Prakiraan Pasar Properti 2026: Menyaring Harga Melambung dan Dorong Keberlanjutan

Apr 7, 2026 - 08:50
 0  3
Prakiraan Pasar Properti 2026: Menyaring Harga Melambung dan Dorong Keberlanjutan

Pasar properti tahun 2026 diperkirakan menjadi momen penting untuk konsolidasi dan penyaringan harga yang selama ini melambung tinggi. Proses ini diyakini membuka ruang bagi aset-aset yang memiliki nilai fundamental dan keberlanjutan nyata, sekaligus mengurangi spekulasi yang telah menggelembungkan harga di berbagai segmen properti.

Ad
Ad

Target tinggi perusahaan properti di tengah tantangan pasar

Beberapa perusahaan properti besar yang terdaftar di bursa saham mulai menetapkan target keuntungan ambisius untuk tahun 2026, meskipun pasar masih menghadapi berbagai kesulitan seperti masalah kredit, ketidakpastian ekonomi makro, dan gejolak politik global yang berkelanjutan. Vingroup Corporation menjadi sorotan dengan rencana bisnisnya yang menargetkan pendapatan sebesar 450.000 miliar VND dan laba 25.000 miliar VND, naik signifikan 36% dan 126% dibandingkan tahun 2025.

Fokus utama Vingroup tetap pada segmen real estat perumahan, terutama proyek-proyek di Kota Ho Chi Minh dan kota besar lainnya, dengan pendekatan pengembangan kota terintegrasi berstandar ESG++ yang mengedepankan konsep hijau, cerdas, dan berkelanjutan. Selain itu, mereka juga mengembangkan perumahan sosial dan proyek dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk mendukung urbanisasi yang sehat.

Sementara itu, Sunshine Homes Development Joint Stock Company mengumumkan rencana pendapatan menurun 54% menjadi 500 miliar VND, namun proyeksi laba sebelum pajak hingga 4.500 miliar VND, sembilan kali lipat dari pendapatan, menandai rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan. Strategi ini didasarkan pada analisis mendalam pasar dan kapasitas internal perusahaan.

Begitu juga Novaland Group, yang menargetkan pemulihan kuat dengan proyeksi pendapatan bersih mencapai 22.715 miliar VND, naik lebih dari tiga kali lipat dari tahun 2025. Novaland berencana mempercepat pembangunan dan penyerahan sejumlah proyek besar seperti Aqua City, NovaWorld Phan Thiet, dan NovaWorld Ho Tram, serta menyelesaikan penerbitan sertifikat untuk banyak proyek properti.

Penyaringan nilai dan tantangan pasar properti Vietnam

Menurut Dr. Nguyen Van Dinh, Wakil Presiden Asosiasi Real Estat Vietnam, pasar properti secara fisik tetap positif setelah lebih dari dua dekade berkembang, didukung oleh peningkatan investasi publik pada 2024-2025. Namun, pasar masih menghadapi penyakit bawaan seperti ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan, ketidaksesuaian segmen pasar, serta kualitas produk yang belum memadai.

Pasokan investasi properti yang jauh melebihi kebutuhan perumahan aktual menjadi masalah utama, ditambah hambatan kelembagaan yang membatasi ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dr. Dinh memperingatkan bahwa tanpa perbaikan segera, risiko krisis atau kebangkrutan di sektor properti sangat mungkin terjadi.

Di sisi lain, Pham Lam, CEO DKRA Group, menekankan perlunya pandangan komprehensif dan solusi terpadu untuk menghadapi tekanan mikro dan makro pasar, bukan hanya reaksi individual terhadap fluktuasi.

Sementara itu, Profesor Madya Tran Dinh Thien, mantan Direktur Institut Ekonomi Vietnam, menyoroti tekanan ganda pasar properti saat ini, yakni kenaikan suku bunga pinjaman dan ruang kebijakan moneter yang semakin sempit. Ia menyarankan bisnis properti untuk merestrukturisasi sistem pendanaan dengan mengurangi ketergantungan pada kredit bank dan lebih mengandalkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan utama.

Dari segi kebijakan, Profesor Thien berharap pemerintah dapat mengatur aliran modal secara tepat, menghindari investasi berlebihan di sektor properti, dan memprioritaskan sektor produksi serta bisnis. Penanganan tegas terhadap proyek terhenti, pembukaan sumber daya, dan fokus pada model pembangunan baru serta perumahan sosial menjadi kunci penguatan pasar.

Peran regulasi dan transparansi dalam konsolidasi pasar

Vo Huynh Tuan Kiet, Direktur Pemasaran Proyek Perumahan CBRE Vietnam, percaya bahwa tahun 2026 akan menjadi masa konsolidasi pasar properti yang kuat, didorong oleh penerapan hukum dan regulasi baru secara simultan. Pasar akan menyaring nilai-nilai yang berlebihan dan membuka jalan bagi aset dengan keberlanjutan tinggi.

Ia menambahkan bahwa pengembang akan terdorong untuk mengubah strategi bisnis dan diversifikasi sumber modal, terutama dengan meningkatkan akses ke modal hijau yang ramah lingkungan.

Transparansi pasar menjadi sorotan utama, dengan setiap meter persegi tanah diidentifikasi melalui "kartu identitas" yang mengontrol hak kepemilikan dan membatasi praktik pendaftaran tanah atas nama pihak lain. Implementasi sistem data perencanaan (GIS) dan pembayaran digital diyakini dapat menghapus praktik "penetapan harga dua tingkat" sehingga harga tanah lebih mencerminkan kondisi nyata pasar.

Usulan kebijakan untuk mendukung pasar properti

Le Hoang Chau, Ketua Asosiasi Real Estat Kota Ho Chi Minh (HoREA), mengajukan beberapa usulan kebijakan untuk mengatasi kendala pembiayaan properti. Salah satunya adalah penghapusan atau penyesuaian Pasal 8, 9, dan 10 dalam Surat Edaran 39/2016/TT-NHNN yang mengatur pemberian pinjaman oleh lembaga kredit dan cabang bank asing.

HoREA mengusulkan agar individu dan organisasi diizinkan meminjam modal untuk menambah modal, membeli saham, atau ekuitas di perusahaan terbatas yang tidak terdaftar, karena hal ini merupakan kebutuhan modal yang sah dan mendukung prinsip kesetaraan antar bisnis. Selain itu, perluasan cakupan peminjam yang memenuhi syarat berdasarkan kontrak investasi dan kerja sama bisnis juga diharapkan mampu memberikan dukungan modal sejak proyek mendapat persetujuan investasi, bukan hanya setelah memenuhi persyaratan bisnis.

Usulan lainnya adalah pemberian pinjaman yang lebih fleksibel untuk menutupi kekurangan keuangan, yang dapat menjadi solusi pembiayaan ulang untuk mengurangi tekanan utang dan menambah modal bagi kegiatan produksi dan bisnis.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, prakiraan pasar properti 2026 sebagai periode konsolidasi adalah momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan. Penyaringan harga yang berlebihan bukan hanya akan menyehatkan pasar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi aset dengan nilai fundamental dan keberlanjutan untuk bertahan dan berkembang, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hunian dan investasi jangka panjang.

Namun, tantangan utama tetap pada kemampuan pengembang dan investor dalam beradaptasi dengan regulasi baru, menyesuaikan strategi pendanaan, dan menerapkan standar pembangunan berkelanjutan. Pemerintah pun perlu terus mengawal kebijakan yang mendorong transparansi, pengendalian spekulasi, serta mendukung akses pembiayaan yang sehat dan inklusif.

Ke depan, pelaku pasar wajib memiliki visi jangka panjang dan kesiapan menghadapi restrukturisasi mendalam. Mereka yang mampu memanfaatkan peluang dari perubahan regulasi dan tren keberlanjutan akan menjadi pemenang di pasar properti yang lebih stabil dan sehat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pasar properti dan strategi investasi, Anda dapat membaca laporan lengkap di situs resmi Vietnam.vn serta mengikuti update dari media terpercaya seperti CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad