Trump Tuntut Bayaran untuk Penjagaan Militer AS di Selat Hormuz

Jul 13, 2026 - 22:40
 0  4
Trump Tuntut Bayaran untuk Penjagaan Militer AS di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa AS akan menuntut bayaran dari negara-negara yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan setelah Trump mengklaim bahwa militer AS mengambil alih pengamanan jalur perdagangan minyak global yang sangat strategis tersebut.

Ad
Ad

Trump Tegaskan Penjagaan Selat Hormuz Tidak Cuma-cuma

Dalam wawancara dengan AFP pada Senin, 13 Juli 2026, Trump menegaskan, "Kami akan menjadi penjaga selat itu," dan menambahkan bahwa pihaknya tidak akan menyediakan pengamanan secara gratis.

"Kami akan dibayar untuk menjaganya. Jumlahnya besar, tetapi kami hanya ingin mendapatkan penggantian biaya atas semua ini, atas risiko bahaya yang dihadapi orang-orang kami," ujar Trump.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi pusat perdagangan energi dunia. Konflik berlanjut meskipun sebelumnya kedua negara sempat sepakat melakukan gencatan senjata.

Konflik AS-Iran di Selat Hormuz: Latar Belakang dan Dampaknya

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, dan menjadi pintu keluar bagi sekitar sepertiga ekspor minyak dunia. Sengketa antara Washington dan Teheran atas kontrol jalur ini telah berulang kali memicu ketegangan militer dan politik.

Dalam beberapa pekan terakhir, terjadi serangkaian aksi saling serang antara kapal militer AS dan kapal-kapal Iran, termasuk penutupan sementara Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran. Namun, AS menegaskan bahwa jalur tersebut tetap terbuka untuk lalu lintas maritim internasional dan tidak dikuasai oleh Iran.

Tantangan Negosiasi dan Taktik Iran

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengkritik negosiator Iran yang dianggapnya tidak konsisten dalam perundingan gencatan senjata yang berlangsung selama 11 jam.

"Kami mengambil alih selat itu. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka tidak punya apa-apa," kata Trump.

"Kemarin, mereka mengadakan pertemuan selama 11 jam... Dan semuanya sudah disepakati kemarin. Lalu mereka keluar ruangan, menelepon kembali, dan mengatakan bahwa mereka harus melakukan beberapa perubahan," tambahnya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pemerintah tengah berdialog dengan mediator dari Qatar, Pakistan, dan Oman untuk mencegah eskalasi perang lebih lanjut di kawasan tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Trump yang menuntut bayaran untuk penjagaan Selat Hormuz menandai pergeseran kebijakan luar negeri AS yang lebih agresif dan transaksional. Alih-alih menjaga jalur perdagangan minyak sebagai bagian dari tanggung jawab global atau aliansi strategis, pendekatan ini bisa memicu ketegangan lebih lanjut dengan negara-negara di kawasan dan negara-negara pengguna jalur tersebut.

Permintaan bayaran ini juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian di pasar energi dunia karena Selat Hormuz adalah jalur utama ekspor minyak mentah. Jika negara-negara lain menolak membayar, AS mungkin akan menghadapi dilema antara mempertahankan keamanan jalur atau menarik diri, yang keduanya dapat berdampak negatif terhadap stabilitas pasokan minyak global.

Ke depan, sangat penting bagi para pengambil kebijakan dan analis internasional untuk memantau bagaimana respons negara-negara di kawasan dan komunitas internasional terhadap kebijakan baru AS ini. Terlebih, upaya diplomasi melalui mediator regional seperti Qatar, Pakistan, dan Oman harus didukung agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik militer yang lebih luas.

Untuk informasi lebih lanjut tentang dinamika politik dan militer di Selat Hormuz, Anda dapat mengunjungi laporan lengkap detikNews.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad