China Waspadai Risiko Keamanan AI dari Claude Code Anthropic

Jul 8, 2026 - 17:20
 0  1
China Waspadai Risiko Keamanan AI dari Claude Code Anthropic

China memperingatkan risiko keamanan serius terkait perangkat lunak AI bernama Claude Code yang dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Anthropic. Peringatan ini disampaikan oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China pada Rabu, yang menyatakan bahwa platform keamanan siber mereka menemukan adanya celah back-door pada versi tertentu Claude Code yang dapat membahayakan data pengguna.

Ad
Ad

Ancaman Back-Door pada Claude Code

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China menjelaskan dalam pernyataannya bahwa alat pengkodean otonom ini berpotensi mengirimkan informasi sensitif pengguna ke server jarak jauh tanpa persetujuan, termasuk data lokasi dan identitas pengguna. Versi Claude Code yang terpengaruh adalah mulai 2.1.91 hingga 2.1.196, yang dirilis antara 2 April hingga 29 Juni 2026.

Pihak berwenang China menyarankan pengguna untuk segera menghapus instalan atau memperbarui perangkat lunak ke versi terbaru, yaitu versi 2.1.204, demi menghindari risiko keamanan tersebut.

Konteks Persaingan Teknologi AS-China

Peringatan ini muncul di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat antara Amerika Serikat dan China. Pada bulan Juni lalu, Anthropic secara terbuka menuduh perusahaan China, Alibaba, mencoba mengekstrak kemampuan AI mereka yang secara resmi belum tersedia di pasar China. Alibaba sendiri belum memberikan tanggapan terhadap tuduhan tersebut.

Meski demikian, banyak pengguna lokal di China tetap menggunakan perangkat AI dari AS, termasuk Claude Code. Seorang pengembang AI dari Xiaomi bahkan mengungkapkan di forum yang diselenggarakan oleh pemerintah bahwa penggunaan Claude Code cukup populer di kalangan pengembang lokal. Namun, mulai 10 Juli 2026, Alibaba telah menginstruksikan karyawannya untuk tidak menggunakan alat Anthropic dalam pekerjaan mereka, seperti yang dikonfirmasi oleh CNBC.

Rekomendasi dan Respons Anthropic

Platform keamanan siber China menegaskan pentingnya tindakan cepat dari pengguna untuk menghindari potensi kebocoran data. Pengguna disarankan untuk segera menghapus atau memperbarui Claude Code ke versi terbaru guna melindungi data pribadi mereka.

Sampai berita ini diturunkan, Anthropic belum memberikan komentar resmi terkait peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh pemerintah China.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan ini bukan hanya soal celah keamanan teknis semata, melainkan juga mencerminkan ketegangan yang semakin dalam dalam persaingan teknologi antara China dan Amerika Serikat. Isu back-door pada perangkat lunak AI seperti ini dapat menjadi alat diplomasi teknologi yang efektif untuk menekan akses dan penggunaan produk asing di tengah kekhawatiran pengawasan dan keamanan data nasional.

Selain itu, langkah Alibaba untuk melarang penggunaan Anthropic menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi China mulai lebih serius mengikuti kebijakan pemerintah dalam mengendalikan teknologi asing yang dapat berpotensi mengancam kedaulatan data lokal. Ini juga menjadi sinyal kepada perusahaan global bahwa pasar China memiliki regulasi ketat terkait keamanan data dan AI.

Ke depan, publik dan pelaku industri harus mengawasi perkembangan pembaruan keamanan pada perangkat AI yang digunakan, serta bagaimana pemerintah kedua negara menangani sengketa teknologi ini. Kasus ini berpotensi memicu lebih banyak kontrol dan pembatasan pada teknologi asing di China, sekaligus mendorong inovasi AI lokal yang lebih mandiri.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru, pembaca dapat mengakses laporan lengkap di situs CNBC serta mengikuti berita dari sumber berita teknologi terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad