Pemkot Serang Gelar Lokakarya Pencegahan Penyakit Zoonotik Antisipasi Wabah
Pemerintah Kota Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyelenggarakan Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonotik pada tanggal 16-17 Juli 2026 di Gedung PKK Kota Serang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi penularan berbagai penyakit zoonotik yang berpotensi menimbulkan wabah, termasuk flu burung, rabies, antraks, dan leptospirosis.
Disebutkan bahwa penyakit zoonotik merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, sehingga penanganan dini sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya kasus di masyarakat. Lokakarya ini melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian Kesehatan, Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas), Pokja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat (RCCE), serta dinas-dinas terkait dan insan media untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi.
Data Kasus Penyakit Zoonotik di Kota Serang
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Serang tahun 2026, kasus penyakit seperti leptospirosis, flu burung (H5N1), dan chikungunya masih nihil dan terkendali. Namun, yang menjadi perhatian serius adalah kasus gigitan hewan penular rabies yang telah mencapai 134 kasus. Selain itu, tren penyakit demam berdarah juga masih fluktuatif dan perlu pengawasan ketat.
Shinta Dhamayanti, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kota Serang, menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini.
“Langkah antisipasi tidak boleh menunggu sampai penyakit berkembang menjadi wabah. Saat situasi masih tenang seperti sekarang, koordinasi harus diperkuat agar potensi wabah bisa diredam sedini mungkin,”ujarnya.
Strategi Pencegahan Penyakit Zoonotik
Medik Veteriner Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Serang, Yance Ixwantoro, memberikan edukasi terkait cara penularan dan pencegahan penyakit zoonotik. Dalam hal rabies, penularan terjadi melalui gigitan atau cakaran dari hewan seperti anjing, kucing, dan monyet. Pencegahan utama adalah dengan melakukan vaksinasi hewan peliharaan setahun sekali.
- Untuk leptospirosis, yang sering muncul saat musim hujan, penularannya terjadi melalui air kencing tikus yang bercampur genangan air. Warga dianjurkan memakai alas kaki tertutup atau sepatu bot saat beraktivitas di area basah atau becek.
- Penularan flu burung dan antraks biasanya terjadi akibat kontak langsung dengan unggas atau ternak yang sakit. Oleh karena itu, warga diimbau tidak menyembelih atau mengonsumsi ternak yang sakit atau mati mendadak serta segera melaporkan kasus hewan mati ke UPTD Puskeswan Kota Serang.
Peran Media dan Komunikasi Risiko
Salah satu bahasan penting dalam lokakarya ini adalah penanganan hoaks terkait wabah penyakit zoonotik. Petugas promosi kesehatan dan media dilatih kemampuan komunikasi interpersonal agar dapat menyampaikan informasi pencegahan yang akurat dan mudah dipahami masyarakat. Ketua Pokja RCCE, Rizky Ika Syafitri, menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, agama, dan media dalam menyebarluaskan informasi yang dapat menyelamatkan jiwa.
“Agar informasi ini sampai ke pelosok, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan media sangat besar untuk mengubah perilaku warga,”tambah Rizky.
Perluasan Program Pencegahan di Daerah Lain
Basra Ahmad Amru, Program Manager Portal Kesehatan Masyarakat, menyebutkan bahwa program edukasi dan lokakarya serupa juga telah dilaksanakan di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Surabaya, dan Kabupaten Malang. Tujuannya adalah untuk memperkuat jejaring kerja di daerah agar pencegahan dan penanganan wabah penyakit zoonotik dapat berjalan secara efektif.
Menurut laporan RRI, penguatan koordinasi lintas sektor dan edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mengantisipasi risiko wabah penyakit zoonotik di Indonesia.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, gelaran lokakarya ini merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons dini masyarakat serta pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman penyakit zoonotik. Rabies yang sudah mencapai 134 kasus gigitan menjadi sinyal bahaya serius yang jika tidak ditangani secara tepat dan cepat bisa berkembang menjadi wabah yang sulit dikendalikan.
Selain penguatan vaksinasi hewan dan edukasi masyarakat, perhatian khusus juga harus diberikan pada pengendalian lingkungan, terutama penanganan sampah dan habitat tikus untuk meminimalisasi risiko leptospirosis. Peran media dan tokoh masyarakat dalam menyebarluaskan informasi yang benar juga menjadi aspek krusial agar masyarakat tidak panik dan tidak terjebak hoaks yang justru memperparah situasi.
Ke depan, pembentukan jejaring antar daerah serta sinergi lintas sektor harus terus didorong agar pencegahan penyakit zoonotik bisa bersifat preventif dan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan aktif melaporkan kejadian hewan sakit atau mati mendadak sebagai bagian dari upaya deteksi dini potensi wabah.
Kita akan terus memantau perkembangan program ini dan bagaimana dampaknya terhadap pengendalian penyakit zoonotik di wilayah Kota Serang dan sekitarnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0