Penyakit Ginjal Kronis Tak Bergejala Awal, Banyak Pasien Baru Sadar Saat Cuci Darah
Penyakit ginjal kronis dikenal sebagai penyakit yang sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak pasien baru menyadari kondisinya saat sudah membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti cuci darah atau hemodialisis.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Tessa Oktaramdani, Sp.PD, Subsp. G.H (K), FINASIM, menjelaskan bahwa silent disease ini menuntut kewaspadaan sejak dini. "Banyak pasien datang ketika kondisi sudah cukup berat dan membutuhkan terapi pengganti ginjal," ujarnya.
Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis
Menurut dr. Tessa, penyakit ginjal kronis sebenarnya bisa dicegah atau setidaknya diperlambat perkembangannya jika terdeteksi lebih awal. Pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.
Penerapan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menjaga fungsi ginjal, seperti:
- Mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah
- Mengurangi konsumsi garam
- Menjaga berat badan ideal
- Cukup minum air putih setiap hari
"Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan informasi yang tepat dan pola hidup sehat, risiko penyakit ginjal bisa ditekan," tambah dr. Tessa.
RS EMC Sentul Gelar Edukasi Kesehatan dan Buka Puasa Bersama
Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia dan Hari Tuberkulosis Sedunia, RS EMC Sentul menggelar acara Health Talk pada 13 Maret 2026 di Bogor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan juga memberikan edukasi mengenai tuberkulosis (TBC).
Selain dr. Tessa, acara ini menghadirkan dr. Herman, Sp.P, FISR, Spesialis Paru dan Pernapasan yang menjelaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi masalah serius kesehatan masyarakat. Ia menegaskan, "TBC merupakan penyakit infeksi menular melalui udara, tetapi dengan deteksi dini dan pengobatan yang rutin, penyakit ini dapat disembuhkan."
dr. G.A. Kusmiati, MARS, FISQua, Presiden Direktur PT Unggul Pratama Medika sekaligus Direktur RS EMC Sentul, menyampaikan bahwa edukasi seperti ini penting sebagai bagian dari komitmen rumah sakit untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kronis yang masih banyak ditemukan di Indonesia.
"Meskipun fungsi ginjal terbatas, kualitas hidup tetap bisa dijaga. Tuberkulosis juga bukan penyakit yang harus ditakuti karena dapat disembuhkan total," tegasnya.
Pengalaman Pasien dan Momen Silaturahmi
Acara ini juga menghadirkan pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS EMC Sentul untuk berbagi pengalaman. Mereka menceritakan perjalanan terapi serta bagaimana mereka menjaga kualitas hidup selama proses pengobatan yang menantang.
Selain sesi edukasi dan diskusi interaktif, acara diakhiri dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh dokter, tenaga medis, pasien, rekan media, dan para undangan. Momen ini sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, fakta bahwa penyakit ginjal kronis seringkali tidak menunjukkan gejala awal menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan dan penanganannya di Indonesia. Banyak pasien baru menyadari kondisi ginjal mereka ketika sudah memasuki tahap lanjut, sehingga pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas dan biaya perawatan meningkat drastis.
Oleh karena itu, edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin harus menjadi prioritas, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. RS EMC Sentul telah mengambil langkah positif dengan menggelar acara edukasi yang tidak hanya fokus pada ginjal tetapi juga masalah kesehatan lain seperti tuberkulosis, memperlihatkan pendekatan holistik dalam kesehatan masyarakat.
Ke depan, penting untuk memperkuat program skrining dan edukasi di tingkat komunitas agar deteksi dini penyakit ginjal semakin meluas. Selain itu, kampanye pola hidup sehat harus terus digalakkan sebagai upaya preventif yang efektif dan berkelanjutan.
Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu gejala muncul, tetapi aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar penyakit ginjal kronis dapat dicegah atau ditangani lebih awal sebelum memerlukan terapi berat seperti cuci darah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0