Perintah Baru Trump di Selat Hormuz: Tembak dan Bunuh Kapal Ranjau Iran

Apr 24, 2026 - 10:06
 0  5
Perintah Baru Trump di Selat Hormuz: Tembak dan Bunuh Kapal Ranjau Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah tegas yang semakin memanaskan situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Dalam unggahan di Truth Social pada Kamis (23/4/2026), Trump menyatakan Angkatan Laut AS diperintahkan untuk "menembak dan membunuh kapal manapun yang kedapatan memasang ranjau" di perairan tersebut.

Ad
Ad

Lebih jauh, Trump menginstruksikan kapal penyapu ranjau Amerika untuk meningkatkan operasi pembersihan hingga tiga kali lipat guna memastikan jalur pelayaran bebas dari ancaman ranjau.

Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah titik strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan Samudra Hindia. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini, menjadikannya sangat krusial bagi ekonomi global.

Namun, sejak pecahnya konflik antara AS dan Iran pada akhir Februari, jalur pelayaran ini mengalami gangguan besar. Iran secara efektif menutup akses dengan memasang ranjau dan memperketat kontrol, sementara AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran di sekitar selat sebagai tekanan agar Teheran kembali ke meja perundingan.

Menurut Komando Pusat AS, hingga kini 31 kapal telah diarahkan berbalik arah dari Selat Hormuz sebagai bagian dari blokade tersebut. Trump menegaskan bahwa kendali atas selat kini sepenuhnya di tangan Amerika Serikat.

"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Tidak ada kapal yang dapat masuk atau keluar tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Jalur itu 'tertutup rapat,' sampai Iran mampu membuat sebuah KESEPAKATAN!!!" tulis Trump.

Dampak Blokade terhadap Lalu Lintas Kapal dan Pasokan Minyak

Data pelacakan dari LSEG menunjukkan hanya ada delapan kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu (termasuk tiga kapal tanker minyak), jauh di bawah kondisi normal di mana lebih dari 100 kapal melintas setiap hari.

  • Penurunan drastis lalu lintas kapal tanker mempengaruhi pasar minyak global.
  • Pasokan minyak dunia berpotensi terganggu jika ketegangan berlanjut dan selat tetap ditutup.
  • Risiko konflik militer semakin meningkat karena perintah tegas dari AS terhadap kapal-kapal yang memasang ranjau.

Respons Iran dan Situasi Politik Terkini

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak akan terjadi selama blokade AS masih berlangsung.

"Pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan selama blokade Amerika Serikat masih berlangsung," ucap Ghalibaf.

Perintah terbaru Trump tersebut sekaligus mempertegas sikap keras Washington dalam menghadapi Iran. Sebelumnya, gencatan senjata yang rapuh dan perundingan antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir pekan ini, namun Trump memperpanjangnya secara sepihak sebagai bagian dari tekanan diplomatik.

Trump juga membagikan ulang artikel opini dari Washington Post berjudul "Trump doesn't need a deal to get what he wants from Iran" dengan komentar "Sangat benar!!!" memperlihatkan keyakinannya bahwa AS dapat menekan Iran tanpa harus mencapai kesepakatan langsung.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, perintah "tembak dan bunuh" yang dikeluarkan Trump bukan hanya sebuah penyataan militer keras, melainkan juga strategi tekanan maksimum yang berisiko memperdalam konflik di kawasan Teluk Persia. Dengan kendali penuh atas Selat Hormuz, AS ingin memastikan dominasi dalam jalur minyak yang sangat vital, namun langkah ini bisa memicu eskalasi militer yang tidak diinginkan.

Selain itu, blokade yang dilakukan AS berpotensi memperburuk kondisi ekonomi global akibat terganggunya pasokan minyak. Jika situasi ini terus berlarut, harga energi dunia bisa melonjak, memicu ketidakstabilan pasar dan ketegangan geopolitik lebih luas.

Untuk pembaca, penting memantau perkembangan situasi ini karena dampaknya tidak hanya terbatas pada kawasan Teluk, tetapi juga pada keamanan energi dunia dan hubungan internasional. Perundingan damai yang selama ini diupayakan harus menjadi fokus utama agar konflik ini tidak berubah menjadi perang terbuka.

Lebih lengkap, Anda dapat mengikuti perkembangan terbaru dari sumber aslinya di CNBC Indonesia serta laporan internasional terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad