Longsor di Gansu Tiongkok Tewaskan 21 Orang, Ini Dampak Cuaca Ekstrem Terbaru

Jul 8, 2026 - 16:30
 0  3
Longsor di Gansu Tiongkok Tewaskan 21 Orang, Ini Dampak Cuaca Ekstrem Terbaru

Longsor yang terjadi di Desa Rencang, Kabupaten Dangchang, Provinsi Gansu, Tiongkok, telah menewaskan 21 orang hingga Rabu, 8 Juli 2026. Bencana yang melanda pada Selasa pagi sekitar pukul 06.56 waktu setempat ini sempat menimbun sebanyak 33 orang, memicu operasi pencarian dan penyelamatan darurat yang segera dikerahkan ke lokasi.

Ad
Ad

Menurut laporan Xinhua, "Operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai, sementara pemerintah setempat mengalokasikan dana rekonstruksi sebesar 30 juta yuan atau sekitar Rp79,5 miliar untuk pemulihan pascabencana." Langkah ini menandai upaya serius pemerintah untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak.

Cuaca Ekstrem Sebagai Pemicu Bencana Beruntun

Tanah longsor di Gansu bukanlah insiden tunggal. Bencana ini terjadi bersamaan dengan gelombang cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan dan tengah Tiongkok, yang telah menewaskan sekitar 17 orang dan melukai ratusan lainnya.

Di Provinsi Hubei, badai petir pada Senin malam, 6 Juli 2026, berdampak luas pada sekitar 14.600 warga. Hujan deras dan angin kencang menyebabkan sedikitnya 330 orang terluka, satu orang hilang, lebih dari 20 rumah roboh, dan ribuan bangunan mengalami kerusakan.

Salah satu kejadian paling dramatis adalah tornado berkekuatan EF2 yang menghantam Kota Huanggang. Tornado ini merusak gudang dan perusahaan logistik serta mengangkat beberapa truk hingga berpindah sejauh sekitar 30 meter akibat terpaan angin kencang.

Banjir dan Evakuasi Massal di Guangxi

Sementara itu, di Daerah Otonom Guangxi, cuaca ekstrem memicu banjir besar setelah sekitar 40 sungai meluap dan merusak tanggul waduk. Pemerintah setempat melaporkan bahwa 341 waduk memiliki ketinggian air di atas batas pengendalian banjir, dan 56 pos pemantauan mencatat permukaan air melebihi ambang peringatan.

Akibatnya, puluhan ribu warga dievakuasi guna menghindari risiko bencana susulan. Pejabat daerah Cai Yunge memperingatkan, "Ada risiko tinggi terjadinya rembesan tanah, longsor, dan keruntuhan struktur," yang menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak.

Kerusakan Infrastruktur dan Respon Pemerintah

Selain korban jiwa dan kerusakan bangunan, bencana ini juga berdampak besar pada infrastruktur penting seperti jaringan air bersih, jalan, listrik, dan fasilitas komunikasi di sejumlah kota.

Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta seluruh pihak terkait untuk mengerahkan upaya maksimal dalam operasi penyelamatan dan penanggulangan bencana. Sementara itu, Menteri Sumber Daya Air, Li Guoying, memperingatkan bahwa hujan lebat masih akan terus mengguyur wilayah Guangxi dan sebagian Guangdong barat daya pada Rabu, 8 Juli 2026.

"Upaya maksimal harus dilakukan agar korban dapat diminimalisir dan pemulihan dapat berlangsung cepat," tegas Xi Jinping, menegaskan prioritas pemerintah dalam menghadapi krisis ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana longsor di Gansu dan cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Tiongkok adalah peringatan serius tentang dampak perubahan iklim yang semakin terasa. Gelombang panas yang bersamaan dengan hujan lebat ekstrem menciptakan kondisi rawan bencana beruntun yang tidak hanya merugikan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan infrastruktur dan mengganggu kehidupan masyarakat luas.

Lebih jauh, pemerintah daerah harus meningkatkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana. Risiko rembesan tanah dan longsor susulan masih tinggi, sehingga mitigasi dan evakuasi harus dilakukan secara proaktif, bukan reaktif. Masyarakat juga perlu diedukasi agar siap menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Ke depan, perhatian juga harus diarahkan pada upaya adaptasi iklim jangka panjang dan pembangunan infrastruktur tahan bencana. Jangan sampai bencana seperti ini menjadi rutinitas yang menimbulkan kerugian besar bagi negara dan rakyatnya.

Untuk informasi terkini dan detail lebih lanjut terkait bencana ini, Anda dapat mengakses laporan resmi di Metrotvnews.com serta berita terkait di Channel News Asia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad