Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

May 5, 2026 - 13:50
 0  4
Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, BI Pastikan Stabilitas Terjaga

Nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp17.400 per dolar AS, menjadi salah satu level terlemah dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus hadir di pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental ekonomi domestik.

Ad
Ad

Bank Indonesia Pastikan Intervensi di Pasar Valuta Asing

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea, menyatakan bahwa pelemahan rupiah saat ini tidak berdiri sendiri. Hal ini terjadi seiring dengan depresiasi mayoritas mata uang negara berkembang lainnya akibat dampak konflik geopolitik yang terus berkecamuk di Timur Tengah.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya," ujar Erwin dalam keterangan resmi, Selasa (5/5).

Pergerakan rupiah pada perdagangan Selasa pagi tercatat melemah 17 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.410 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih kuat, didorong oleh sentimen eksternal terutama ketidakpastian global yang makin meningkat karena eskalasi konflik geopolitik.

Tekanan Global dan Dampaknya pada Mata Uang Negara Berkembang

Erwin menjelaskan, sejak awal konflik geopolitik di Timur Tengah, tekanan terhadap mata uang negara berkembang cukup merata. Beberapa mata uang yang juga melemah antara lain:

  • Philippine peso melemah 6,58 persen
  • Thailand baht melemah 5,04 persen
  • India rupee melemah 4,32 persen
  • Chile peso melemah 4,24 persen
  • Rupiah melemah 3,65 persen
  • Korea won melemah 2,29 persen

BI mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui beberapa instrumen, antara lain transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah intervensi ini dilakukan secara konsisten untuk menahan gejolak nilai tukar di tengah tekanan global yang belum mereda.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," tambah Erwin.

Analisis Analis: Penguatan Dolar AS dan Ketegangan Geopolitik Tekan Rupiah

Sejumlah analis sepakat bahwa penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menekan rupiah dan mata uang Asia lainnya. Lukman Leong, analis mata uang DOO Financial Futures, memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan, namun pelemahannya akan terbatas karena pasar menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026 Indonesia.

Sementara itu, analis mata uang Ibrahim Assuaibi menilai sentimen negatif terhadap rupiah dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait upaya pembebasan kapal di Selat Hormuz, yang memperburuk ketegangan Timur Tengah dan Eropa Timur.

Menurut laporan CNN Indonesia, penguatan dolar AS ini didorong oleh kekhawatiran pasar akan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan dan dampaknya terhadap perekonomian global.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelemahan rupiah yang menembus Rp17.400 per dolar AS bukan sekadar masalah fluktuasi nilai tukar biasa, melainkan mencerminkan vulnerabilitas Indonesia terhadap ketegangan geopolitik global. Tekanan yang datang dari luar negeri ini menuntut Bank Indonesia untuk terus sigap melakukan intervensi agar nilai rupiah tidak jatuh ke level yang lebih berbahaya bagi stabilitas ekonomi.

Selain itu, pelemahan rupiah juga berdampak pada inflasi karena biaya impor yang meningkat, yang pada akhirnya bisa mengganggu daya beli masyarakat. Pemerintah dan BI perlu bersiap dengan kebijakan yang mampu menahan dampak negatif tersebut, termasuk memperkuat fundamental ekonomi melalui peningkatan ekspor dan investasi dalam negeri.

Ke depan, para pelaku pasar dan pengambil kebijakan harus terus memantau dinamika geopolitik global dan respons BI di pasar valas. Stabilitas rupiah menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan menghindari gejolak ekonomi yang lebih luas di masa mendatang.

Untuk informasi terbaru dan analisis mendalam lainnya, selalu ikuti perkembangan berita dari sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad