Citrini Research Prediksi Penurunan Saham Akibat Harga Minyak yang Tinggi

Mar 26, 2026 - 02:30
 0  5
Citrini Research Prediksi Penurunan Saham Akibat Harga Minyak yang Tinggi

Citrini Research, firma riset yang sebelumnya mengguncang pasar dengan prediksi bearish terkait kecerdasan buatan, kini kembali mengeluarkan peringatan besar: perlambatan ekonomi yang dipicu oleh harga minyak tinggi berpotensi menekan pasar saham secara signifikan.

Ad
Ad

Harga Minyak Tinggi dan Risiko Penurunan Saham

Dalam sebuah tulisan baru di Substack, pendiri Citrini Research, James van Geelen, menyatakan bahwa jika konflik di Timur Tengah tidak segera berakhir, harga minyak yang terus tinggi bisa mendorong harga saham turun lebih dalam.

"Jika perang tidak berakhir, saham akan turun lebih jauh," tulis van Geelen.

Walaupun ada laporan terbaru bahwa Amerika Serikat telah memberikan proposal kepada Iran untuk mengakhiri konflik, yang sempat membuat harga minyak anjlok, jarak pandang antar kedua negara tetap jauh. Iran menolak tawaran gencatan senjata AS dan menuntut kedaulatan atas Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia.

Harga Energi Sebagai Pajak Pertumbuhan Ekonomi

Van Geelen menegaskan bahwa harga minyak yang tinggi bertindak seperti pajak bagi pertumbuhan ekonomi karena mengikis daya beli konsumen dan mengencangkan kondisi keuangan tanpa perlu Fed menaikkan suku bunga lebih jauh. Kebijakan suku bunga yang saat ini sudah mendekati netral, menurutnya, cukup represif ketika efek kenaikan harga minyak menyebar ke seluruh ekonomi.

"Kita hidup di dunia yang berbeda sekarang, suku bunga sudah dekat netral. Jika harga minyak tetap tinggi, cukup dengan mempertahankan suku bunga pada level saat ini sudah cukup membatasi ekonomi sambil harga minyak menyaring ke seluruh sektor dan menyebabkan perlambatan," jelas van Geelen.

Implikasi bagi Pasar Saham dan Konsumen

Dalam skenario terbaik sekalipun, di mana ketegangan geopolitik cepat mereda, Citrini Research memproyeksikan bahwa pasar saham tetap akan sulit untuk naik signifikan. Konsumen akan keluar dari krisis ini dengan kondisi ‘sedikit lebih lemah’ setelah menanggung beban biaya bahan bakar yang lebih tinggi, yang akan melemahkan potensi pemulihan ekonomi.

Prediksi ini juga menantang narasi optimistis yang menganggap penurunan suku bunga oleh Federal Reserve akan langsung menjadi penyelamat pasar saham. Van Geelen memperkirakan bahwa penurunan suku bunga kemungkinan besar akan terjadi sebagai respons terhadap memburuknya pertumbuhan ekonomi – kondisi yang secara historis justru sering bertepatan dengan penurunan lebih lanjut di pasar saham, bukan reli yang berkelanjutan.

"The Fed tahu menaikkan suku bunga tidak akan secara ajaib menambah pasokan minyak," tambahnya, "Mereka lebih mungkin mengabaikan dampak langsung dari kenaikan harga minyak sebelum akhirnya menurunkan suku bunga ketika kondisi ekonomi semakin memburuk."

Latar Belakang dan Prediksi Sebelumnya

Citrini Research semakin dikenal dengan pandangan makroekonomi yang kontrarian. Pada Februari lalu, firma ini mempublikasikan prediksi mengejutkan bahwa ledakan kecerdasan buatan (AI) sebenarnya bisa berujung pada dampak negatif bagi ekonomi, yakni dengan potensi pengangguran mencapai 10% akibat penggantian pekerjaan kantoran oleh mesin.

Kali ini, fokus mereka bergeser pada tekanan yang datang dari sisi harga energi yang tinggi dan implikasinya terhadap pasar modal di tengah ketidakpastian geopolitik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan Citrini Research ini menjadi pengingat penting bahwa faktor eksternal seperti geopolitik dan harga energi masih sangat dominan dalam menentukan arah pasar saham global. Banyak investor mungkin terlalu fokus pada dinamika kebijakan moneter atau inovasi teknologi, sehingga mengabaikan risiko fundamental berupa harga minyak yang tinggi dan dampaknya terhadap daya beli serta keuntungan perusahaan.

Selain itu, prediksi bahwa penurunan suku bunga Fed justru mengikuti pelemahan ekonomi juga layak menjadi perhatian. Hal ini menandakan bahwa stimulus moneter tidak lagi menjadi solusi instan bagi pasar saham, dan investor harus lebih siap menghadapi volatilitas berkepanjangan.

Kedepannya, yang perlu diawasi adalah perkembangan situasi di Timur Tengah dan bagaimana respons pasar terhadap perubahan harga energi. Jika konflik berkepanjangan, tekanan pada pasar saham bisa semakin intens, yang berpotensi memicu koreksi pasar yang lebih dalam.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru terkait prediksi pasar dan harga minyak, Anda bisa membaca langsung analisis Citrini Research melalui tautan sumber asli di sini dan juga mengikuti laporan terkini dari CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad