3 TNI Gugur Diserang Israel di Lebanon, SETARA Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
Insiden tragis terjadi di Lebanon Selatan yang menewaskan 3 prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia. Serangan militer Israel tersebut mendapat kecaman keras dari SETARA Institute, yang menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip perlindungan personel penjaga perdamaian.
Serangan Israel Dinilai Langgar Hukum Humaniter Internasional
Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, dalam pernyataan resmi pada Rabu (1/4/2026) menegaskan bahwa serangan militer Israel tersebut bukan sekadar insiden biasa, melainkan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan melemahkan mandat misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
“Aksi militer Israel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, melemahkan pelaksanaan mandat dalam misi UNIFIL, dan mengganggu upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon Selatan,” ujar Halili.
Serangan itu dinilai bertentangan dengan prinsip perlindungan personel penjaga perdamaian yang diatur dalam Konvensi Jenewa 1949. Selain itu, tindakan tersebut melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006 yang mengatur gencatan senjata dan perdamaian di wilayah konflik Lebanon-Israel.
Desakan Investigasi dan Perlindungan Personel Perdamaian
SETARA Institute mendesak Pemerintah Indonesia dan otoritas UNIFIL untuk mengupayakan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas serangan ini dengan akuntabilitas penuh sesuai hukum internasional. Halili juga menegaskan pentingnya prinsip nonrepetition atau ketidakberulangan kejadian serupa agar terjamin keamanan para penjaga perdamaian di masa depan.
“PBB harus menjamin ketidakberulangan dengan menjaga keamanan personel penjaga perdamaian, memberikan perlindungan penuh kepada mereka, serta mengecam keras dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran serius yang dilakukan oleh pasukan militer Israel,” tambah Halili.
Lebih lanjut, SETARA mendorong Pemerintah RI dan TNI untuk memperkuat mekanisme perlindungan personel penjaga perdamaian, termasuk peninjauan ulang aturan pelibatan (rules of engagement) dalam mandat UNIFIL, mitigasi risiko, dan kesiapan evakuasi dalam situasi darurat.
Profil Prajurit TNI yang Gugur dan Dampak Serangan
Ketiga prajurit yang gugur adalah bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL, yaitu Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu M. Nur Ichwan. Mereka tengah menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan ketika serangan terjadi.
Selain tiga korban meninggal, sejumlah prajurit lainnya mengalami luka berat akibat insiden tersebut. SETARA menyampaikan dukacita mendalam dan doa agar para prajurit yang terluka segera pulih serta tetap berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peristiwa ini bukan hanya tragedi kemanusiaan bagi Indonesia, melainkan juga menjadi peringatan keras terhadap tantangan nyata dalam misi penjaga perdamaian PBB. Serangan yang dilakukan oleh negara berdaulat, seperti Israel, terhadap pasukan perdamaian adalah tindakan yang dapat mengguncang kepercayaan global terhadap mekanisme internasional untuk menjaga stabilitas dan perdamaian.
Lebih jauh, insiden ini membuka ruang diskusi tentang perlunya peningkatan perlindungan hukum dan operasional bagi pasukan penjaga perdamaian PBB. Indonesia perlu menjadi agen aktif dalam mendorong reformasi aturan internasional dan peningkatan kemampuan mitigasi risiko dalam misi-misi sejenis, agar keselamatan prajurit yang bertugas di zona konflik dapat terjamin.
Selanjutnya, masyarakat dan pemerintah harus mengikuti perkembangan investigasi UNIFIL dan respons PBB atas serangan ini. Langkah tegas dan transparan sangat penting agar misi perdamaian tidak kehilangan legitimasi dan efektivitasnya di kancah internasional.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai serangan ini, kunjungi sumber resmi Kompas TV dan pantau laporan terbaru dari PBB serta otoritas Indonesia terkait.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0