Dinkes Kotim Antisipasi Peningkatan Penyakit Diare dan ISPA saat Musim Kemarau
Musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat karena potensi peningkatan kasus penyakit infeksi khususnya diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dinkes Kotim telah menyiapkan obat-obatan, tenaga kesehatan, serta logistik pendukung di seluruh fasilitas kesehatan,
demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, pada Rabu di Sampit.
Persiapan Dinkes Kotim Menghadapi Musim Kemarau
Nugroho menegaskan bahwa Dinkes telah berkoordinasi dengan seluruh puskesmas, rumah sakit, dan Laboratorium Kesehatan Daerah untuk memperkuat langkah antisipasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Fokus utama adalah pada dua penyakit yang sangat berisiko meningkat saat musim kemarau, yaitu diare dan ISPA.
"Diare menjadi prioritas karena sifatnya yang cepat menyebar dan bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani," ujar Nugroho.
Penyebab dan Kondisi Penyakit Saat Musim Kemarau
Peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau disebabkan oleh kondisi udara yang kering, berdebu, dan berpolusi. Kondisi ini memicu iritasi pada saluran pernapasan dan melemahkan membran mukosa, sehingga rentan terinfeksi. Sementara itu, peningkatan kasus diare erat kaitannya dengan berkurangnya sumber air bersih yang menyebabkan konsentrasi bakteri meningkat, memburuknya kebersihan (higiene) akibat keterbatasan air, serta percepatan pembusukan makanan dan perkembangan lalat di suhu udara panas.
Data Kasus Penyakit di Kotim Tahun 2026
Berdasarkan data Dinkes Kotim, sepanjang minggu pertama hingga minggu ke-28 tahun 2026 tercatat 14.987 kasus ISPA, jumlah ini masih lebih rendah dibanding periode sama tahun 2025 yang mencapai 17.289 kasus. Namun, untuk kasus diare justru menunjukkan tren peningkatan meski belum signifikan, dengan 3.852 kasus pada 2026 dibanding 3.687 kasus pada tahun sebelumnya.
Lebih rinci, tren peningkatan kasus diare tercatat dalam beberapa pekan terakhir:
- Minggu ke-26: 112 kasus
- Minggu ke-27: 136 kasus
- Minggu ke-28: 155 kasus
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena penderita diare dapat mengalami dehidrasi dalam waktu singkat jika tidak cepat mendapat penanganan medis.
Wilayah Rawan dan Kelompok Rentan
Dinkes Kotim memetakan wilayah-wilayah yang cukup rawan terhadap penyakit diare, yaitu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Cempaga. Semua kelompok usia berisiko, namun bayi dan balita menjadi yang paling rentan karena pada usia tersebut anak biasanya menolak makan dan minum ketika sakit sehingga mudah mengalami kekurangan cairan.
"Sebagian masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk segera membawa anggota keluarga yang mengalami diare ke fasilitas kesehatan," tambah Nugroho.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kesiapan Dinkes Kotim dalam menghadapi musim kemarau ini sangat penting mengingat potensi lonjakan penyakit yang dapat membebani fasilitas kesehatan dan menimbulkan dampak serius pada masyarakat, terutama anak-anak. Tren peningkatan kasus diare dalam beberapa pekan terakhir menjadi peringatan dini bahwa langkah antisipasi harus terus diperkuat, termasuk edukasi masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan penggunaan air bersih.
Selain itu, faktor lingkungan seperti polusi dan debu yang memperburuk ISPA perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, karena penanganan penyakit ini bukan hanya soal medis tapi juga pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik. Upaya kolaboratif lintas sektor, termasuk sanitasi dan pengelolaan sumber air, sangat dibutuhkan untuk menekan risiko penyakit terkait musim kemarau.
Ke depan, publik disarankan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi kesehatan dari Dinkes dan segera melakukan tindakan medis bila mengalami gejala penyakit terkait musim kemarau. Laporan lengkap Dinkes Kotim juga menjadi sumber penting bagi masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menghadapi musim kemarau 2026.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0