Mengapa Iran Gunakan Yuan untuk Pungut Tarif di Selat Hormuz? Ini Alasannya

Apr 22, 2026 - 14:51
 0  13
Mengapa Iran Gunakan Yuan untuk Pungut Tarif di Selat Hormuz? Ini Alasannya

Selat Hormuz kembali menjadi titik strategis yang mendapat sorotan dunia setelah Iran mulai menerapkan penggunaan mata uang Yuan China dalam pungutan tarif tol bagi kapal tanker yang melintas. Langkah ini terjadi setelah Iran sempat menutup Selat Hormuz selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, yang memperumit lalu lintas perdagangan internasional terutama minyak dari Timur Tengah.

Ad
Ad

Selama ini, perdagangan minyak dunia dominan menggunakan dolar AS sebagai mata uang utama transaksi. Namun, keputusan Iran untuk menggunakan Yuan bukan hanya simbolis, melainkan bagian dari strategi geopolitik dan ekonomi yang lebih luas. Menurut ekonom Harvard sekaligus mantan kepala ekonom IMF, Kenneth Rogoff, langkah Iran ini memiliki dua tujuan utama:

  1. Menghindari sanksi AS yang selama ini membatasi transaksi internasional Iran.
  2. Memperkuat hubungan ekonomi dengan China, yang merupakan salah satu pembeli minyak terbesar Iran.

Penggunaan Yuan dalam transaksi energi memungkinkan Iran untuk menghindari sistem keuangan berbasis dolar AS, khususnya SWIFT, yang sering digunakan Washington untuk menjatuhkan sanksi. Dengan kata lain, Yuan menjadi alat transaksi alternatif yang mengurangi ketergantungan pada dolar.

Yuan sebagai Strategi De-Dolarisasi dan Pengaruh China

Menurut laman US-China Economic Security, Yuan dipromosikan sebagai solusi transaksi internasional di luar jangkauan sistem keuangan AS. Transaksi minyak dengan Yuan atau yang dikenal sebagai petro-yuan ini memperkuat posisi China sebagai pemain kunci dalam perdagangan energi global dan memberikan Iran alternatif untuk tetap menjual minyaknya tanpa bergantung pada dolar.

Iran tidak hanya mendapatkan keuntungan dari harga minyak yang relatif lebih murah bagi China, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam upaya Beijing melemahkan dominasi ekonomi global yang dipimpin AS. Ini terlihat dari dukungan kedua negara dalam organisasi multilateral seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), yang menjadi alternatif terhadap tatanan dunia yang lama.

Dampak Geopolitik dan Ekonomi di Teluk Persia

Media Iran, Pars Today, menyebut bahwa tekanan dan perang ekonomi terhadap Iran justru mempercepat proses de-dolarisasi di kawasan Teluk Persia. Negara-negara di wilayah ini mulai mencari opsi lain selain dolar AS dalam transaksi perdagangan mereka, memberikan momentum besar bagi Yuan dan China.

  • Iran memanfaatkan Yuan untuk pungutan tarif dalam Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia.
  • China mendapatkan akses minyak dengan harga lebih kompetitif sekaligus memperluas pengaruhnya di Timur Tengah.
  • Langkah ini menantang dominasi dolar AS dalam perdagangan energi global.
  • Memberi tekanan geopolitik baru bagi AS dan sekutunya yang bergantung pada kontrol finansial.

"Iran serius memilih Yuan untuk menghindari sanksi AS dan memperkuat hubungan dengan China," ujar Kenneth Rogoff, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Langkah ini juga mendapat perhatian luas karena Selat Hormuz adalah jalur vital yang menghubungkan produksi minyak terbesar dunia dengan pasar global. Penarikan penggunaan dolar dan pengenalan Yuan sebagai mata uang transaksi baru menandai pergeseran signifikan dalam dinamika perdagangan dan politik internasional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keputusan Iran menggunakan Yuan untuk pungut tarif di Selat Hormuz bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga merupakan game-changer di arena geopolitik global. Ini menunjukkan bagaimana negara-negara yang terkena sanksi mencoba mencari celah dan alternatif sistem keuangan yang selama ini didominasi oleh AS.

Selain itu, langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa China semakin agresif memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, sebuah wilayah yang selama ini menjadi arena persaingan kekuatan besar. Dengan Yuan, China tidak hanya mengamankan pasokan energi, tapi juga melemahkan posisi dolar AS dalam perdagangan minyak dunia.

Ke depan, kita perlu mengawasi bagaimana respons AS dan negara-negara Barat terhadap langkah ini. Akankah mereka memperketat sanksi atau mencari cara baru untuk mempertahankan dominasi finansial? Sementara itu, negara-negara Teluk lain mungkin akan mengikuti jejak Iran dalam mencari alternatif mata uang, yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi dan politik regional secara signifikan.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, kunjungi sumber asli CNN Indonesia dan pantau berita internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad