Kami Membeli Lebih Banyak Saham AI Terdepan Ini di Tengah Penurunan yang Tidak Beralasan Tahun Ini

Mar 13, 2026 - 22:40
 0  7
Kami Membeli Lebih Banyak Saham AI Terdepan Ini di Tengah Penurunan yang Tidak Beralasan Tahun Ini

Segera setelah pasar dibuka, kami akan membeli 45 saham Alphabet pada harga sekitar Rp4,5 juta per saham (setara dengan US$307). Setelah perdagangan terakhir Jumat lalu, Jim Cramer's Charitable Trust kini memiliki total 300 saham GOOGL, meningkatkan bobot kepemilikan menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,04%.

Ad
Ad

Kami kini dapat membeli saham Alphabet karena sudah tidak ada lagi pembatasan perdagangan terhadap saham ini. Raksasa teknologi ini memang sudah masuk dalam daftar beli yang kami bagikan pada hari Kamis.

Indikator Oversold Menjadi Sinyal Beli

Indikator S&P Short Range Oscillator semakin dalam ke wilayah oversold setelah penjualan besar pada Kamis, turun menjadi minus 7,65% dari sebelumnya minus 5,48%. Ambang batas untuk kondisi oversold adalah minus 4%. Dalam situasi geopolitik yang belum tuntas seperti konflik di Iran dan harga minyak yang sempat melonjak—meskipun sedikit mereda Jumat lalu—kemungkinan indikator ini akan mencapai minus 10%, yang secara historis merupakan momen tepat untuk masuk pasar.

Potensi Kenaikan dan Strategi Pembelian Bertahap

Saham Alphabet minggu ini mengalami kenaikan ringan, namun kami tetap memandang setiap penurunan harga sebagai kesempatan untuk menambah posisi pada saham yang relatif baru ini di portofolio kami.

Per tanggal penutupan Kamis, saham GOOGL turun sekitar 3% sepanjang tahun dan sudah terkoreksi 10% dari harga tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Februari lalu.

Alphabet dan Investasi Besar di Kecerdasan Buatan

Kenaikan pengeluaran modal untuk kecerdasan buatan (AI) membuat beberapa investor merasa khawatir terhadap perusahaan hyperscaler, tetapi Alphabet berhasil membuktikan bahwa mereka adalah yang terbaik dalam memonetisasi investasi tersebut.

  • Pendapatan Google Search meningkat berkat interaksi yang lebih tinggi dengan kueri berbasis AI.
  • Pertumbuhan backlog Google Cloud mengindikasikan bahwa mereka sedang mengambil pangsa pasar yang lebih besar.
  • Alphabet mampu membiayai investasinya di bidang AI menggunakan free cash flow, berbeda dengan beberapa perusahaan besar lain yang masih kesulitan.

Berdasarkan perkiraan konsensus analis yang dikumpulkan FactSet, Alphabet diperkirakan akan menghasilkan US$31 miliar free cash flow tahun ini, dibandingkan dengan Meta Platforms yang menghasilkan US$6 miliar dan Amazon yang justru mengalami arus kas keluar sebesar US$11 miliar.

Sementara itu, Microsoft diperkirakan akan menghasilkan sekitar US$74 miliar free cash flow pada tahun kalender 2026, namun mereka kemungkinan harus meningkatkan investasi untuk mengejar ketinggalan.

Saham Lain di Portofolio

Jim Cramer's Charitable Trust juga memiliki posisi di saham-saham teknologi besar lainnya seperti META, AMZN, dan MSFT.

Mekanisme Trading dan Informasi untuk Anggota

Bagi pelanggan CNBC Investing Club dengan Jim Cramer, akan menerima trade alert sebelum Jim melakukan pembelian atau penjualan saham. Jim menunggu selama 45 menit setelah mengirim notifikasi sebelum melakukan transaksi di portofolio amalnya. Jika saham tersebut sudah dibahas di CNBC TV, maka Jim menunggu 72 jam setelah mengeluarkan trade alert sebelum melakukan transaksi.

Informasi dan aturan terkait CNBC Investing Club tunduk pada syarat dan ketentuan serta kebijakan privasi mereka. Tidak ada kewajiban fidusia yang dibentuk dari informasi yang diberikan. Tidak ada jaminan hasil atau keuntungan yang spesifik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan harga saham Alphabet yang terjadi saat ini merupakan pullback yang tidak beralasan mengingat fundamental perusahaan yang sangat kuat, terutama dalam hal investasi dan pendapatan dari teknologi AI. Ketahanan Alphabet dalam menghasilkan free cash flow yang besar menjadi keunggulan utama dibandingkan sesama raksasa teknologi lainnya yang masih mengalami tekanan finansial.

Penurunan ini memberi kesempatan emas bagi investor untuk masuk atau menambah porsi kepemilikan di saham yang sangat potensial ini. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar yang tinggi, Alphabet tetap menunjukkan kekuatan sebagai saham yang recession-resistant dan inovatif.

Kedepannya, investor patut mengamati perkembangan teknologi AI dan bagaimana Alphabet memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya. Pergerakan harga sahamnya juga kemungkinan akan lebih sensitif terhadap sentimen pasar global, sehingga strategi pembelian bertahap akan lebih bijaksana.

Terus ikuti perkembangan dan analisis kami selanjutnya untuk mendapatkan panduan investasi yang update dan akurat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad