7 Kebiasaan Malam yang Harus Dihindari Setelah Jam 7 untuk Jaga Kesehatan Jantung

Mar 30, 2026 - 14:20
 0  4
7 Kebiasaan Malam yang Harus Dihindari Setelah Jam 7 untuk Jaga Kesehatan Jantung

Dokter jantung Dr. Sanjay Bhojraj mengungkapkan bahwa kebiasaan yang dilakukan setelah pukul 19.00 sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang. Pilihan aktivitas pada malam hari menentukan apakah tubuh dapat memasuki fase pemulihan atau justru tetap dalam kondisi stres yang berpotensi merusak sistem kardiovaskular.

Ad
Ad

Menurutnya, penyakit jantung berkembang perlahan melalui berbagai sinyal biologis seperti pola tekanan darah, peradangan, regulasi gula darah, dan kualitas tidur. Semua faktor tersebut sangat dipengaruhi oleh rutinitas malam yang dijalani.

7 Kebiasaan yang Harus Dihindari Setelah Jam 7 Malam

  1. Makan Terlalu Malam
    Dr. Bhojraj menegaskan fungsi metabolisme tubuh mengikuti ritme sirkadian alami. Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun sehingga tubuh kurang efisien dalam memproses glukosa dan lemak. Makan terlalu malam bisa meningkatkan kadar gula darah, gangguan metabolisme lemak, serta peradangan kronis. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan dengan pembatasan waktu, terutama makan lebih awal, dapat membantu menjaga tekanan darah dan kadar gula darah agar tetap stabil.
  2. Terpapar Cahaya Terang di Malam Hari
    Paparan lampu LED yang kuat di malam hari menghambat produksi hormon melatonin, yang penting untuk mengatur tidur, tekanan darah, dan aktivitas antioksidan dalam sistem kardiovaskular. Studi mengaitkan paparan cahaya malam hari dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan gangguan tekanan darah saat tidur. Disarankan menggunakan lampu berwarna hangat dan menghindari cahaya yang langsung mengenai mata.
  3. Menonton Tayangan yang Memicu Stres
    Menikmati tayangan yang penuh konflik atau menegangkan seperti debat politik, reality show, atau pertandingan olahraga emosional dapat memicu respons stres. Stres psikologis mengaktifkan sistem saraf simpatik yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Stres akut dan kronis berkontribusi pada disfungsi endotel, tahap awal penyakit kardiovaskular.
  4. Olahraga Berat di Malam Hari
    Walaupun olahraga baik bagi jantung, olahraga intens pada malam hari dapat meningkatkan hormon stres kortisol dan menghambat tubuh masuk ke fase istirahat. Akibatnya, tidur bisa terganggu, detak jantung tetap tinggi, dan variabilitas detak jantung menurun, yang merupakan indikator penting kesehatan kardiovaskular.
  5. Konsumsi Alkohol
    Meskipun alkohol sering dianggap dapat membantu relaksasi, konsumsi di malam hari justru mengganggu kualitas tidur. Alkohol menurunkan fase tidur REM dan produksi melatonin, serta meningkatkan detak jantung saat istirahat dan mencegah penurunan tekanan darah yang seharusnya terjadi saat tidur.
  6. Percakapan yang Memicu Emosi
    Diskusi yang menimbulkan kemarahan atau stres emosional berdampak negatif pada jantung. Stres akut meningkatkan hormon kortisol, menurunkan variabilitas detak jantung, dan bahkan bisa memicu gangguan irama jantung. Oleh karena itu, hindari percakapan yang menimbulkan konflik di malam hari agar tubuh dapat relaksasi dengan optimal.
  7. Terlalu Lama Menatap Layar
    Paparan cahaya biru dari ponsel, tablet, atau televisi menghambat produksi melatonin sehingga menyulitkan proses tidur dan menurunkan kualitas tidur. Gangguan tidur kronis berhubungan dengan tekanan darah tinggi, resistensi insulin, peradangan, dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Dr. Bhojraj menekankan pentingnya menjaga kualitas tidur dan mengurangi stres di malam hari sebagai upaya utama dalam menjaga kesehatan jantung jangka panjang. Ia juga menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perubahan besar dalam gaya hidup, guna mendapatkan rekomendasi yang tepat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengungkapan 7 kebiasaan yang harus dihindari setelah jam 7 malam ini sangat penting karena banyak orang belum menyadari betapa besar pengaruh aktivitas malam terhadap risiko penyakit jantung yang kronis. Kebiasaan seperti makan larut malam atau terlalu lama menatap layar tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tapi juga memicu proses peradangan dan stres yang berujung pada gangguan jantung.

Lebih jauh lagi, pola hidup modern yang semakin menuntut aktivitas malam hari, seperti pekerjaan lembur, hiburan digital, dan konsumsi alkohol, bisa memperparah risiko ini tanpa disadari. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang menekankan pentingnya ritme sirkadian dan manajemen stres malam hari harus lebih digencarkan oleh fasilitas kesehatan dan media.

Ke depan, pembaca perlu memantau dan mengatur ulang rutinitas malam mereka, mulai dari membatasi paparan cahaya biru hingga memilih waktu makan yang lebih sehat. Menurut laporan asli CNBC Indonesia, perubahan kecil ini bisa menjadi langkah besar dalam pencegahan penyakit jantung yang kini menjadi salah satu pembunuh utama di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad