Motif Pembunuhan Tukang Pijat Panggilan Hamil 8 Bulan di Cirebon Terungkap

Mar 17, 2026 - 21:10
 0  3
Motif Pembunuhan Tukang Pijat Panggilan Hamil 8 Bulan di Cirebon Terungkap

Penyidik Polres Cirebon Kota, Jawa Barat, berhasil mengungkap motif pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan yang berprofesi sebagai tukang pijat panggilan dan sedang hamil 8 bulan. Kasus ini terungkap kurang dari 10 jam setelah penemuan jasad korban di sebuah kamar kos pada Senin, 16 Maret 2026.

Ad
Ad

Motif Pembunuhan: Keinginan Menguasai Harta Korban

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menyebut bahwa motif utama pelaku ialah keinginan menguasai harta korban yang nilainya sangat kecil, yaitu sekitar Rp 83 ribu. Meski nominalnya tidak besar, tindakan kekerasan yang berujung pembunuhan ini menunjukkan tingkat kekejaman yang mengerikan.

Polisi telah mengamankan dua pelaku, pasangan suami istri berinisial LH (26) dan RK (41), yang berhasil ditangkap setelah dilakukan pengejaran hingga ke wilayah Majalengka.

Kronologi Kasus Pembunuhan Tukang Pijat Panggilan

Menurut keterangan polisi, pelaku LH memesan jasa pijat korban melalui sebuah aplikasi online. Korban, berinisial TA, datang ke lokasi kos setelah diantar oleh seorang rekannya yang diduga merupakan pacarnya. Setelah tiba, pelaku LH masuk ke kamar bersama korban, sementara RK bersembunyi di kamar lain.

Motif awal pelaku adalah ingin mengambil barang milik korban dengan cara licik. Namun, aksi tersebut berakhir tragis dengan tindakan pembunuhan. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan seluruh detail kejadian.

Dampak dan Reaksi Masyarakat

  • Kasus ini menggegerkan masyarakat Cirebon, terutama karena korban sedang hamil 8 bulan.
  • Peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan jasa pijat panggilan dan layanan online sejenis.
  • Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi layanan jasa online.
  • Perhatian khusus terhadap perlindungan perempuan dan penanganan kasus kekerasan berbasis gender.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus pembunuhan tukang pijat panggilan yang sedang hamil 8 bulan ini memperlihatkan betapa rentannya masyarakat terhadap tindakan kriminal yang memanfaatkan teknologi digital. Meskipun nilai harta benda yang menjadi motif sangat kecil, tindakan kekerasan yang dilakukan menunjukkan adanya masalah serius dalam penanganan keamanan layanan jasa online.

Kasus ini juga menjadi alarm penting bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat, terutama perempuan yang bekerja di sektor informal seperti tukang pijat panggilan. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dan waspada dalam memilih layanan jasa yang memanfaatkan aplikasi digital.

Kedepannya, publik harus menunggu perkembangan penyidikan dari pihak kepolisian dan berharap kasus serupa tidak terulang lagi. Peningkatan perlindungan hukum dan keamanan siber juga menjadi hal krusial untuk diperhatikan guna mencegah kejahatan dengan modus serupa.

Kasus pembunuhan ini masih menjadi perhatian bersama, dan masyarakat diharapkan tetap waspada serta aktif melaporkan hal-hal mencurigakan demi keamanan bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad