Banjir Luapan Sungai Welang Terjang 100 KK di Kota Pasuruan, Ini Dampaknya

Apr 23, 2026 - 15:40
 0  6
Banjir Luapan Sungai Welang Terjang 100 KK di Kota Pasuruan, Ini Dampaknya

Banjir luapan Sungai Welang telah menyebabkan dampak signifikan bagi warga Kota Pasuruan, Jawa Timur. Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut setelah hujan lebat mengguyur pada Selasa (21/4) petang, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada Kamis.

Ad
Ad

Banjir Melanda Tujuh Kelurahan di Pasuruan

BNPB mengonfirmasi bahwa banjir ini menggenangi permukiman warga dan akses jalan di tujuh kelurahan di Kota Pasuruan. Wilayah terdampak meliputi:

  • Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo
  • Kelurahan Petamanan, Kebonsari, dan Kandang Sapi di Kecamatan Panggungrejo
  • Kelurahan Wirogunan, Puturejo, dan Purworejo di Kecamatan Purworejo

Setidaknya 100 rumah di area tersebut sempat terendam air banjir. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan akses transportasi menjadi terbatas.

Respons Cepat BPBD dan BNPB

Menanggapi situasi tersebut, personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kota Pasuruan langsung diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan perangkat desa setempat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan:

"Personel di lapangan juga melakukan pemantauan ketinggian genangan secara berkala serta distribusi logistik kepada warga terdampak. Kondisi pada Rabu (22/4), cuaca terpantau hujan ringan dan banjir telah surut."

Upaya ini penting agar penanganan terhadap penyintas dapat berjalan maksimal serta mendukung langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat wilayah tersebut masih mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

Provinsi Jawa Timur saat ini berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025 yang berlaku hingga 1 Mei 2026. Status ini menegaskan kesiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi risiko bencana akibat cuaca ekstrem dan banjir yang kerap terjadi di musim hujan.

Dengan status siaga ini, diharapkan koordinasi antar instansi terkait dapat berjalan efektif untuk memberikan perlindungan dan bantuan cepat kepada masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di masa depan.

Potensi Banjir Susulan dan Langkah Mitigasi

Curah hujan yang masih ringan namun konstan berpotensi memicu banjir susulan di wilayah yang sama. Oleh karena itu, BNPB dan BPBD terus melakukan pemantauan intensif di lapangan, termasuk ketinggian genangan dan kondisi drainase.

Selain distribusi logistik, pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap kemungkinan banjir kembali muncul. Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari aparat desa dan pemerintah setempat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir di Kota Pasuruan ini bukan hanya soal dampak langsung terhadap 100 KK saja, melainkan juga menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat terkait pengelolaan tata ruang dan mitigasi bencana hidrometeorologi yang harus diperkuat. Meluapnya Sungai Welang menunjukkan bahwa infrastruktur pengendalian banjir dan sistem drainase di wilayah tersebut masih perlu evaluasi serius agar tidak kembali terjadi kerugian serupa ke depan.

Lebih jauh, status siaga darurat yang berlaku hingga Mei 2026 harus dioptimalkan sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas respons cepat dan edukasi masyarakat agar lebih tanggap menghadapi bencana. Pemerintah juga perlu mendorong kolaborasi lintas sektor dan penggunaan teknologi pemantauan cuaca agar prediksi dan mitigasi banjir dapat dilakukan secara lebih efektif.

Ke depan, masyarakat dan pihak berwenang harus bersama-sama menjaga lingkungan, memperbaiki saluran air, dan menghindari pembangunan di zona rawan banjir agar potensi bencana dapat diminimalisir. Terus ikuti perkembangan situasi banjir dan langkah mitigasi melalui sumber resmi seperti BNPB dan BPBD Jawa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad