Daftar Negara yang Kapal Tanker dan Kargonya Diserang Iran di Selat Hormuz

Mar 13, 2026 - 14:30
 0  2
Daftar Negara yang Kapal Tanker dan Kargonya Diserang Iran di Selat Hormuz

Serangan terhadap kapal tanker dan kargo di Selat Hormuz semakin meningkat seiring memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis pengiriman minyak dunia, kini menjadi titik panas serangan Iran terhadap berbagai kapal dari sejumlah negara.

Ad
Ad

Daftar Negara yang Kapal Tanker dan Kargonya Diserang Iran

Berikut ini adalah rangkuman negara-negara yang telah menjadi korban serangan Iran di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir:

  1. Irak
    Serangan udara Iran menghantam dua kapal tanker minyak di perairan Irak pada 12 Maret 2026. Satu anggota kru kapal tewas dan 38 lainnya berhasil diselamatkan. Juru bicara militer Irak, Letnan Jenderal Saad Maan, menyebut serangan ini sebagai "pelanggaran kedaulatan Irak" dan menegaskan bahwa Irak berhak mengambil tindakan hukum.
  2. Thailand
    Sebuah kapal kargo Thailand bernama Mayuree Naree berbobot 30.000 ton diserang dari udara dan terbakar pada 11 Maret 2026 saat melintas di Selat Hormuz. Sekitar 20 kru diselamatkan oleh militer Oman, namun tiga orang masih hilang. Kapal ini baru saja meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab.
  3. Kepulauan Marshall dan Malta
    Dua kapal, Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall dan Zefyros berbendera Malta, yang membawa kargo bahan bakar dari Irak, menjadi sasaran serangan Iran. Seorang awak kapal asing ditemukan tewas di laut, dan pencarian terhadap awak yang hilang masih berlangsung. Safesea Vishnu dioperasikan oleh Safesea Transport Group yang berbasis di AS.
  4. Liberia
    Kapal Express Room berbendera Liberia terkena serangan proyektil Iran setelah diduga mengabaikan larangan IRGC untuk melewati jalur tersebut. Juru bicara IRGC, Mayor Jenderal Ali Mohammad Naeini, menegaskan bahwa kapal tersebut tetap melaju meski sudah diperingatkan.
  5. Jepang
    Pada 1 Maret 2026, kapal kontainer Jepang One Majesty mengalami kerusakan ringan akibat proyektil yang tidak dikenal di kawasan 46 km barat laut Ras Al Khaimah, UEA. Awak kapal dilaporkan selamat dan kapal sedang menuju tempat aman.
  6. Inggris
    Militer Iran memperingatkan kapal kargo Inggris kini dianggap "target sah" di Teluk setelah tiga kapal diserang dalam 24 jam terakhir. Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan Iran tidak akan membiarkan minyak dikirim ke AS, Israel, atau sekutu mereka, dan akan menarget kapal yang menuju ke pihak-pihak tersebut.
  7. Amerika Serikat
    IRGC menunggu kedatangan kapal perang AS, termasuk kapal induk Gerald Ford, di Selat Hormuz. Mayor Jenderal Naeini menyatakan Iran siap menghadapi armada laut AS dan menegaskan tidak akan membiarkan satu liter minyak pun diekspor jika serangan AS dan Israel berlanjut.

Latar Belakang Serangan dan Pernyataan Iran

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Laksamana Alireza Tangsiri, menyatakan bahwa setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz wajib memiliki izin dari Iran. Pernyataan ini menambah ketegangan karena jalur tersebut merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.

"Setiap kapal yang melintas harus memiliki izin dari Iran," ujar Tangsiri dalam unggahan media sosial pada Rabu, dikutip dari ABC.

Pernyataan ini seolah menjadi dasar bagi IRGC untuk melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan tersebut. Serangan-serangan ini menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas pengiriman minyak dan keamanan jalur Selat Hormuz.

Implikasi Serangan Terhadap Keamanan Maritim dan Pasar Minyak

Selat Hormuz adalah jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan Samudra Hindia, dan sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Serangan terhadap kapal tanker dan kargo dapat berdampak serius, antara lain:

  • Kenaikan harga minyak dunia akibat gangguan pasokan dari wilayah Teluk Persia.
  • Risiko keamanan maritim bagi kapal-kapal dagang dan tanker yang melewati jalur tersebut.
  • Ketegangan geopolitik antara Iran dengan negara-negara Barat dan sekutunya yang dapat memicu konflik lebih luas.
  • Gangguan ekonomi global karena ketidakpastian pasokan energi dan kenaikan biaya logistik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, serangan Iran terhadap kapal tanker dan kargo di Selat Hormuz bukan hanya aksi militer biasa, melainkan strategi tekanan geopolitik yang disengaja untuk menegaskan dominasi Iran atas jalur pelayaran penting ini. Dengan menuntut izin bagi setiap kapal, Iran mencoba mengubah aturan main internasional di kawasan yang selama ini terbuka secara bebas.

Konsekuensi bagi negara-negara yang ekonominya bergantung pada impor dan ekspor energi sangat besar. Selain risiko langsung terhadap keselamatan awak kapal, ketidakpastian keamanan Selat Hormuz bisa memicu lonjakan harga minyak global yang berimbas pada inflasi dan krisis energi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Ke depan, penting bagi komunitas internasional untuk meningkatkan diplomasi dan langkah-langkah pengamanan maritim bersama agar jalur vital ini tetap aman dan terbuka. Pembaca harus terus mengikuti perkembangan situasi karena eskalasi konflik bisa berdampak langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi global.

Selalu perbarui informasi Anda untuk memahami dinamika konflik yang memengaruhi perdagangan dan keamanan dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad