Armenia Tahan Turis Rusia atas Permintaan Ekstradisi AS Kasus Hacker REvil, Pengacara Sebut Salah Orang

Jul 17, 2026 - 18:00
 0  3
Armenia Tahan Turis Rusia atas Permintaan Ekstradisi AS Kasus Hacker REvil, Pengacara Sebut Salah Orang

Armenia menahan seorang turis asal Rusia bernama Aleksandr Yuryevich Ermakov sejak 28 Juni lalu, atas permintaan ekstradisi dari Amerika Serikat terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus ransomware REvil. Namun, pengacara yang membela Ermakov menegaskan bahwa pemerintah AS keliru menangkap klien mereka dan menuduh seseorang dengan nama yang sama namun berbeda identitas.

Ad
Ad

Penahanan di Bandara Yerevan dan Perbedaan Identitas

Istri Ermakov, Maria Yurova, mengungkapkan kepada REN TV bahwa suaminya ditahan saat hendak meninggalkan Armenia melalui Bandara Zvartnots di Yerevan. Petugas perbatasan menarik Aleksandr dari ruang keberangkatan dan menunjukkan foto dari halaman VKontakte miliknya sebelum membawa ke ruangan terpisah untuk penahanan.

Namun, pengacara membantah bahwa orang yang ditahan adalah pelaku yang dicari oleh AS. Orang yang dicari AS bernama Aleksandr Gennadievich Ermakov, yang telah dikenai sanksi oleh Australia, Amerika Serikat, dan Inggris sejak Januari 2024 atas pencurian 9,7 juta data dari perusahaan asuransi kesehatan terbesar Australia, Medibank Private, dan penyebaran data tersebut di dark web.

Berbeda dengan Aleksandr Yuryevich Ermakov yang ditahan di Armenia, yang merupakan mantan pengacara layanan penjara dari Omsk dan tidak menguasai bahasa Inggris. Bahkan, Aleksandr Gennadievich Ermakov sedang menjalani hukuman penjara dua tahun di Rusia yang melarangnya meninggalkan wilayah negara, berdasarkan laporan TASS dan dokumen kasus yang diperoleh media Rusia.

Peran dan Tuduhan terhadap Aleksandr Gennadievich Ermakov

Menurut dokumen dakwaan AS, Aleksandr Gennadievich Ermakov dituduh berperan dalam serangkaian serangan ransomware Sodinokibi/REvil antara April 2019 hingga Juli 2021, yang menimpa lebih dari 1.000 korban mulai dari perusahaan swasta, aparat penegak hukum, kantor pemerintah, hingga sekolah dan rumah sakit, termasuk beberapa di Wilayah Distrik Utara Texas.

Interpol mengeluarkan pemberitahuan penangkapan berdasarkan dokumen tersebut, bahkan menyebut Ermakov sebagai salah satu administrator platform REvil dengan pendapatan mencapai lebih dari 13,7 juta dolar AS. Surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh pengadilan federal di Texas pada 26 Juni 2026, hanya dua hari sebelum penahanan Aleksandr Yuryevich di Armenia.

Perlu dicatat bahwa serangan terhadap Medibank terjadi pada Oktober 2022, yaitu setelah periode yang disebutkan dalam dakwaan AS, dan hingga kini AS belum mengumumkan tuduhan resmi terhadap Aleksandr Ermakov atas kasus itu. Penunjukan sanksi oleh Departemen Keuangan AS hanya menyebutnya sebagai aktor yang diyakini terkait dengan kelompok REvil, sedangkan pemberitahuan Interpol menempatkannya di pusat operasi.

Perbedaan Nama dan Identifikasi Resmi

Dalam dokumen resmi Rusia dan Australia, ada perbedaan penting yang menjadi kunci identifikasi, yakni nama patronimik (nama tengah) yang membedakan satu Aleksandr Ermakov dengan yang lain. Australia dan Inggris mencatat nama lengkap Aleksandr Gennadievich Ermakov lahir pada 16 Mei 1990, sementara catatan AS (OFAC) hanya mencantumkan nama depan dan belakang tanpa patronimik.

Pengacara Aleksandr Yuryevich, Dylan Rajavi, menjelaskan kepada Izvestia bahwa kemungkinan kesalahan terjadi karena dokumen AS hanya mencantumkan nama depan dan belakang, sehingga sistem otomatis mendeteksi dan menahan orang yang salah. Ia juga menegaskan bahwa metode standar untuk memastikan identitas seperti sidik jari atau data paspor lengkap belum pernah diperlihatkan kepada pihak pembela.

"Hanya ada surat perintah penangkapan," ujar Rajavi, menegaskan bahwa ini baru merupakan versi pihak pembela, bukan keputusan pengadilan.

Hingga saat ini, otoritas Armenia belum memberikan pernyataan resmi, Departemen Kehakiman AS juga belum mengumumkan dakwaan formal, dan media Rusia yang memperoleh dokumen tersebut tidak mengungkap sumbernya secara jelas. Aleksandr Yuryevich kini ditahan selama 30 hari berdasarkan perintah penahanan Interpol, sementara Rusia meminta akses konsuler dari Yerevan.

Latar Belakang Kasus dan Operasi Intelijen

Australia menghabiskan 18 bulan pada Operasi Aquila untuk mengidentifikasi Aleksandr Gennadievich Ermakov sebagai dalang di balik serangan ransomware. Data intelijen mengaitkan identitas ini dengan berbagai alias di forum dunia maya, seperti SHTAZI, shtaziIT, dan JimJones, yang aktif menawarkan malware dan layanan pengembangan perangkat lunak jahat.

Polisi Rusia pada Oktober 2024 menangkap kelompok SugarLocker yang beroperasi di balik Shtazi-IT, dengan Aleksandr Gennadievich Ermakov sebagai salah satu pengembang malware tersebut. Ia dihukum dua tahun pembatasan kebebasan di Rusia berdasarkan Pasal 273(2) KUHP atas pembuatan dan penjualan malware SugarLocker yang dilengkapi panel kontrol berbasis Tor.

Kasus ini diputus dengan prosedur singkat dan Aleksandr Gennadievich mengaku bersalah. Hukuman tersebut masih berjalan hingga kini. Sementara itu, pengadilan Armenia masih harus memutuskan apakah akan mengekstradisi Aleksandr Yuryevich ke Dallas sesuai permintaan AS.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini menggambarkan kompleksitas dan risiko dari proses ekstradisi internasional, terutama dalam kasus kejahatan siber yang melibatkan pelaku dengan nama sama. Kesalahan identitas dapat berakibat fatal bagi hak asasi manusia dan keadilan, apalagi jika data identifikasi yang lengkap tidak disertakan dalam permintaan ekstradisi.

Ini juga menyoroti perlunya transparansi dan koordinasi yang lebih baik antara negara-negara dalam menangani kejahatan dunia maya yang lintas batas, serta pentingnya verifikasi identitas yang ketat sebelum melakukan penahanan. Kasus ini bisa menjadi preseden yang mengingatkan bahwa teknologi dan birokrasi harus berjalan seiring untuk menghindari kesalahan serupa.

Ke depan, publik dan lembaga hukum harus memantau perkembangan proses hukum di Armenia dan respons AS, serta memperhatikan bagaimana negara-negara lain menangani isu serupa. Kesalahan ekstradisi ini juga bisa memicu diskusi lebih luas tentang reformasi prosedur Interpol dan sistem peradilan siber internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, baca berita lengkapnya di The Hacker News dan pantau perkembangan berita keamanan siber dari sumber terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad