Pria China Rogoh Rp 34,5 M Cari Eks Istri Penipu & Pelaku Percobaan Bunuh

Jul 17, 2026 - 08:50
 0  4
Pria China Rogoh Rp 34,5 M Cari Eks Istri Penipu & Pelaku Percobaan Bunuh

Li Ping, seorang investor berusia 52 tahun asal Shenzhen, China, mengalami kisah tragis yang mengubah hidupnya secara drastis. Ia harus mengeluarkan dana sebesar 13 juta yuan atau sekitar Rp 34,5 miliar dalam kurun waktu sembilan tahun untuk mencari mantan istrinya, Zhang Shudan, yang diduga menipu dan melarikan diri ke Amerika Serikat.

Ad
Ad

Kisah ini bermula pada 2014 ketika Li bertemu Zhang dalam sebuah forum. Zhang yang bekerja sebagai manajer rekening di sebuah bank, menyampaikan cerita hidupnya yang penuh kesulitan sehingga membangkitkan rasa simpati Li. Dari sinilah hubungan mereka berkembang, diikuti dengan Zhang yang beberapa kali meminjam uang dari Li sebelum akhirnya mereka menjalin hubungan asmara.

Awal Hubungan dan Penipuan Bernilai Miliaran

Pada 2015, Zhang mengaku sedang hamil dan tak lama kemudian Li membelikan apartemen senilai 7,5 juta yuan atau sekitar Rp 19,9 miliar atas nama Zhang sebelum pernikahan mereka. Namun, tragedi mulai terjadi sehari setelah pernikahan tersebut. Li mengalami kecelakaan akibat rem mobil yang diduga telah dirusak, menimbulkan kecurigaan akan adanya upaya pembunuhan.

Beberapa hari setelah kecelakaan itu, Zhang kembali meminta uang dengan alasan membantu target penilaian kerjanya di bank. Setelah Li mentransfer 2,74 juta yuan (sekitar Rp 7,2 miliar), Zhang tiba-tiba menghilang dan diketahui kabur ke Los Angeles sambil membawa uang, sertifikat empat apartemen, serta dokumen penting lainnya.

Penyelidikan dan Proses Hukum

Penyelidikan yang dilakukan polisi mengungkap fakta mengejutkan bahwa Zhang bersama rekannya diduga sengaja merusak rem mobil Li untuk menghilangkan nyawanya sekaligus menguasai seluruh harta Li sebagai istri sah. Tak tinggal diam, Li kemudian melakukan berbagai upaya untuk mengejar kasus ini:

  • Membuat sayembara berhadiah bagi siapa saja yang memberikan informasi tentang Zhang.
  • Menyewa pengacara dan detektif swasta di China dan Amerika Serikat.
  • Menghabiskan total dana sebesar 13 juta yuan (sekitar Rp 34,5 miliar) untuk mencari eks istrinya.
  • Melakukan tes DNA yang menunjukkan bahwa bayi yang dibawa Zhang bukan anak kandung Li.

Pada 2020, pengadilan di Shenzhen membatalkan pernikahan mereka dan mengembalikan kepemilikan empat apartemen kepada Li. Empat tahun kemudian, pengadilan di California menjatuhkan hukuman penjara selama 65 tahun kepada Zhang atas 23 tindak pidana, termasuk penipuan, pelanggaran imigrasi, penculikan anak, dan perdagangan manusia.

Perubahan Hidup dan Refleksi Li Ping

Setelah melalui pengalaman pahit tersebut, Li mengaku bahwa tujuan hidupnya kini berubah. "Jika dulu saya ingin membangun keluarga dan mewariskan ilmu investasi kepada anak-anak saya, sekarang saya lebih memilih berbagi pengetahuan kepada masyarakat sebagai bentuk terima kasih kepada mereka yang membantu saya," ujar Li.

Kisah Li Ping ini menjadi peringatan penting tentang bagaimana kepercayaan yang salah bisa membawa konsekuensi besar, bahkan nyawa dan harta seseorang bisa terancam. Kasus ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam menjalin hubungan, terutama yang melibatkan aspek keuangan dan hukum lintas negara.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus Li Ping bukan sekadar kisah penipuan biasa, melainkan contoh nyata bagaimana kepercayaan yang keliru bisa berakibat fatal secara finansial dan emosional. Pengeluaran dana sebesar Rp 34,5 miliar untuk mengejar mantan istri yang menipu menunjukkan betapa besar dampak psikologis dan materiil yang dialami korban.

Lebih jauh lagi, kasus ini menggarisbawahi tantangan hukum dalam menangani perkara yang melibatkan dua negara, yakni China dan Amerika Serikat. Proses hukum yang panjang dan rumit memperlihatkan perlunya sinergi antar lembaga penegak hukum internasional agar keadilan dapat ditegakkan tanpa hambatan yang berarti.

Ke depannya, masyarakat perlu lebih waspada dan kritis dalam membangun hubungan terutama yang melibatkan aset dan investasi besar. Selain itu, kisah ini menjadi pengingat pentingnya edukasi hukum dan keuangan agar tidak mudah menjadi korban penipuan yang merugikan secara besar-besaran.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di Wolipop Detik dan mengikuti perkembangan berita di media terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad