Perut Buncit Meski Berat Badan Normal? Waspadai Risiko Gangguan Metabolik
Jakarta, CNBC Indonesia – Pernah merasa berat badan tetap stabil, tapi celana mulai terasa sesak di bagian pinggang? Atau angka di timbangan tidak naik signifikan, namun lingkar perut terus bertambah? Fenomena ini sering dianggap sepele oleh banyak orang karena berat badan masih dianggap aman. Namun, perut buncit meski berat badan normal bisa menjadi indikator awal gangguan metabolik yang perlu diwaspadai.
Risiko Gangguan Metabolik dari Lemak Perut
Menurut dr. Shiela Stefani dari Mayapada Hospital Bandung, penumpukan lemak di area perut berisiko meningkatkan gangguan metabolik seperti gula darah tinggi, kolesterol, hipertensi, hingga fatty liver.
"Banyak orang mengira risiko metabolik hanya terjadi pada orang dengan berat badan berlebih, padahal lemak di area perut juga perlu diwaspadai meski berat badan terlihat normal," jelas dr. Shiela, Selasa (19/5/2026).
Fokus berlebihan pada angka timbangan sering membuat lingkar perut terabaikan, padahal lemak visceral yang menumpuk di perut berkaitan erat dengan risiko penyakit metabolik serius.
Kenali Pertumbuhan Lingkar Perut sebagai Tanda Awal
Gangguan metabolik dan fatty liver biasanya berkembang perlahan tanpa gejala jelas. Banyak pasien baru menyadari kondisinya setelah pemeriksaan kesehatan rutin menunjukkan perubahan. Oleh karena itu, perubahan sederhana seperti lingkar pinggang yang membesar dan celana yang semakin ketat bisa menjadi sinyal awal risiko kesehatan.
Pengukuran lingkar perut menjadi langkah mudah dan efektif untuk mendeteksi risiko metabolik sejak dini. Namun, pengukuran ini harus diiringi evaluasi faktor lain seperti:
- Gula darah
- Kadar kolesterol
- Tekanan darah
- Pola makan dan aktivitas fisik
- Komposisi tubuh secara keseluruhan
Peran Liver and Metabolic Wellness Center (LMWC)
Untuk membantu masyarakat memahami kondisi metabolik dan kesehatan hati secara menyeluruh, Mayapada Hospital Bandung menyediakan Liver and Metabolic Wellness Center (LMWC). LMWC menawarkan perawatan komprehensif yang fokus pada deteksi dini dan pengelolaan risiko obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.
Fasilitas ini didukung oleh tim dokter multidisiplin dan teknologi modern seperti elastografi FibroScan® untuk pemeriksaan hati non-invasif dan Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik.
LMWC merupakan bagian dari Gastrohepatology Center yang hadir di berbagai unit Mayapada Hospital di Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, dan segera di Jakarta Timur.
Langkah Mudah untuk Memantau Kesehatan Metabolik
Selain pemeriksaan langsung, Mayapada Hospital juga menyediakan fitur digital seperti Health Articles and Tips di MyCare, dan fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access. Fitur ini membantu memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI) secara praktis.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, fenomena perut buncit tanpa kenaikan berat badan merupakan warning sign yang sering diabaikan masyarakat. Berfokus hanya pada angka timbangan sebagai indikator kesehatan adalah pendekatan kuno yang berisiko menyebabkan keterlambatan deteksi gangguan metabolik yang serius.
Dengan gaya hidup modern yang cenderung kurang bergerak dan pola makan tinggi kalori, risiko lemak perut meningkat meski berat badan tetap normal. Ini berarti banyak orang berpotensi mengalami gangguan metabolik tanpa disadari. Oleh karena itu, pengukuran lingkar perut dan pemeriksaan metabolik menyeluruh harus menjadi bagian dari rutinitas kesehatan masyarakat.
Ke depan, penting untuk meningkatkan edukasi publik tentang pentingnya deteksi dini gangguan metabolik melalui pendekatan holistik. Layanan seperti LMWC di Mayapada Hospital menjadi model yang dapat diadopsi oleh fasilitas kesehatan lain untuk mengatasi tren ini.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi sumber asli berita di CNBC Indonesia dan simak juga berita kesehatan terpercaya lainnya di Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0