Purbaya Kritik Desain Coretax yang Bikin Marak Joki dan Kurang Ramah Pengguna
Purbaya memberikan tanggapan tajam terkait maraknya praktik joki di platform Coretax, sebuah sistem pelaporan pajak digital yang tengah banyak digunakan di Indonesia. Menurutnya, masalah tersebut bukan semata-mata karena kelalaian pengguna, melainkan berasal dari kelemahan desain Coretax yang membuat platform ini kurang ramah bagi pengguna umum.
Kelemahan Desain Coretax Jadi Penyebab Utama
Purbaya menjelaskan bahwa desain antarmuka dan pengalaman pengguna (user experience) Coretax masih jauh dari ideal untuk masyarakat luas. Banyak fitur yang dianggap rumit dan membingungkan bagi wajib pajak yang tidak terbiasa dengan teknologi atau pelaporan pajak secara digital. Hal ini membuka peluang bagi munculnya jasa joki Coretax, yang menawarkan bantuan dengan biaya tambahan.
Menurut Purbaya, jika desain Coretax dibuat lebih sederhana, intuitif, dan dilengkapi dengan panduan yang jelas, maka secara otomatis kebutuhan akan joki akan menurun drastis. Ini penting agar wajib pajak dapat melakukan pelaporan secara mandiri tanpa harus bergantung pada pihak ketiga.
Dampak Maraknya Joki Coretax bagi Pengguna dan Pemerintah
Praktik joki Coretax memiliki beberapa dampak negatif, baik bagi pengguna maupun bagi pemerintah, antara lain:
- Pengguna menjadi tidak mandiri dan bergantung pada jasa joki yang seringkali memungut biaya tidak murah.
- Pemerintah
- Terjadi potensi security risk karena pengguna harus memberikan akses data pribadi kepada joki.
Solusi dan Harapan dari Purbaya
Purbaya menekankan perlunya perbaikan menyeluruh pada Coretax agar platform ini dapat menjadi alat yang efektif dan ramah pengguna. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Melakukan redesign antarmuka agar lebih sederhana dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
- Memberikan edukasi dan pelatihan intensif bagi wajib pajak terkait penggunaan Coretax.
- Menambahkan fitur bantuan interaktif, seperti chatbots atau video tutorial.
- Memperketat keamanan data agar pengguna merasa aman dan nyaman menggunakan platform.
Dengan langkah tersebut, Purbaya berharap dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada joki dan meningkatkan kepatuhan pajak secara digital yang lebih sehat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kritik Purbaya terhadap desain Coretax yang kurang ramah pengguna adalah cerminan masalah besar dalam digitalisasi layanan publik di Indonesia. Transformasi digital memang menjanjikan kemudahan, tetapi tanpa desain yang inklusif dan edukasi memadai, malah bisa menimbulkan ketergantungan pada pihak ketiga seperti joki.
Selain itu, maraknya joki bukan hanya persoalan teknis, tapi juga sosial dan ekonomi. Banyak wajib pajak yang mungkin merasa kurang percaya diri atau kesulitan mengoperasikan aplikasi pajak digital, sehingga mencari jalan pintas. Ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pengembangan sistem pajak digital, termasuk peningkatan literasi digital dan sosialisasi yang efektif.
Kedepannya, pemerintah dan pengembang Coretax harus serius menanggapi masukan seperti ini agar digitalisasi pajak benar-benar memberikan manfaat luas dan mengurangi kesenjangan akses layanan publik. Pantauan lebih lanjut atas implementasi perbaikan desain dan edukasi akan sangat menarik untuk diikuti.
Untuk detail lengkap tanggapan Purbaya, Anda dapat membaca artikel asli di Tempo.co.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0