Hizbullah Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan Israel: Ancaman Eksistensial bagi Lebanon

Mar 14, 2026 - 03:50
 0  5
Hizbullah Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan Israel: Ancaman Eksistensial bagi Lebanon

Hizbullah menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi perang berkepanjangan dengan Israel, menegaskan bahwa konflik yang tengah berlangsung di Lebanon merupakan sebuah perang eksistensial yang menentukan kelangsungan hidup negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dalam pidatonya di televisi pada Jumat, 13 Maret 2026.

Ad
Ad

Hizbullah dan Ancaman Perang Berkepanjangan

Dalam pidato keduanya sejak pecahnya perang, Qassem menekankan bahwa kelompoknya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran jangka panjang. Ia menyatakan yakin bahwa Israel akan terkejut dengan perlawanan Hizbullah di medan perang.

"Kami telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi yang panjang, dan insya Allah, mereka (Israel) akan terkaget-kaget di medan perang," ujar Qassem, seperti dikutip AFP.

Lebih lanjut, Qassem menegaskan bahwa ancaman dari Israel tidak menimbulkan rasa takut bagi Hizbullah, sebab konflik ini bukan hanya pertempuran biasa, melainkan sebuah perang yang menentukan kelangsungan hidup Lebanon.

Latar Belakang Konflik dan Peran Hizbullah

Konflik ini bermula ketika Hizbullah yang didukung oleh Iran melancarkan serangan ke Israel sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel. Serangan balasan tersebut menyeret Lebanon ke dalam konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Israel merespons dengan serangan udara dan pengerahan pasukan darat di wilayah perbatasan Lebanon. Sebelumnya, Israel juga kerap melanggar gencatan senjata yang telah disepakati pada tahun 2024 dengan melakukan serangan di Lebanon.

Qassem menegaskan, Hizbullah tidak akan membiarkan Israel menguasai Lebanon dan menentukan nasib rakyatnya.

"Ini negara kami. Kami tidak akan biarkan siapa pun menentukan nasib dan kehidupan rakyatnya. Kami yakin akan meraih kemenangan," tegasnya.

Respons Pemerintah Lebanon dan Ancaman Israel

Di tengah eskalasi ini, pemerintah Lebanon resmi melarang aktivitas militer dan keamanan Hizbullah menyusul serangan kelompok tersebut ke Israel. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari keputusan pemerintah tahun 2025 yang menuntut pelucutan senjata Hizbullah.

Namun, Qassem mengecam kebijakan pemerintah tersebut dan meminta agar pemerintah menghentikan apa yang disebutnya sebagai "konsesi gratis" kepada Israel. Ia berpendapat bahwa langkah itu justru akan memperpanjang perang dan membuat Israel semakin berani.

Sementara itu, Israel mengancam akan membuat Lebanon membayar harga yang lebih mahal dengan menghancurkan infrastruktur dan memperluas operasi darat jika Beirut tidak melucuti senjata Hizbullah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Hizbullah yang siap menghadapi perang berkepanjangan menandakan eskalasi yang lebih dalam dan kompleks di kawasan Timur Tengah. Konflik ini tidak sekadar soal wilayah atau kekuasaan, tetapi juga berakar pada pertarungan ideologis dan eksistensial antara blok Iran-Hizbullah dengan Israel dan sekutunya.

Ketegangan yang terus meningkat ini berpotensi menyulut konflik yang lebih luas, melibatkan negara-negara lain di kawasan, serta mengancam stabilitas regional yang sudah rapuh. Larangan pemerintah Lebanon terhadap aktivitas militer Hizbullah bisa jadi memicu ketegangan internal yang lebih besar serta menimbulkan dilema politik bagi Beirut yang harus menyeimbangkan tekanan domestik dan eksternal.

Ke depan, penting bagi pengamat dan masyarakat internasional untuk memantau dinamika politik Lebanon dan respons Israel terhadap perkembangan ini. Apakah akan ada upaya diplomasi yang efektif atau justru perang berkepanjangan yang merugikan seluruh pihak? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat menentukan masa depan keamanan dan perdamaian di Timur Tengah.

Kesimpulan

Dengan Hizbullah yang menyatakan kesiapan perang jangka panjang dan pemerintah Lebanon yang berusaha mengendalikan kelompok bersenjata ini, situasi di perbatasan Lebanon-Israel diprediksi tetap penuh ketegangan. Konflik ini menjadi simbol lebih besar dari perjuangan eksistensial yang memengaruhi keamanan regional dan internasional. Masyarakat global disarankan untuk terus mengikuti perkembangan terbaru demi memahami implikasi yang lebih luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad