Diet 6.000 Kalori Erling Haaland: Amankah Ditiru oleh Orang Biasa?

Jul 14, 2026 - 18:20
 0  1
Diet 6.000 Kalori Erling Haaland: Amankah Ditiru oleh Orang Biasa?

Erling Haaland, striker andalan Manchester City sekaligus Timnas Norwegia, dikenal dengan pola makan yang sangat tinggi kalori, yakni sekitar 6.000 kalori per hari. Diet ini dirancang khusus untuk menopang performanya di lapangan yang membutuhkan energi besar. Namun, apakah pola makan tersebut aman jika diterapkan oleh orang yang bukan atlet dengan aktivitas fisik biasa?

Ad
Ad

Detail Diet 6.000 Kalori Erling Haaland

Pola makan Haaland bukan sekedar makan banyak, tetapi juga memilih makanan yang kaya nutrisi dan padat energi. Menu hariannya termasuk:

  • Empat butir telur
  • Yogurt dan roti panggang
  • Susu mentah (raw milk)
  • Sandwich dengan burrata dan minyak truffle
  • Tomahawk steak jumbo seberat sekitar 1,1 kilogram
  • Makanan kaya protein dan vitamin seperti jantung sapi, hati sapi, madu mentah, ikan kakap, asparagus, dan nasi goreng telur

Menurut laporan CNN Indonesia, seorang koresponden yang mencoba mengikuti pola makan Haaland selama sehari mengaku kesulitan, terutama saat harus menghabiskan tomahawk steak berukuran besar dengan kadar kalori mencapai 3.000 kalori hanya dari makan malam.

Apakah Diet Ini Cocok untuk Orang Biasa?

Dokter spesialis gizi klinik, Igus Ulfa Yaze, menegaskan bahwa pola makan Haaland sangat tidak cocok untuk masyarakat umum. Orang dewasa dengan aktivitas normal rata-rata hanya membutuhkan sekitar 2.000 kalori per hari, yang dapat bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Konsumsi 6.000 kalori tanpa aktivitas fisik yang setara berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

"Kalau untuk 6.000 kalori, lumayan banyak ya. Karena sebenarnya kita makan 2.500 sampai 3.000 kalori saja itu sudah banyak banget," ujar Yaze.

Beberapa risiko jika pola makan tinggi kalori dan tinggi lemak seperti Haaland diterapkan oleh orang biasa antara lain:

  • Kenaikan berat badan drastis
  • Peningkatan kadar kolesterol dan purin yang bisa memicu penyakit jantung dan asam urat
  • Gula darah tinggi yang meningkatkan risiko diabetes

Selain itu, konsumsi jeroan sapi seperti hati dan jantung yang memang kaya akan zat besi, vitamin B, dan protein, jika berlebihan juga dapat membahayakan kesehatan.

Perbedaan Kebutuhan Kalori Atlet dan Non-Atlet

Yang membedakan pola makan Haaland dengan masyarakat umum adalah intensitas latihan fisik yang sangat tinggi. Sebagai atlet profesional, Haaland menjalani latihan berat dan pertandingan yang menguras energi, sehingga kebutuhan kalori dan nutrisinya jauh lebih besar untuk mendukung performa, pemulihan otot, dan daya tahan tubuh.

Sementara itu, jika orang dengan aktivitas fisik biasa mengonsumsi kalori sebanyak itu tanpa pembakaran yang cukup, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak tubuh, menyebabkan obesitas dan penyakit terkait.

"Dampaknya yang pasti berat badan naik kalau tidak ada aktivitas fisik," tambah Yaze.

Anjuran Pola Makan Sehat yang Tepat

Dokter Igus Ulfa Yaze mengingatkan masyarakat agar tidak meniru diet ekstrem atlet hanya demi memiliki tubuh yang serupa. Pola makan harus disesuaikan dengan kebutuhan energi pribadi dan tingkat aktivitas fisik.

Alih-alih mengikuti pola 6.000 kalori, disarankan menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan porsi yang cukup. Hal ini penting agar tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tanpa meningkatkan risiko penyakit akibat kelebihan kalori.

"Dalam waktu yang sangat cepat berat badan akan naik, bisa jadi obesitas tiba-tiba," ujar Yaze, mengingatkan bahaya pola makan yang tidak seimbang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena diet 6.000 kalori Erling Haaland sebenarnya menggambarkan perbedaan besar antara kebutuhan nutrisi atlet profesional dan masyarakat umum. Kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah meniru pola makan atlet tanpa memperhatikan konteks kebutuhan fisik dan aktivitas harian.

Ini berpotensi memicu masalah kesehatan serius seperti obesitas, kolesterol tinggi, dan diabetes yang kini menjadi penyakit kronis utama di Indonesia. Masyarakat harus lebih bijak dalam menyesuaikan pola makan dengan aktivitas dan kondisi tubuh masing-masing, bukan sekadar mengikuti tren.

Ke depan, edukasi gizi yang lebih masif dan personalisasi pola makan menjadi hal yang sangat penting untuk mendorong gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Selain itu, media dan influencer di bidang kesehatan perlu menekankan pentingnya konsultasi profesional sebelum mengikuti pola diet tertentu, terutama yang ekstrem.

Untuk informasi lebih lengkap tentang pola makan sehat dan berimbang, kunjungi sumber berita resmi dan situs kesehatan terpercaya agar mendapatkan panduan yang tepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad