Israel Diam-diam Kerahkan Militer Menyusup Suriah, Ini Fakta Terbarunya

Jul 19, 2026 - 17:30
 0  6
Israel Diam-diam Kerahkan Militer Menyusup Suriah, Ini Fakta Terbarunya

Pasukan Israel secara diam-diam melancarkan beberapa operasi penyusupan ke wilayah pedesaan Quneitra, Suriah, dalam dua hari terakhir hingga Minggu (19/7). Langkah ini memicu kekhawatiran dan kecaman dari pemerintah Suriah serta menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah sarat konflik.

Ad
Ad

Operasi Militer Israel di Quneitra

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa sebanyak lima kendaraan militer Israel memasuki wilayah Al Samdaniyah Al Sharqiyah, sebuah daerah di Quneitra. Di sana, pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan sementara dan melakukan pemeriksaan terhadap warga yang melintas. Aktivitas ini berlangsung selama beberapa hari dan menimbulkan kekhawatiran atas pelanggaran kedaulatan Suriah.

Dikutip dari laporan CNN Indonesia, pasukan Israel yang ditempatkan di Al Hamidiyah juga menembakkan mortir dan granat asap ke area sekitarnya. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan akibat insiden tersebut.

Pada malam sebelumnya, enam kendaraan militer Israel juga bergerak mendekati Bendungan Koudna. Aktivitas ini disertai dengan penggunaan pesawat nirawak (drone) yang melakukan pengintaian sebelum pasukan mundur dari lokasi tersebut.

Kecaman Pemerintah Suriah dan Implikasi Perjanjian Internasional

Pemerintah Suriah mengecam keras operasi-operasi militer Israel ini sebagai pelanggaran serius terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan (Disengagement Agreement) 1974. Perjanjian ini dirancang untuk menjaga stabilitas dan menghindari konflik langsung antara kedua negara di wilayah perbatasan.

Suriah juga mendesak komunitas internasional untuk memberikan tekanan kepada Israel agar menarik seluruh pasukannya dari wilayah selatan Suriah. Kecaman ini menunjukkan bahwa intrusi Israel dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan nasional Suriah.

Konflik yang Berkepanjangan dan Hubungan AS-Israel-Iran

Intrusi militer Israel ini terjadi di tengah konflik yang terus berkecamuk antara Tel Aviv dan Iran, yang telah berlangsung sejak Februari lalu dengan keterlibatan Amerika Serikat. Meskipun sempat ada perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran, pertempuran kembali meletus selama delapan hari terakhir, menandakan situasi yang sangat tidak stabil.

Israel, sebagai musuh bebuyutan Iran, secara tegas menolak gencatan senjata antara AS dan Iran. Menurut pemerintah di Tel Aviv, perang harus terus berlanjut sampai rezim Iran benar-benar runtuh, yang menambah kompleksitas konflik di kawasan ini.

Ringkasan Operasi dan Dampak di Lapangan

  • 5 kendaraan militer Israel memasuki Al Samdaniyah Al Sharqiyah dan mendirikan pos pemeriksaan.
  • Penembakan mortir dan granat asap terjadi di daerah Al Hamidiyah tanpa korban.
  • 6 kendaraan militer Israel mendekati Bendungan Koudna dengan dukungan drone, kemudian mundur.
  • Suriah mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran perjanjian 1974 dan menyerukan tekanan internasional.
  • Ketegangan bertambah di tengah konflik AS-Iran dan posisi Israel yang menolak gencatan senjata.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, operasi penyusupan militer Israel ke wilayah Suriah ini bukan sekadar manuver militer biasa, melainkan bagian dari strategi lebih luas untuk mengontrol wilayah perbatasan dan menekan kekuatan Iran di kawasan. Langkah yang dinilai kontroversial ini dapat memicu eskalasi lebih besar jika tidak segera dikelola dengan diplomasi efektif.

Selain itu, pelanggaran terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974 menandakan ketegangan lama yang belum terselesaikan dan menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas perjanjian internasional dalam menjaga perdamaian. Komunitas internasional, terutama PBB, seharusnya mengambil peran lebih aktif dalam menengahi konflik ini untuk mencegah perang terbuka yang dapat berimbas luas.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu memperhatikan apakah Israel akan melanjutkan operasi militer ini atau justru ada upaya negosiasi baru yang dapat meredakan ketegangan. Selain itu, perkembangan hubungan antara AS dan Iran juga akan sangat menentukan dinamika konflik di Suriah dan kawasan Timur Tengah secara umum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad