Intermittent Fasting Efektif Turunkan Berat Badan dengan Beban Mental Lebih Ringan

Jul 9, 2026 - 10:13
 0  2
Intermittent Fasting Efektif Turunkan Berat Badan dengan Beban Mental Lebih Ringan

Banyak orang mengalami kesulitan menjaga konsistensi dalam menjalankan program diet konvensional yang mengharuskan penghitungan kalori secara ketat. Kewajiban memantau setiap porsi makanan sering menimbulkan kejenuhan mental dan berujung pada fenomena diet yo-yo, di mana berat badan turun namun kembali naik dalam waktu singkat. Namun, penelitian terbaru dari Adelaide University menawarkan solusi yang lebih ringan secara mental melalui metode intermittent fasting atau puasa berkala.

Ad
Ad

Hasil Studi Intermittent Fasting vs Diet Kalori

Dalam penelitian jangka panjang selama 18 bulan yang dipublikasikan di jurnal Clinical Nutrition, para peneliti membandingkan efektivitas puasa berkala dengan pembatasan kalori kontinu dan perawatan standar pada lebih dari 200 partisipan obesitas. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Kelompok intermittent fasting: mengonsumsi hanya 30% kebutuhan energi harian pada tiga hari non-berturut-turut dalam seminggu, dengan jendela makan antara pukul 08.00 hingga 12.00, diikuti puasa selama 20 jam.
  • Kelompok pembatasan kalori kontinu: membatasi asupan kalori setiap hari secara konsisten.
  • Kelompok perawatan standar: tanpa intervensi khusus.

Setelah enam bulan, kedua kelompok diet—intermittent fasting dan pembatasan kalori—mampu menurunkan berat badan rata-rata sekitar 7 kilogram. Sementara itu, kelompok perawatan standar hanya kehilangan sekitar 2 kilogram.

Perbedaan Psikologis dan Perilaku Diet

Walaupun penurunan berat badan kedua metode ini setara, riset ini mengungkap perbedaan signifikan dalam aspek psikologis. Peserta yang melakukan intermittent fasting melaporkan bahwa mereka tidak merasa terbebani secara mental karena tidak harus menghitung kalori setiap saat atau mengontrol porsi makan secara ketat. Mereka juga mengalami peningkatan kesejahteraan mental dan penurunan tingkat depresi, bahkan pada hari-hari ketika berpuasa.

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat menawarkan jalur alternatif bagi orang-orang yang menganggap diet konvensional itu menantang," ujar Profesor Leonie Heilbronn, PhD, penulis utama studi dan ilmuwan riset klinis di School of Medicine, Adelaide University.

Heilbronn menambahkan bahwa aspek psikologis sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam mematuhi program diet. Intermittent fasting memungkinkan penurunan berat badan tanpa harus terlalu bergantung pada pengawasan ketat terhadap kalori.

Manfaat Intermittent Fasting untuk Program Diet Berkelanjutan

Penemuan ini sangat relevan untuk pengembangan program diet yang dipersonalisasi. Jika seseorang merasa kesulitan dalam mengadopsi pola makan yang ketat, metode puasa berkala bisa menjadi alternatif efektif dengan beban mental yang lebih ringan. Selain itu, intermittent fasting juga dapat meningkatkan kualitas hidup secara psikologis selama proses penurunan berat badan.

Berikut beberapa keunggulan intermittent fasting dibandingkan diet kalori konvensional:

  • Tidak perlu menghitung kalori setiap saat.
  • Memberikan fleksibilitas dalam jadwal makan pada hari non-puasa.
  • Mengurangi kejenuhan dan stres terkait diet.
  • Meningkatkan kesejahteraan mental dan menurunkan gejala depresi.
  • Efektif menurunkan berat badan dalam jangka panjang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penelitian ini membuka perspektif baru dalam dunia diet dan penurunan berat badan yang selama ini sangat fokus pada penghitungan kalori ketat. Intermittent fasting tidak hanya menawarkan hasil yang setara secara fisik, namun juga mengurangi beban psikologis yang sering menjadi penghalang utama dalam keberhasilan diet. Hal ini sangat penting mengingat banyak orang gagal mempertahankan berat badan ideal karena tekanan mental dari metode diet konvensional.

Ke depan, pendekatan personalisasi diet yang mengutamakan kondisi psikologis individu harus menjadi perhatian utama para ahli gizi dan praktisi kesehatan. Masyarakat perlu didorong untuk memilih metode penurunan berat badan yang tidak hanya efektif secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dan ramah mental. Sumber penelitian ini juga sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Untuk pembaca yang ingin mencoba metode ini, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi agar program puasa berkala dapat dijalankan dengan aman dan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.

Dengan semakin banyaknya riset mendukung, intermittent fasting berpotensi menjadi alternatif utama dalam diet modern yang efektif dan lebih manusiawi. Mari kita tunggu perkembangan studi selanjutnya dan adaptasi kebijakan kesehatan yang mengakomodasi metode ini untuk masyarakat luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad