4 Tanggul Kali di Depok Jebol Imbas Hujan Deras, Ribuan KK Terdampak Banjir
Empat tanggul kali di Kota Depok, Jawa Barat, jebol akibat hujan deras ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu, 21 Maret 2026. Peristiwa ini menyebabkan banjir besar yang melanda beberapa kawasan dan berdampak pada ribuan kepala keluarga (KK).
Penyebab Jebolnya Tanggul Kali di Depok
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Deni Romulo Hutauruk, menjelaskan bahwa jebolnya empat tanggul kali ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang meningkatkan debit air secara signifikan. Tekanan air yang kuat mengikis tanah penyangga tanggul sehingga tembok pembatas tidak mampu menahan laju air, mengakibatkan longsor dan amblasnya tanggul.
Empat tanggul yang mengalami kerusakan adalah:
- Tanggul Kali Cikupa, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong
- Tanggul Kali Laya, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis
- Tanggul Kali Jantung, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya
- Tanggul Danau Boas Woisiri, di kawasan Kompleks Markas Komando Korps Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis
Dampak Banjir dan Wilayah Terdampak
Akibat jebolnya tanggul-tanggul tersebut, sejumlah permukiman di Depok terendam banjir dengan kerusakan infrastruktur dan kendaraan. Berdasarkan data DPKP, berikut rincian dampak pada warga:
- 3.500 KK terdampak di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, meliputi RT 001 hingga RT 006, RT 013, dan RT 014
- Lebih dari 500 KK terdampak di RW 15 dan RW 16 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis
- 10 KK di RW 09 Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis
- 3 KK di RT 009 Kelurahan Sukmajaya
- 110 KK di RW 06 Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong
- 40 KK di RT 003 RW 18 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos
Penanganan Darurat dan Perbaikan Tanggul
Saat ini, penanganan darurat tengah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, Rizwan Nurahim, mengungkapkan bahwa sebanyak 154 personel satgas air dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang jebol.
Penanganan dilakukan dengan menggunakan alat berat, pemasangan sandbag atau kisdam, serta perkuatan struktur tanggul agar tidak terjadi banjir susulan. Target utama adalah pemulihan kondisi secepat mungkin agar masyarakat bisa beraktivitas normal kembali.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian jebolnya empat tanggul kali sekaligus ini menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat di Depok khususnya, serta wilayah lain yang rawan banjir di Indonesia. Perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi menuntut adanya peningkatan kesiapsiagaan infrastruktur pengendalian banjir.
Penanganan tanggul jebol yang saat ini berlangsung memang mendesak, namun langkah jangka panjang seperti revitalisasi seluruh sistem drainase, peningkatan kapasitas tanggul, serta pengelolaan tata ruang yang berkelanjutan harus menjadi prioritas. Jika tidak, kejadian serupa bisa terulang dan berdampak lebih parah di masa depan.
Bagi pembaca, penting untuk tetap mengikuti informasi terkini dari pemerintah dan BPBD setempat, serta mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem dengan antisipasi dini. Kejadian ini juga membuka diskusi lebih luas terkait mitigasi bencana dan adaptasi lingkungan yang perlu diperkuat di seluruh Indonesia.
Hujan deras ekstrem yang menyebabkan longsor dan jebolnya tanggul kali di Depok ini adalah peringatan nyata bahwa perubahan iklim telah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk meminimalisir kerugian dan menjaga keselamatan warga.
Terus pantau perkembangan berita dan himbauan resmi agar Anda dan keluarga tetap aman dan terlindungi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0