Polresta Bengkulu Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kriminal Gangster
Polresta Bengkulu menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kriminal, khususnya kelompok gangster yang meresahkan masyarakat di Kota Bengkulu. Dalam tiga bulan terakhir, sebanyak 50 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas gangster telah diamankan dan sebagian sedang menjalani proses hukum.
Langkah Tegas Polresta Bengkulu dalam Memberantas Gangster
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat, menyampaikan penegasan tersebut usai mengikuti apel gabungan Pemerintah Kota Bengkulu bersama TNI-Polri dalam rangka Hari Pemeliharaan Kamtibmas di kawasan Pantai Panjang. Rahmad menegaskan bahwa kepolisian terus melakukan berbagai langkah preventif dan penindakan terhadap kelompok kriminal yang mengganggu ketertiban umum.
"Kita sudah mempelajari video-video aksi gangster yang viral dan melakukan pemetaan lokasi tempat mereka beroperasi," ujar Rahmad pada Jumat, 17 Juli 2026. Dari hasil pemetaan tersebut, polisi terus memperluas pengembangan untuk menemukan pelaku lainnya.
Penggunaan Teknologi Facial Recognition untuk Penegakan Hukum
Dalam upaya pengungkapan kasus gangster, Polresta Bengkulu juga memanfaatkan teknologi modern berupa facial recognition alias pengenal wajah. Teknologi ini membantu mengidentifikasi pelaku kriminal serta melacak kendaraan yang digunakan dalam aksi kejahatan, sehingga mempercepat proses penyelidikan.
"Kita memiliki facial recognition, kita akan mengenali wajah dan mendeteksi kendaraan yang digunakan, kami akan terus bekerja keras memastikan Kota Bengkulu tetap aman dan nyaman," tambah Kapolresta.
Program Praja Wibawa Pembina Warga (Prabawa) dan Sinergi Penjagaan Keamanan
Rahmad juga menyambut positif peluncuran program Prabawa yang diinisiasi Pemerintah Kota Bengkulu. Program ini menempatkan personel Satpol PP di tiap kelurahan sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat dan deteksi dini gangguan ketertiban.
Kehadiran Prabawa dinilai sebagai kekuatan baru yang bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, dan unsur perlindungan masyarakat (Linmas). Kolaborasi ini diharapkan mampu menangani persoalan keamanan lebih cepat sebelum berkembang menjadi gangguan besar.
Peran Aktif Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Kapolresta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan, tindak kriminal, ataupun aksi premanisme. Pengaduan dapat dilakukan melalui layanan darurat 110 Polri, layanan 112 Pemerintah Kota Bengkulu, atau langsung ke petugas Prabawa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
- 50 orang diduga gangster diamankan dalam 3 bulan terakhir
- Polisi menggunakan facial recognition untuk identifikasi pelaku
- Program Prabawa jadi ujung tombak pembinaan dan deteksi dini gangguan
- Sinergi antara Polri, TNI, Pemkot, dan masyarakat diperkuat
- Masyarakat diimbau aktif melapor demi keamanan bersama
Dengan penguatan sinergi antara aparat keamanan dan dukungan masyarakat, Kota Bengkulu diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga. Langkah tegas Polresta Bengkulu ini menjadi bukti keseriusan menjaga ketenteraman dan menekan aksi kriminal di wilayahnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, langkah Polresta Bengkulu yang menggabungkan tindakan tegas dan pendekatan edukatif menjadi strategi efektif melawan kejahatan kelompok gangster. Penindakan terhadap 50 orang dalam waktu singkat menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga ketertiban, namun jangan sampai langkah represif ini menimbulkan ketakutan yang berlebihan di masyarakat.
Penggunaan teknologi facial recognition menjadi a game-changer dalam penegakan hukum karena mampu meningkatkan akurasi identifikasi pelaku dan mempercepat penyelidikan. Namun, perlu pengawasan ketat agar teknologi ini tidak disalahgunakan dan tetap menghormati privasi warga.
Program Prabawa sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat juga menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya tanggung jawab polisi, tapi sebuah kerja bersama. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat yang harus didorong terus.
Ke depan, penting bagi Polresta Bengkulu dan pemerintah kota untuk terus mengembangkan program pencegahan berbasis komunitas dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Masyarakat juga harus tetap waspada dan proaktif melaporkan gangguan agar Bengkulu benar-benar menjadi kota yang aman dan nyaman.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi sumber asli berita di RRI.co.id.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0