Salat Idul Fitri di Agam Tetap Khidmat Meski Jejak Banjir Masih Terlihat

Mar 21, 2026 - 11:00
 0  3
Salat Idul Fitri di Agam Tetap Khidmat Meski Jejak Banjir Masih Terlihat

Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berlangsung khidmat pada Sabtu pagi meskipun lingkungan sekitar masih menyisakan jejak banjir bandang dan longsor yang belum sepenuhnya pulih.

Ad
Ad

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya menggelar salat Id di lapangan terbuka, pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Masjid Raya Maninjau. Masjid ini berjarak sekitar 700 meter dari sungai yang kini dipenuhi bebatuan besar hasil banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Perpindahan Lokasi Salat Id karena Kondisi Lapangan Rusak

Menurut Aris Munandar, pengurus Masjid Raya Maninjau, awalnya salat Id direncanakan berlangsung di lapangan SMP Negeri 1 Tanjung Raya yang berjarak sekitar 100 meter dari sungai. Namun, hujan deras sehari sebelumnya membuat lapangan menjadi berbatu dan berpasir sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan.

"Lapangan sekarang dalam keadaan berbatu dan berpasir. Akhirnya, ketua koordinator Hari Besar Islam Kanagarian Maninjau memutuskan pelaksanaan salat Idul Fitri dipusatkan di masjid," jelas Aris.

Untuk mengakomodasi ratusan jemaah, pengurus masjid membuka lantai dua untuk pria dan perempuan serta menyediakan karpet di halaman masjid. Aris memperkirakan sekitar 500 warga mengikuti salat Id di masjid tersebut.

Jumlah Jemaah Turun, Pembagian Salat Id Dua Hari Jadi Faktor

Jumlah peserta salat Id di masjid ini menurun jika dibandingkan dengan pelaksanaan yang biasanya di lapangan terbuka. Penurunan ini terjadi karena dua faktor utama:

  • Proses pemulihan pasca-bencana yang masih berlangsung sehingga beberapa warga belum bisa berpartisipasi secara penuh.
  • Pelaksanaan salat Idul Fitri yang terbagi menjadi dua hari, yakni Jumat (20 Maret) dan Sabtu, sehingga distribusi jemaah terbagi.

Selain itu, Aris juga mengungkapkan bahwa dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, penyaluran zakat fitrah difokuskan bagi janda-janda yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Kondisi Sekitar Masih Memprihatinkan, Proses Pemulihan Belum Optimal

Kondisi di sekitar lokasi salat Id yang biasanya menjadi lapangan terbuka dan bantaran sungai masih rusak parah. Tumpukan material bebatuan besar belum dibersihkan, menandakan proses pemulihan belum berjalan maksimal.

Tepat di seberang sungai, terdapat sejumlah rumah dengan kondisi sangat rusak, mulai dari dinding jebol, atap hilang, hingga isi rumah yang dipenuhi batuan besar. Kondisi serupa juga dialami oleh belasan rumah di sekitar area sungai tersebut.

Berdasarkan data dari Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, tercatat sebanyak dua unit rumah hanyut dan hilang di Nagari Maninjau, serta 115 unit terdampak kerusakan dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp44,8 miliar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelaksanaan salat Idul Fitri di tengah sisa banjir dan longsor di Nagari Maninjau bukan hanya menjadi simbol keteguhan iman masyarakat, tetapi juga cerminan tantangan besar dalam pemulihan pasca-bencana.

Keputusan memindahkan lokasi salat dari lapangan terbuka ke masjid menandakan adaptasi dan upaya menjaga tradisi keagamaan tetap berjalan meski kondisi fisik lingkungan sangat terbatas. Ini juga menunjukkan pentingnya infrastruktur masjid sebagai pusat kegiatan sosial di daerah rawan bencana.

Ke depan, perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk pembersihan material bebatuan dan perbaikan rumah warga. Selain itu, distribusi zakat dan bantuan sosial harus terus difokuskan kepada kelompok rentan seperti janda dan korban bencana agar menjadi bagian dari pemulihan sosial yang berkelanjutan.

Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan terus memantau perkembangan pemulihan dan mendukung langkah-langkah strategis agar Nagari Maninjau bisa segera pulih dan kembali normal.

Dengan kondisi yang masih belum sepenuhnya stabil, salat Id di masjid menjadi momen penting untuk memperkuat solidaritas dan optimisme warga menghadapi masa depan pasca-bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad