Trump Ejek NATO Macan Kertas dan Kritik Sekutu Tak Mau Perangi Iran

Apr 7, 2026 - 08:30
 0  5
Trump Ejek NATO Macan Kertas dan Kritik Sekutu Tak Mau Perangi Iran

Presiden Donald Trump kembali melontarkan kritik pedas terhadap aliansi militer NATO dan negara-negara sekutunya di luar Eropa atas sikap mereka yang dinilai tidak membantu Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran sejak 28 Februari 2026.

Ad
Ad

Pernyataan ini disampaikan Trump saat konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4), di mana ia tidak hanya menyoroti NATO, tetapi juga menyebut negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Australia yang dianggapnya enggan berkontribusi dalam upaya militer AS.

Trump Sebut NATO "Macan Kertas" dan Kritik Sekutu Asia

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap NATO yang menurutnya hanya "kelihatan kuat" namun tidak menunjukkan aksi nyata mendukung AS. Ia menyebut aliansi ini sebagai "macan kertas", istilah yang menegaskan bahwa kekuatan NATO sebenarnya lemah dalam konteks konflik ini.

"Aliansi itu adalah macan kertas," tegas Trump, seperti dikutip dari AFP.

Selain NATO, Trump juga mengkritik sekutu-sekutu AS di Asia, terutama Korea Selatan dan Jepang, yang menurutnya tidak memberikan dukungan yang berarti meski Amerika Serikat telah menempatkan puluhan ribu pasukan di negara-negara tersebut untuk menjaga keamanan regional, khususnya terhadap ancaman Korea Utara.

  • AS menempatkan sekitar 50.000 tentara di Jepang untuk melindungi dari ancaman Korea Utara.
  • Di Korea Selatan, terdapat 45.000 prajurit AS yang ditempatkan sebagai bagian dari perjanjian keamanan.
  • Namun, Trump menilai kedua negara itu "tak berbuat apa-apa" dalam mendukung perang melawan Iran.

Latar Belakang Konflik AS-Iran dan Dampaknya

Konflik antara AS dan Iran memuncak ketika pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar-besaran yang mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta ribuan warga sipil. Serangan ini menimbulkan ketegangan global dan memicu Iran menutup Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dunia.

Penutupan selat ini berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memperburuk kondisi ekonomi dunia. AS berharap mendapatkan dukungan dari sekutu-sekutunya, namun kekecewaan Trump terhadap sikap pasif mereka semakin memperkeruh hubungan aliansi.

Perselisihan Imperialis dan Isu Greenland

Selain masalah perang, Trump juga mengungkapkan akar perselisihan dengan NATO yang menurutnya berawal dari keinginannya mencaplok Greenland, sebuah wilayah otonom Denmark yang strategis. Trump menyatakan bahwa keinginan tersebut ditolak, sehingga hubungan dengan aliansi ini menjadi renggang.

"Kami menginginkan Greenland. Mereka tidak mau memberikannya kepada kami. Dan saya berkata, 'selamat tinggal'," ujar Trump.

Isu ini menunjukkan bagaimana faktor geopolitik dan kepentingan nasional seringkali memengaruhi dinamika aliansi internasional, terutama dalam konteks konflik besar seperti yang sedang berlangsung saat ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kritik Trump terhadap NATO dan sekutu Asia bukan hanya sekadar keluhan spontan, melainkan mencerminkan ketegangan yang lebih dalam dalam hubungan internasional pasca-konflik Iran. Label "macan kertas" untuk NATO menandakan ketidakpuasan Amerika yang merasa aliansi ini tidak solid saat dibutuhkan.

Lebih jauh, sikap pasif Korea Selatan dan Jepang bisa jadi mencerminkan kekhawatiran mereka terhadap eskalasi konflik yang dapat berdampak langsung pada keamanan regional. Hal ini menunjukkan bahwa meski sekutu, kepentingan nasional masing-masing negara tetap menjadi prioritas utama.

Kedepannya, ketegangan ini berpotensi memicu realokasi strategi militer dan diplomasi AS dalam mempertahankan pengaruhnya, khususnya di kawasan Asia dan Eropa. Para pembaca disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan luar negeri AS serta respons dari NATO dan sekutu-sekutunya dalam mengelola krisis Iran yang masih berlangsung.

Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui sumber asli berita di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad