SDA Jakarta Timur Keruk Saluran Penghubung di Susukan Cegah Banjir Musim Hujan
Suku Dinas Sumber Daya Alam (Sudin SDA) Jakarta Timur melakukan pengerukan saluran penghubung (Phb) di Jalan Haji Jusin, RW 05, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas sebagai upaya penting dalam mencegah banjir yang sering terjadi saat musim hujan. Kegiatan ini melibatkan 21 personel gabungan yang terdiri dari Satgas SDA Kecamatan Ciracas, Pasukan Biru, dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Susukan.
Pengerukan Manual Saluran Penghubung di Susukan
Koordinator Satgas SDA Kecamatan Ciracas, Deby, menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan secara manual karena akses saluran yang sempit sehingga alat berat tidak bisa digunakan. Saluran sepanjang sekitar 25 meter tersebut tersumbat oleh sedimen lumpur dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
"Sebanyak 21 personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan saluran penghubung (Phb) di Jalan Haji Jusin, RW 05, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sebagai upaya mencegah genangan saat musim hujan,"
Pengerjaan mulai dilakukan sejak kemarin dan progresnya sudah mencapai sekitar 50 persen. Target penyelesaian pengerukan adalah akhir pekan ini.
Pemasangan Tanggul Sementara dan Upaya Pengurangan Risiko Banjir
Lurah Susukan, Puja Akbar Sahroni, menambahkan bahwa petugas PPSU memasang tanggul sementara menggunakan karung pasir di sisi kiri dan kanan saluran sepanjang masing-masing 30 meter, total 60 meter. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko luapan air karena sebagian saluran masih berupa saluran alami tanpa turap.
"Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air, mengingat sebagian saluran yang ada masih berupa saluran alami dan belum memiliki turap,"
Selain itu, Lurah Susukan mengajak warga untuk bersama menjaga kebersihan saluran agar fungsi saluran tetap optimal dan dapat mencegah genangan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan dan pendangkalan.
Arah Wali Kota Jakarta Timur dalam Antisipasi Banjir
Pengerukan saluran ini merupakan bagian dari instruksi dari Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, yang menekankan pentingnya pengerukan sedimen saluran air dan drainase secara serentak di seluruh kecamatan menghadapi puncak musim hujan.
"Menghadapi puncak musim hujan, secara serentak bersama masyarakat melakukan pengerukan sedimen saluran air dan drainase di seluruh kecamatan untuk memastikan saluran berfungsi optimal dalam mencegah genangan maupun banjir,"
Munjirin menjelaskan bahwa metode pengerukan ini telah terbukti efektif mencegah banjir, seperti yang dialami warga di Jalan Jeruk dan Jalan Aren yang tidak mengalami genangan saat hujan deras. Ia juga menegaskan bahwa pengerukan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar saluran penghubung lainnya demi hasil maksimal bagi masyarakat.
Langkah Terpadu dan Kolaborasi Masyarakat
Upaya ini melibatkan kolaborasi antara petugas pemerintah dan masyarakat setempat, termasuk Pasukan Biru dan PPSU Kelurahan Susukan yang melakukan pengerukan dan pemasangan tanggul sementara secara manual. Kondisi medan yang sulit menuntut ketekunan dan kerja keras dalam menjaga aliran air tetap lancar.
- Pengerukan saluran sepanjang 25 meter secara manual
- Pelibatan 21 personel gabungan termasuk Pasukan Biru dan PPSU
- Pemasangan tanggul sementara sepanjang 60 meter menggunakan karung pasir
- Imbauan kepada warga untuk menjaga kebersihan saluran air
- Instruksi langsung dari Wali Kota Jakarta Timur untuk pengerukan serentak
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pengerukan saluran penghubung di Susukan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi penting yang harus terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem di Jakarta. Cuaca yang tidak menentu dan curah hujan tinggi menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih proaktif dalam pengelolaan saluran air.
Lebih jauh, keterlibatan masyarakat dan petugas lapangan secara langsung merupakan kunci keberhasilan program ini. Langkah manual dan pemasangan tanggul sementara menunjukkan bahwa solusi teknologi tinggi tidak selalu bisa diaplikasikan di semua area, sehingga pendekatan berbasis komunitas dan kerja sama sangat diperlukan.
Ke depan, pembenahan saluran penghubung harus disertai dengan pembangunan infrastruktur permanen seperti turap yang bisa menahan sedimentasi dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat edukasi dan penegakan aturan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang menjadi penyebab utama pendangkalan saluran.
Terus pantau perkembangan dan upaya pengelolaan sumber daya alam di Jakarta Timur agar kita bisa bersama-sama mencegah banjir yang berpotensi mengganggu kehidupan warga. Informasi selengkapnya dapat Anda baca pada sumber resmi ANTARA dan berita terkait di CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0