Konsumen Apartemen LRT City Tebet Rela Nyamar tapi Proyek Tetap Mangkrak Dua Kali
Konsumen Apartemen LRT City Tebet mengalami kekecewaan berat setelah proyek hunian yang dijanjikan berulang kali mangkrak tanpa kepastian. Salah satu konsumen, yang kami sebut Dasko untuk menjaga privasi, bahkan sampai harus menyamar sebagai pembeli baru demi mencari informasi langsung terkait progres pembangunan sejak 2025. Ironisnya, setelah sebelumnya membeli unit di Apartemen LRT City Ciracas sejak 2018, ia justru menghadapi nasib yang sama di proyek Tebet.
Upaya Konsumen Mencari Kepastian Proyek LRT City Tebet
Dasko mengaku datang langsung ke lokasi pembangunan Apartemen LRT City Tebet dan bertemu dengan salah satu project manager. Dari pertemuan itu, ia mendapat informasi bahwa proyek Tebet direncanakan selesai dan diserahterimakan pada 2026, lebih cepat dibandingkan unit yang dimiliki di Ciracas. Hal ini membuatnya berani mengambil langkah pindah unit dengan tambahan biaya mencapai Rp 1,9 miliar dan status pembayaran yang sudah lunas.
"Saya bilang sama (management) Ciracas, saya mau pindah ke Tebet. Ya udah diproses sama dia, bisa pindah. Terus sekarang saya posisinya saya udah pindah ke Tebet sekarang," kata Dasko kepada detikcom pada Selasa (14/7/2026).
Namun, harapan Dasko sirna ketika proyek di Tebet ternyata juga mengalami mangkrak. Menurut project manager, penyebab utamanya adalah kendala pembiayaan. Saat ini, Dasko tengah mengajukan proses penyelesaian sengketa melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) karena proyek ini kembali terhenti.
Situasi Aktual Proyek dan Respons Pihak Pengembang
Pada awal tahun 2026, Dasko kembali mengunjungi lokasi proyek. Ia melihat ada beberapa peralatan seperti crane dan bahan bangunan di puncak gedung. Namun, setelah bertanya kepada petugas keamanan, ternyata peralatan tersebut bukan milik proyek Apartemen LRT City Tebet, melainkan proyek lain yang membangun data center di area tersebut.
"Waktu awal-awal tahun saya samperin lagi Tebet, karena ada barang-barang tadi yang bilang ada crane, ada barang-barang bangunan. Saya samperin, saya tanya security, 'Pak ini ada barang kok nggak dikerjain?'. Katanya, 'Ini barang punya gedung sebelahnya, Pak'," ungkapnya.
Kondisi kantor pemasaran Apartemen LRT City Tebet pun tampak kosong tanpa aktivitas pekerja. Meski demikian, Dasko tidak tinggal diam dan telah melaporkan permasalahan ini ke berbagai instansi pemerintah seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), program Lapor Mas Wapres, dan Danantara, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang memuaskan.
"Jawabannya (Lapor Mas Wapres) adalah mereka hanya bisa eskalasi ke bagian terkait saja contohnya dia minta saya ke Danantara dan ke Adhi Karya. Nah itu pun tidak ada balasan," jelas Dasko.
Profil Proyek dan Tantangan di Balik Mangkraknya Apartemen LRT City Tebet
Proyek Apartemen LRT City Tebet dibangun oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang bergerak di bidang properti, hospitality, dan commercial support sejak 2018. Apartemen ini mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan integrasi langsung ke sistem transportasi massal seperti LRT, BRT, dan KRL.
Fase pertama proyek ini memulai groundbreaking pada November 2019 dan dijadwalkan serah terima pada Desember 2024. Lokasinya strategis dekat Stasiun LRT Cikoko dan Stasiun KRL Cawang, dengan jarak sekitar 200 meter.
Namun, dari pantauan pada Juli 2026, pembangunan gedung belum rampung. Beberapa jendela telah terpasang, tetapi banyak bagian lain yang masih terbengkalai. Crane yang ada di puncak gedung juga tidak beroperasi pada saat itu.
Fakta Utama Mengenai Permasalahan Apartemen LRT City Tebet
- Konsumen rela menyamar untuk mendapatkan informasi proyek.
- Proyek Tebet dijanjikan selesai 2026, lebih cepat dari Ciracas, namun mangkrak karena pembiayaan.
- Dasko sudah melunasi unit sebesar Rp 1,9 miliar tapi proyek terhenti tanpa kejelasan.
- Peralatan di lokasi bukan milik proyek LRT City, melainkan proyek lain.
- Laporan ke pemerintah tidak mendapatkan respons memadai.
- Proyek merupakan bagian dari PT Adhi Commuter Properti Tbk, anak usaha PT Adhi Karya.
- Lokasi strategis terintegrasi dengan moda transportasi massal.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kasus mangkraknya Apartemen LRT City Tebet mencerminkan masalah serius dalam industri properti Indonesia, khususnya proyek-proyek TOD yang potensial tapi menghadapi kendala pembiayaan dan manajemen. Konsumen seperti Dasko yang sudah berinvestasi besar justru menjadi korban ketidakpastian dan kurangnya transparansi dari pengembang dan pemerintah.
Selain merugikan secara finansial, kondisi ini juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pengembang besar dan proyek TOD yang sebenarnya menjadi solusi masa depan kota besar. Redaksi menilai perlu ada intervensi lebih kuat dari pemerintah untuk mengawasi dan menindak tegas pengembang yang mangkrak agar konsumen tidak dirugikan berkepanjangan.
Kedepannya, publik dan calon pembeli harus lebih waspada dan aktif menuntut transparansi serta kepastian hukum. Sementara itu, kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan update terkait langkah penyelesaian yang diambil oleh pihak terkait.
Untuk informasi lengkap dan perkembangan terkini seputar proyek Apartemen LRT City Tebet, pembaca dapat mengunjungi sumber berita asli di detikProperti serta laporan resmi pemerintah terkait penyelesaian sengketa konsumen.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0