Lagu Oasis Wonderwall Jadi Lagu Kemenangan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Jul 13, 2026 - 19:42
 0  3
Lagu Oasis Wonderwall Jadi Lagu Kemenangan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Lagu Oasis "Wonderwall" kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 sebagai simbol kebersamaan dan kemenangan Timnas Inggris. Lagu legendaris yang dirilis pada era 1990-an ini menjadi nyanyian wajib yang mengiringi perayaan kemenangan The Three Lions, menghubungkan pemain dan suporter dalam momen-momen bersejarah di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Ad
Ad

"Wonderwall" Jadi Lagu Ikonik Perayaan Timnas Inggris

Dalam perjalanan Timnas Inggris menuju babak semifinal Piala Dunia 2026, para pemain secara konsisten merayakan kemenangan dengan menyanyikan "Wonderwall" bersama para pendukung di stadion. Salah satu momen paling berkesan terjadi saat Inggris mengalahkan Kroasia di pertandingan pembuka yang berlangsung di Dallas Stadium.

"Itu merupakan salah satu momen favorit saya selama mengenakan seragam Inggris, terutama dalam sebuah turnamen besar," ujar kapten Timnas Inggris, Harry Kane, dikutip dari Fox Sports pada 13 Juli 2026.

Namun, mengapa "Wonderwall" yang dipilih sebagai lagu perayaan? Setiap tim peserta Piala Dunia menyerahkan daftar lagu kepada FIFA untuk diputarkan sebelum dan sesudah pertandingan. Inggris memasukkan tiga lagu utama: "Wonderwall" dari Oasis, "Sweet Caroline" dari Neil Diamond, dan "Hey Jude" dari The Beatles. Pilihan "Hey Jude" juga merupakan penghormatan kepada salah satu bintang Inggris, Jude Bellingham.

Sebelumnya, "Sweet Caroline" sering menjadi lagu utama dalam perayaan kemenangan Inggris, namun di turnamen kali ini, "Wonderwall" perlahan mengambil alih posisi tersebut dan menjadi simbol kebersamaan antara pemain dan suporter.

Ikatan Kuat "Wonderwall" dengan Budaya Inggris dan Sepak Bola

Oasis sendiri berasal dari Manchester, kota yang sangat penting dalam sejarah musik dan budaya populer Inggris. Lagu "Wonderwall" ditulis oleh Noel Gallagher dan dinyanyikan oleh Liam Gallagher. Walaupun kini keluarga Gallagher lebih banyak menghabiskan waktu di Irlandia, akar mereka tetap kuat di Manchester, yang menjadikan "Wonderwall" terasa sangat dekat dengan identitas sepak bola serta budaya Inggris secara umum.

Menurut laporan CNBC Indonesia, kepopuleran "Wonderwall" juga didukung oleh kebangkitan Oasis di era Piala Dunia 2026. Lagu yang dirilis pada 1995 ini kembali masuk ke dalam 40 besar tangga lagu Inggris setelah video para pemain Inggris menyanyikannya viral di media sosial.

Penulis biografi Oasis, PJ Harrison, menyatakan bahwa keberhasilan "Wonderwall" sebagai lagu kemenangan Inggris terjadi secara alami dan tanpa perencanaan khusus.

"Begitu lagu itu melekat pada momen emosional seperti kemenangan pertama Inggris di Piala Dunia, lagu tersebut langsung memiliki kehidupan emosionalnya sendiri dan dengan cepat membangun nostalgia," ujar Harrison, dikutip dari BBC International.

Lirik "Wonderwall" yang ambigu juga memungkinkan setiap pendengar memberikan makna pribadi terhadap lagu tersebut, apakah itu tentang tim nasional, pemain, keluarga, atau orang tercinta.

"Wonderwall" sebagai Lagu Sepak Bola yang Sempurna

Penulis musik sekaligus penggemar sepak bola, John Robb, menilai "Wonderwall" sebagai lagu yang sempurna untuk sepak bola karena mampu memadukan dua emosi yang selalu dirasakan para suporter: euforia dan melankolia.

"Ada euforia sekaligus melankolia. Sebagai penggemar sepak bola, setiap detik Anda bisa menang, tetapi setiap detik juga bisa kalah. Wonderwall menangkap kedua perasaan itu. Ini adalah lagu sepak bola yang sempurna," ujar Robb.

Meskipun tidak pernah ditulis secara khusus sebagai lagu sepak bola, Noel Gallagher mengakui bahwa atmosfer stadion, khususnya Stadion Maine Road, markas lama Manchester City, sangat menginspirasi musiknya.

"Sepak bola adalah tentang komunitas dan persahabatan, dan semua orang bersama-sama di saat itu, dan lagu-lagu seperti itu sangat cocok untuk itu," kata Noel Gallagher.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena "Wonderwall" yang kembali berjaya sebagai lagu kemenangan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 bukan sekadar kebetulan, melainkan mencerminkan bagaimana musik dan olahraga dapat menyatu membentuk identitas kolektif sebuah bangsa. Lagu ini tidak hanya menjadi media ekspresi kebahagiaan, tetapi juga simbol ikatan emosional antara pemain dan suporter yang memperkuat semangat nasionalisme.

Selain itu, kebangkitan "Wonderwall" di era digital melalui media sosial menunjukkan bagaimana budaya populer lama dapat dihidupkan kembali dan menjadi relevan bagi generasi baru. Ini sekaligus membuka peluang bagi tim nasional dan pengelola acara olahraga untuk memanfaatkan musik sebagai alat komunikasi emosional yang efektif dalam memperkuat dukungan suporter.

Ke depan, penting untuk memperhatikan bagaimana perkembangan interaksi antara musik dan olahraga ini dapat menciptakan pengalaman menonton yang lebih mendalam dan berkesan. Pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan terbaru di Piala Dunia 2026 dan bagaimana budaya pendukung terus berevolusi seiring waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad