Tanda IQ Rendah Sejak Bayi: Kelahiran Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah Jadi Faktor Utama

Apr 7, 2026 - 10:40
 0  6
Tanda IQ Rendah Sejak Bayi: Kelahiran Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah Jadi Faktor Utama

Tanda IQ rendah bisa terdeteksi sejak bayi, terutama melalui dua faktor kelahiran yang sangat berpengaruh, yaitu kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Demikian hasil review terbaru yang dipublikasikan oleh tim peneliti dari Departemen Ilmu Kesehatan Perawatan Primer Nuffield, Universitas Oxford, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Ad
Ad

Kelahiran Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah, Apa Pengaruhnya pada IQ?

Kelahiran prematur, yakni bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, dan berat badan lahir rendah, yang didefinisikan sebagai berat kurang dari 2,5 kg saat lahir, ternyata berhubungan erat dengan skor kecerdasan yang lebih rendah di kemudian hari. Studi ini menganalisis berbagai penelitian sebelumnya yang mengkaji dampak kedua faktor tersebut terhadap kemampuan belajar, berpikir, dan prestasi akademik sepanjang hidup seseorang.

Para peneliti menemukan bahwa secara umum, individu yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah mendapatkan skor IQ sekitar 10 poin lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang lahir cukup bulan dengan berat badan normal. Perbedaan ini juga tercermin dalam kemampuan membaca, matematika, serta mengeja, serta kecenderungan lebih besar untuk memerlukan dukungan pendidikan khusus.

Dampak Jangka Panjang pada Perkembangan Kognitif dan Pendidikan

Hasil riset menunjukkan bahwa kesenjangan kemampuan kognitif ini paling terlihat pada masa kanak-kanak dan meskipun berkurang saat remaja, perbedaan tersebut tidak sepenuhnya hilang dan masih dapat terlihat hingga dewasa. Selain itu, orang yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah juga berpotensi lebih rendah dalam menyelesaikan jenjang pendidikan formal.

Beberapa poin penting dari temuan ini antara lain:

  • Kelahiran prematur berisiko menghambat perkembangan belajar dan kognisi.
  • Berat badan lahir rendah berkorelasi dengan prestasi akademik yang lebih rendah dan membutuhkan dukungan pendidikan khusus.
  • Perbedaan IQ sekitar 10 poin dibandingkan anak yang lahir cukup bulan dengan berat badan normal.
  • Efek negatif ini berlanjut hingga dewasa, tidak hanya terbatas pada masa kanak-kanak.
  • Kecenderungan untuk tidak menyelesaikan pendidikan formal lebih tinggi pada kelompok ini.

Pentingnya Deteksi dan Dukungan Dini

Peneliti menegaskan bahwa identifikasi dini anak-anak yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah sangat penting untuk memberikan dukungan medis dan pendidikan yang tepat sejak awal. Intervensi jangka panjang dapat membantu meminimalkan dampak negatif terhadap perkembangan kognitif dan hasil pendidikan.

Hal ini juga menandakan perlunya perhatian ekstra dari tenaga kesehatan, pendidik, dan orang tua dalam mendukung pertumbuhan anak-anak yang berisiko agar mereka dapat mencapai potensi terbaiknya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan ini mengingatkan kita bahwa faktor biologis sejak lahir memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan intelektual seseorang. Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional, perhatian khusus pada kelompok anak yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah harus menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan dan kesehatan.

Kelompok ini seringkali terabaikan dan rentan mengalami kesulitan belajar tanpa dukungan yang memadai. Oleh karena itu, program screening dan intervensi dini tidak hanya harus tersedia di pusat kesehatan, tapi juga diterapkan di sekolah-sekolah agar anak-anak tersebut mendapat bimbingan khusus.

Ke depan, penting pula untuk mengkaji lebih dalam bagaimana faktor lingkungan dan sosial berperan memperkuat atau memitigasi dampak kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah terhadap IQ. Masyarakat dan pemerintah harus bekerjasama dalam membangun sistem dukungan komprehensif yang mampu mengoptimalkan potensi anak-anak sejak usia dini.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terkait penelitian ini, simak terus berita kesehatan dan pendidikan terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad