Seruan Bunuh Trump Menggema di Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Jul 6, 2026 - 12:30
 0  2
Seruan Bunuh Trump Menggema di Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Seruan bunuh Trump menggema keras di tengah kerumunan pelayat dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Kompleks Mosalla Agung Imam Khomeini, Teheran. Acara ini berlangsung setelah lebih dari empat bulan tertunda akibat ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah.

Ad
Ad

Prosesi Pemakaman yang Sarat Pesan Politik

Prosesi pemakaman Ali Khamenei sekaligus menjadi ajang unjuk rasa politik yang sangat kental. Selain menghadiri acara tersebut, para pemimpin politik dan militer Iran pun tampil kembali di depan umum, menandai momen penting bagi pemerintahan Iran yang tengah menghadapi tekanan internasional.

Setelah kematian Khamenei dan empat anggota keluarganya yang tewas pada 28 Februari dalam agresi gabungan AS dan Israel, Iran menyelenggarakan prosesi pemakaman massal selama seminggu. Warga dari berbagai kalangan tumpah ruah di Masjid Mosalla, bahkan banyak yang datang jauh sebelum subuh dan bertahan sepanjang malam untuk berpartisipasi dalam doa dan penghormatan pada pukul 08.00 pagi.

Seruan Balas Dendam dan Penolakan Terhadap AS dan Israel

Suasana pemakaman dipenuhi dengan teriakan penuh kemarahan seperti "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel". Pelayat membawa bendera nasional Iran serta bendera merah yang menjadi simbol pembalasan dendam, sambil mengangkat foto Khamenei yang berusia 86 tahun saat meninggal.

Tak hanya itu, poster dan grafiti yang tersebar di sekitar tempat pemakaman bahkan menampilkan seruan langsung untuk membunuh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Slogan-slogan ini menjadi sorotan utama dan berulang kali dikumandangkan oleh massa.

Pidato Penggugah dari Mohammad Rasouli

"Mulai sekarang kain kafan adalah pakaian kita. Aku bersumpah demi darahmu; pembunuhan Trump adalah tanggung jawab kita," kata Mohammad Rasouli, seorang penyair yang memandu acara menjelang salat jenazah, melalui pengeras suara kepada kerumunan, seperti dikutip dari NDTV.

"Mengapa orang paling bejat di dunia masih hidup? Dunia bukan lagi tempat yang baik untuk Trump. Mengapa kita tidak membunuh orang yang membunuh imam kita? Akan menjadi aib jika kita tidak melakukannya," tambah Rasouli disambut sorak sorai penuh semangat dari para pelayat.

Latar Belakang dan Implikasi Prosesi

Prosesi ini bukan sekadar upacara pemakaman biasa. Ali Khamenei, selain sebagai Pemimpin Tertinggi Iran selama beberapa dekade, juga dianggap sebagai simbol kekuatan dan ideologi Republik Islam Iran. Kematian dan prosesi pemakamannya menjadi momen yang memicu gelombang emosi dan politik yang mendalam, terutama dalam konteks hubungan tegang antara Iran, AS, dan Israel.

Seruan balas dendam dan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh penting seperti Trump dan Netanyahu menandakan eskalasi retorika yang bisa berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, seruan pembunuhan yang dilontarkan di pemakaman Khamenei bukan hanya refleksi kemarahan sesaat, melainkan sinyal politik serius dari kelompok garis keras Iran yang menolak kompromi dengan AS dan Israel. Ini menunjukkan bahwa Iran kemungkinan akan terus memperkuat sikap konfrontatifnya, yang dapat memperburuk ketegangan regional dan global.

Di sisi lain, momentum ini juga berpotensi menjadi peringatan bagi komunitas internasional untuk mewaspadai eskalasi konflik yang dapat berujung pada aksi-aksi kekerasan yang lebih besar. Pihak-pihak di kawasan harus memperhatikan bagaimana retorika ini dapat memicu tindakan nyata yang mempengaruhi stabilitas politik dan keamanan.

Ke depan, publik dan pengamat harus mengamati dengan seksama bagaimana pemerintah Iran mengelola sentimen yang sangat emosional ini serta strategi luar negeri yang akan mereka tempuh, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi dan diplomatik yang semakin berat.

Untuk perkembangan terkini dan analisis mendalam mengenai situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah, pembaca dapat mengikuti berita dari sumber terpercaya seperti BBC Indonesia dan SINDOnews.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad