Cegah Penyakit Skabies, Mahasiswa KKN USK Luncurkan Program Sabasak di Dayah Pidie Jaya

Jul 16, 2026 - 23:40
 0  2
Cegah Penyakit Skabies, Mahasiswa KKN USK Luncurkan Program Sabasak di Dayah Pidie Jaya

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengambil langkah inovatif dengan menghadirkan program Santri Bebas Skabies (Sabasak) di Dayah Babul, Pidie Jaya. Program ini bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit skabies yang kerap menyerang para santri di lingkungan pesantren.

Ad
Ad

Skabies: Ancaman Kesehatan di Lingkungan Pesantren

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini mudah menyebar dalam lingkungan yang padat dan kurang menjaga kebersihan, seperti di pesantren. Gejala utama skabies meliputi rasa gatal hebat dan munculnya ruam pada kulit, yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi sekunder dan gangguan kesehatan serius pada santri.

Program Sabasak: Strategi Pencegahan dan Penanggulangan

Dalam rangka menekan angka penderita skabies, mahasiswa KKN USK merancang dan melaksanakan program Sabasak yang mengusung beberapa kegiatan utama:

  • Edukasi kesehatan kepada santri dan pengurus dayah tentang pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan.
  • Pemeriksaan kesehatan rutin untuk deteksi dini kasus skabies di kalangan santri.
  • Pemberian pengobatan secara terkoordinasi bagi santri yang terinfeksi.
  • Peningkatan fasilitas kebersihan di area dayah, termasuk penyediaan sabun dan sarana mandi yang memadai.

Melalui pendekatan terpadu ini, mahasiswa KKN berharap dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan nyaman bagi para santri, serta menurunkan risiko penyebaran skabies di pesantren.

Peran Mahasiswa dalam Penguatan Kesehatan Masyarakat

Kuliah Kerja Nyata merupakan wadah strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Program Sabasak ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa tidak hanya berperan dalam pendidikan formal, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesehatan komunitas.

"Kami ingin memastikan para santri di Dayah Babul terbebas dari gangguan skabies agar mereka dapat fokus belajar dengan nyaman," ujar ketua tim KKN USK.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif mahasiswa KKN USK dalam menghadirkan program Sabasak merupakan langkah penting yang memperlihatkan sinergi antara pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat lokal. Skabies seringkali dianggap sepele, padahal dampaknya terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan santri bisa sangat signifikan. Program ini tidak hanya membantu mencegah penyakit, tetapi juga membangun kesadaran berkelanjutan akan pentingnya hidup bersih di lingkungan pesantren.

Ke depan, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan perlu mengadopsi model serupa agar penanggulangan skabies dan penyakit menular lain dapat dilakukan secara sistematis dan menyeluruh. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, tenaga medis, dan pengelola dayah menjadi kunci suksesnya program semacam ini.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai kegiatan KKN dan program Sabasak, pembaca dapat mengunjungi sumber berita asli di sini serta melihat update terkait kesehatan masyarakat di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad