Reza Pahlavi Kesal Iran Masih Kuat Hadapi Tekanan Amerika Serikat

Apr 10, 2026 - 12:40
 0  2
Reza Pahlavi Kesal Iran Masih Kuat Hadapi Tekanan Amerika Serikat

Reza Pahlavi, putra Raja Iran Shah Reza Pahlavi, menyatakan rasa kecewanya karena negaranya masih kuat melawan tekanan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan saat ia berbicara kepada media Perancis LCI, seperti dikutip dari CNN Indonesia pada Rabu (8/4/2026).

Ad
Ad

Dalam wawancaranya, Reza Pahlavi mempertanyakan perubahan rezim di Iran yang menurutnya tidak berubah secara substansial. "Apa perubahan rezim? Mereka orang-orang yang sama—meskipun mungkin melemah," ujarnya secara kritis.

Kritik Terhadap Rakyat Iran dan Pemerintah Republik Islam

Lebih jauh, Pahlavi mengecam sikap sebagian rakyat Iran yang dianggapnya diam dan tidak melawan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Ia menyayangkan ketidakaktifan rakyat menghadapi kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai "agen kriminal asing" yang berafiliasi dengan rezim teokrasi Iran, termasuk kelompok seperti Hashd Al Shaabi, Hizbullah Lebanon, serta para teroris dari Afghanistan dan Pakistan yang menurutnya beroperasi di jalan-jalan Iran.

"Bagaimana kalian bisa tetap diam dan tidak bertindak dalam menghadapi agen-agen kriminal asing yang berafiliasi dengan Republik Islam yang berpawai dan membual di jalan-jalan Iran?" tegasnya melalui laman resminya, rezapahlavi.or.id, Selasa (7/4).

Ia juga menyerukan rakyat Iran untuk bangkit dan melawan pemerintahannya sendiri demi masa depan bangsa.

Seruan untuk Melawan Rezim dan Mempertahankan Kehormatan Nasional

Reza Pahlavi mengajak masyarakat Iran untuk mengingat kembali sumpah nasional dan patriotik mereka. Ia menyerukan agar rakyat turun ke medan perang melawan rezim dan tentara bayaran asing yang mendukungnya.

"Ingatlah sumpah dan komitmen nasional serta patriotik Anda. Turunlah ke medan perang. Bela kehormatan dan kredibilitas tentara nasional Iran melawan Republik Islam dan tentara bayaran asingnya," kata Reza Pahlavi.

Selain itu, ia menuntut agar angkatan bersenjata Iran mengambil peran nasional yang lebih tegas dan memenuhi kewajiban mereka kepada bangsa dan tanah air.

"Dan kepada kalian, bangsa Iran yang agung: Dengan suara lantang, tuntut peran nasional dari angkatan bersenjata. Mintalah mereka untuk memenuhi kewajiban mereka kepada tanah air dan bangsa. Sebelum terlambat, berdirilah bersama bangsa dan selamatkan Iran," tambahnya.

Latar Belakang dan Posisi Reza Pahlavi

Sejak Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan monarki, Reza Pahlavi terpaksa hidup di pengasingan dan belum pernah kembali ke tanah kelahirannya. Baru-baru ini, ia muncul ke publik kembali di tengah demonstrasi besar yang terjadi di Iran serta serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Reza Pahlavi memberikan dukungan kepada aksi protes dan serangan militer tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim teokrasi.

Namun, posisi Reza Pahlavi di mata rakyat Iran saat ini masih sangat lemah. Selain tidak pernah menginjakkan kaki kembali di Iran sejak 1979, kedekatannya dengan Israel—musuh utama Republik Islam Iran—menjadikannya sosok yang kontroversial dan kurang mendapat dukungan luas di dalam negeri.

Implikasi dan Situasi Terkini

  • Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut di tengah konflik regional dan serangan militer sporadis.
  • Demonstrasi besar di Iran menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap rezim dan tekanan luar negeri.
  • Reza Pahlavi mencoba memposisikan diri sebagai simbol oposisi dan harapan perubahan, meskipun menghadapi tantangan legitimasi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Reza Pahlavi yang kecewa dengan kekuatan Iran menghadapi tekanan AS sebenarnya mengandung ironi yang mendalam. Ia tidak puas melihat keberlangsungan rezim yang dianggapnya lemah namun tetap bertahan, sementara ia berharap adanya perubahan drastis yang selama ini belum terjadi.

Seruannya kepada rakyat Iran untuk melawan rezim dan meminta angkatan bersenjata berperan aktif menunjukkan adanya ketegangan internal yang berpotensi memicu konflik lebih luas dalam negeri. Namun, dukungannya yang dekat dengan Israel dan tidak pernah kembali ke Iran membuatnya sulit memperoleh simpati mayoritas rakyat yang masih sangat nasionalis dan anti-intervensi asing.

Ke depan, penting untuk mengamati bagaimana dinamika oposisi dalam negeri Iran berkembang, terutama apakah muncul figur baru yang lebih diterima rakyat dan mampu menyatukan aspirasi perubahan tanpa stigma keterlibatan asing. Sementara itu, tekanan militer dan diplomatik dari AS dan sekutunya akan terus menjadi faktor kunci dalam menentukan arah politik Iran di tahun-tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad