Banjir Kali Ciputat Picu Warga Taman Mangu Tangsel Mulai Tinggalkan Rumah

May 4, 2026 - 09:40
 0  3
Banjir Kali Ciputat Picu Warga Taman Mangu Tangsel Mulai Tinggalkan Rumah

Banjir berulang dari Kali Ciputat kembali mengganggu kehidupan warga di kawasan Taman Mangu Indah, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Fenomena ini membuat sebagian rumah di kawasan tersebut mulai kosong dan dijual, karena warga memilih meninggalkan tempat tinggalnya akibat risiko banjir yang semakin tinggi.

Ad
Ad

Pantauan langsung Kompas.com pada Minggu, 3 Mei 2026, menunjukkan deretan rumah dengan spanduk "dijual" di sejumlah titik di Taman Mangu. Rumah-rumah yang berada tepat di seberang Kali Ciputat menjadi yang paling terdampak oleh genangan air yang kerap datang, bahkan saat hujan tidak deras.

Banjir Berulang dan Dampaknya pada Warga Taman Mangu

Banjir di kawasan ini bukanlah peristiwa baru, tetapi frekuensinya meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyebabkan sejumlah warga yang sebelumnya bertahan mulai menyerah dan memilih menjual rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

"Saya sudah tidak kuat lagi menghadapi banjir yang datang terus-menerus, meskipun hujan ringan saja," kata salah satu warga yang rumahnya sudah dipasangi spanduk dijual.

Sementara itu, masih ada beberapa warga yang memilih bertahan meski menghadapi risiko dan ketidaknyamanan yang terus menerus. Kondisi rumah mereka menunjukkan bekas-bekas genangan air berwarna coklat yang menempel di dinding dan pagar, tanda jelas bahwa banjir masih menjadi ancaman nyata di sana.

Jejak Air dan Kerusakan pada Rumah

Di beberapa rumah yang masih dihuni, bekas genangan air terlihat mencapai sekitar 30 sentimeter. Warna coklat pada dinding dan pagar merupakan bukti bahwa air kali Ciputat sudah masuk ke dalam rumah, merusak properti dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuninya.

  • Genangan air yang kerap datang membuat banyak rumah mengalami kerusakan struktural
  • Warga menghadapi risiko kesehatan akibat lingkungan yang lembab dan kotor
  • Nilai properti menurun drastis karena risiko banjir yang tinggi
  • Pemilik rumah mulai menjual aset mereka untuk pindah ke lokasi yang lebih aman

Fenomena ini menjadi peringatan serius mengenai pengelolaan lingkungan dan tata ruang di kawasan sekitar Kali Ciputat, yang jika tidak segera ditangani akan merugikan lebih banyak warga dan menurunkan kualitas hidup mereka.

Upaya dan Harapan dari Warga dan Pemerintah

Warga berharap ada tindakan konkrit dari pemerintah kota Tangerang Selatan untuk mengatasi persoalan banjir, seperti perbaikan sistem drainase, normalisasi Kali Ciputat, dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang efektif.

"Kami butuh solusi yang nyata, bukan hanya janji. Kalau banjir terus terjadi, bagaimana kami bisa tinggal dan beraktivitas dengan tenang?" ujar seorang warga lain yang masih bertahan.

Sementara itu, pemerintah setempat telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pengelolaan sungai dan sistem drainase di wilayah tersebut, meski realisasi dan dampaknya belum sepenuhnya terlihat oleh warga.

Menurut laporan Kompas.com, kondisi ini membutuhkan perhatian ekstra agar warga tidak terus menjadi korban dari persoalan banjir yang seharusnya dapat diminimalisir.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena warga Taman Mangu yang mulai meninggalkan rumahnya akibat banjir berulang dari Kali Ciputat mencerminkan kegagalan pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang sistemik. Ini bukan hanya masalah lokal, melainkan cermin dari tantangan perkotaan yang dihadapi banyak kota besar di Indonesia.

Jika tidak ada langkah terintegrasi dan berkelanjutan, dampak sosial ekonomi akan semakin memburuk. Selain hilangnya aset warga, ada risiko perpindahan warga secara besar-besaran yang dapat menimbulkan masalah sosial baru, seperti kemiskinan dan kepadatan di wilayah lain.

Publik dan pemerintah harus memperhatikan bahwa solusi jangka pendek seperti normalisasi sungai saja tidak cukup. Dibutuhkan perencanaan kota yang adaptif dan berorientasi lingkungan serta keterlibatan aktif warga dalam mitigasi risiko bencana.

Ke depan, pengawasan ketat terhadap pembangunan di sekitar kawasan sungai dan peningkatan kapasitas sistem drainase akan menjadi kunci utama untuk menghindari tragedi serupa. Warga Taman Mangu dan daerah rawan banjir lain di Tangsel perlu didukung dengan kebijakan yang berpihak pada keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Lebih jauh, pembaca disarankan untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait penanganan banjir Kali Ciputat melalui sumber berita terpercaya, agar dapat memahami sejauh mana upaya pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad