Keuntungan Samsung Melonjak 1.800% Dipicu Ledakan Permintaan Chip AI

Jul 7, 2026 - 10:30
 0  2
Keuntungan Samsung Melonjak 1.800% Dipicu Ledakan Permintaan Chip AI

Samsung Electronics, raksasa teknologi asal Korea Selatan, mengumumkan lonjakan keuntungan yang luar biasa sebesar 1.800% atau 19 kali lipat dalam kuartal terbaru, didorong oleh permintaan global yang sangat tinggi akan chip memori untuk kecerdasan buatan (AI).

Ad
Ad

Perusahaan memproyeksikan pendapatan operasional sebesar 89,4 triliun won (sekitar Rp 726 triliun) untuk periode April hingga Juni 2024, menandai tiga kuartal berturut-turut dengan rekor keuntungan tertinggi. Proyeksi ini disampaikan sebelum laporan resmi yang dijadwalkan keluar pada Juli, sebagai panduan bagi para investor.

Permintaan Chip AI Terus Melonjak, Harga Semikonduktor Naik

Samsung juga melaporkan penjualan sebesar 171 triliun won selama kuartal tersebut, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini terjadi karena permintaan semikonduktor, khususnya chip memori untuk AI, masih jauh melampaui pasokan yang tersedia, sehingga harga chip semakin meningkat.

"Ini semua berkaitan dengan ledakan AI, karena perusahaan memori seperti Samsung terus menikmati gelombang permintaan yang didorong oleh kelangkaan pasokan dan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Marc Einstein, analis industri dari Counterpoint Research.

Samsung telah menaikkan harga chip memori mereka seiring ketatnya pasokan. IDC, firma riset teknologi, menyatakan bahwa permintaan chip untuk pusat data dan infrastruktur AI adalah "sesuatu yang belum pernah dialami industri memori sebelumnya," yang berdampak pada ketersediaan chip untuk perangkat elektronik sehari-hari.

Peneliti perangkat teknologi dari IDC, Bryan Ma, menambahkan, "Kami memperkirakan pasokan akan tetap ketat hingga tahun depan mengingat permintaan yang tak terhentikan dari pusat data AI."

Peran Strategis Samsung di Industri Semikonduktor Global

Samsung adalah salah satu produsen semikonduktor terbesar dunia yang memproduksi chip untuk perusahaan seperti Nvidia dan Google, di samping memenuhi kebutuhan untuk produknya sendiri seperti smartphone dan elektronik konsumen lainnya. Lonjakan permintaan chip AI ini juga telah mendorong saham perusahaan teknologi besar lainnya naik tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun demikian, saham Samsung di bursa Seoul sempat turun lebih dari 8% pada Selasa pagi setelah proyeksi keuntungan itu diumumkan, karena beberapa investor mengharapkan angka yang lebih tinggi lagi. Namun, nilai pasar saham Samsung telah lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun ini, sementara pesaingnya, SK Hynix, melonjak lebih dari 200%.

Kinerja kuat kedua perusahaan ini turut mengangkat indeks saham utama Korea Selatan, Kospi, yang naik lebih dari 80% sepanjang tahun 2024.

Investasi Besar untuk Memperkuat Dominasi Industri Chip Korea

Pada Juni 2024, pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana investasi sebesar 880 miliar dolar AS yang akan dipimpin oleh Samsung dan SK Hynix untuk memperluas kapasitas produksi chip dan memperkuat ekosistem AI di negara tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Investasi ini juga merupakan respon terhadap peningkatan kompetisi dari perusahaan-perusahaan chip di Asia, termasuk Jepang, China, dan Taiwan, yang juga tengah menggenjot pembangunan pabrik chip untuk memenuhi permintaan pasar yang terus melambung.

Perlu diingat, pada Mei 2024, Nvidia mencetak rekor pendapatan dan keuntungan kuartalan dengan pendapatan mencapai lebih dari 80 miliar dolar AS antara Januari dan Maret. Namun, saham Nvidia sempat turun karena kekhawatiran investor terkait meningkatnya persaingan di sektor chip AI.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, lonjakan keuntungan Samsung yang mencapai 1.800% bukan hanya cerminan dari booming pasar AI semata, tetapi juga menandai transformasi besar dalam industri semikonduktor global. Permintaan chip AI yang belum pernah terjadi sebelumnya memaksa produsen untuk menaikkan harga dan mempercepat investasi, yang pada gilirannya memperkuat posisi Korea Selatan sebagai pusat teknologi dunia.

Meski begitu, ketatnya pasokan chip dan harga yang tinggi juga menimbulkan tantangan bagi produsen perangkat elektronik konsumen yang mengandalkan chip tersebut. Ada risiko bahwa kenaikan biaya produksi bisa berimbas pada harga produk akhir, yang akhirnya mempengaruhi konsumen secara luas.

Ke depan, penting untuk terus memantau bagaimana Samsung dan pemain utama lain menangani masalah pasokan serta adaptasi mereka terhadap persaingan global yang semakin sengit. Selain itu, kebijakan investasi pemerintah Korea Selatan akan menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor chip nasional.

Lebih lengkap tentang berita ini dapat Anda simak di sumber BBC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad