Uang Rp1,54 Miliar Terendam Banjir, BI Tegal Bantu Penukaran Lewat Aplikasi PINTAR

Jul 3, 2026 - 14:10
 0  1
Uang Rp1,54 Miliar Terendam Banjir, BI Tegal Bantu Penukaran Lewat Aplikasi PINTAR

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Tegal memberikan layanan khusus untuk penukaran uang rupiah rusak milik Ibu Ida Murlija, warga Kabupaten Batang, yang mengalami kerusakan uang senilai Rp1,54 miliar akibat terendam banjir rob. Penukaran uang ini dilakukan melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses di https://pintar.bi.go.id, memudahkan masyarakat mengajukan penggantian uang rusak secara lebih praktis.

Ad
Ad

Penukaran Uang Rusak Rp1,54 Miliar oleh BI Tegal

Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa Ida mendaftarkan diri melalui aplikasi PINTAR untuk menukarkan uang yang rusak karena rumahnya terendam air rob. Proses verifikasi dilakukan secara teliti, termasuk pemeriksaan keaslian dan kondisi fisik uang yang diajukan.

"Total uang yang diajukan untuk ditukarkan diklaim mencapai sekitar Rp1,54 miliar," ujar Bimala dalam siaran pers pada Jumat (3/7/2026).

Setelah proses penelitian, uang yang memenuhi syarat penggantian sebesar Rp1,51 miliar berhasil diganti dengan uang rupiah baru layak edar.

Syarat dan Mekanisme Penukaran Uang Rusak di BI

Layanan penukaran uang rusak ini merupakan bentuk pelayanan rutin BI yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis dengan sistem pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR.

Bimala menegaskan bahwa tidak semua uang rusak dapat langsung diganti. Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Uang Rupiah harus asli (bukan palsu).
  • Kondisi fisik uang masih tersisa minimal dua pertiga dari ukuran aslinya.
  • Ciri keaslian uang masih dapat dikenali.
  • Uang harus merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar uang yang sama.

"Penggantian hanya diberikan untuk uang Rupiah asli dan memenuhi persyaratan tersebut," jelas Bimala.

Imbauan BI untuk Masyarakat Menghadapi Risiko Bencana

Bimala juga mengimbau masyarakat agar selalu menyimpan uang dan dokumen berharga di tempat yang aman untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat bencana seperti banjir atau kebakaran.

Selain itu, masyarakat didorong untuk memanfaatkan layanan perbankan sebagai tempat penyimpanan dana yang lebih aman dan menggunakan instrumen pembayaran non-tunai seperti transfer bank, uang elektronik, dan QRIS yang menawarkan kemudahan, keamanan, dan kecepatan.

Layanan penukaran uang rusak ini tersedia secara terbuka, mudah diakses, dan tidak dipungut biaya sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Bank Indonesia Tegal dalam memfasilitasi penukaran uang rusak melalui aplikasi PINTAR adalah contoh nyata adaptasi layanan ke arah digitalisasi yang sangat dibutuhkan di era modern. Khususnya dalam menghadapi bencana alam seperti banjir rob, masyarakat kini tidak perlu repot datang langsung ke kantor BI, mempercepat proses penggantian uang yang rusak secara signifikan.

Selain itu, kasus Ibu Ida menunjukkan pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengelola keuangan dan dokumen penting agar terhindar dari risiko kerusakan. Dorongan BI untuk menggunakan instrumen pembayaran non-tunai juga merupakan langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada uang tunai yang rentan rusak dan hilang.

Ke depan, layanan ini patut ditingkatkan cakupannya dan disosialisasikan secara luas agar masyarakat di daerah rawan bencana dapat memanfaatkan layanan serupa dengan mudah. Hal ini juga sejalan dengan tren digitalisasi keuangan nasional yang semakin maju.

Simak terus perkembangan layanan keuangan dan solusi digital terbaru dari Bank Indonesia serta berita terkini di bidang ekonomi dan keuangan melalui situs resmi dan media terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad