan skema komisi. Faktor musiman seperti libur sekolah dan libur perkuliahan turut memengaruhi volume pesanan ojol.
- Libur sekolah dan mahasiswa yang sedang libur menyebabkan penurunan pesanan sementara.
- Penurunan pendapatan tidak secara langsung terkait dengan skema pembagian komisi baru.
- Mayoritas pengemudi justru melaporkan pendapatan stabil atau meningkat.
Testimoni Mitra Ojol dan Harapan ke Depan
Salah satu mitra ojol bernama Reza menyatakan apresiasinya terhadap kebijakan komisi 8 persen untuk aplikator ini. "Kami mengapresiasi kepedulian pemerintah terhadap mitra ojol, karena manfaat dari kebijakan 8 persen ini sudah benar-benar kami rasakan dengan naiknya pendapatan kami. Kebijakan ini sudah bagus, tinggal bagaimana kita kawal bersama ke depannya," ungkapnya.
Reza juga berharap status ojol sebagai bagian dari UMKM bisa diikuti dengan program-program konkret seperti stimulus, pemberdayaan, dan percepatan akses terhadap program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojol.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kebijakan pembagian komisi 92 persen untuk driver dan 8 persen untuk aplikator ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol, sekaligus memberikan kepastian hukum melalui Perpres baru. Skema ini mengarah pada model bisnis yang lebih adil dan transparan, yang seharusnya dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas para driver.
Namun, redaksi juga mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya bukan hanya pada pembagian komisi, melainkan bagaimana mengatasi faktor eksternal yang memengaruhi pendapatan driver seperti fluktuasi permintaan akibat musim liburan atau perubahan pola konsumsi masyarakat. Pemerintah dan aplikator harus bersinergi untuk menyediakan program pelatihan, insentif, dan diversifikasi layanan ojol agar penghasilan mitra dapat lebih stabil sepanjang tahun.
Selain itu, pengakuan ojol sebagai bagian dari UMKM membuka peluang besar bagi pengemudi untuk mendapatkan akses pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, dan perlindungan sosial yang lebih baik. Oleh karena itu, penting untuk terus mengawal implementasi kebijakan ini agar manfaatnya terasa nyata bagi jutaan pengemudi ojol di seluruh Indonesia.
Untuk perkembangan terbaru seputar kebijakan transportasi online dan perlindungan pekerja, tetap ikuti berita terpercaya seperti CNN Indonesia dan kanal resmi pemerintah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0