Deteksi Dini Penyakit Ginjal: Skrining Kesehatan Penting untuk Cegah Komplikasi

Mar 16, 2026 - 08:20
 0  3
Deteksi Dini Penyakit Ginjal: Skrining Kesehatan Penting untuk Cegah Komplikasi

Penyakit ginjal sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas, sehingga deteksi dini melalui skrining kesehatan menjadi langkah krusial untuk mencegah kerusakan ginjal yang serius. Pemeriksaan rutin bisa memastikan kondisi ginjal tetap sehat dan menghindarkan seseorang dari risiko gagal ginjal yang mengancam kualitas hidup.

Ad
Ad

Kenapa Deteksi Dini Penyakit Ginjal Sangat Penting?

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Pringgodigdo Nugraha, menegaskan bahwa kewaspadaan sejak awal adalah kunci dalam menjaga kesehatan ginjal. "Pesan pentingnya adalah lakukan pemeriksaan ginjal kalau belum melakukan pemeriksaan ginjal, supaya tahu kesehatan ginjalnya, karena penyakit ini terkadang tak ada gejala," ujarnya dalam acara Kidney Health for All, di Jakarta, 11 Maret 2026.

Kerusakan ginjal yang tidak terdeteksi sejak dini sering kali baru diketahui saat sudah memasuki tahap lanjut, di mana terapi menjadi lebih kompleks dan mahal.

Siapa Saja yang Harus Melakukan Skrining Ginjal?

Menurut Pringgodigdo Nugraha, ada enam kelompok utama yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan fungsi ginjal dan sangat disarankan melakukan skrining rutin:

  • Penderita diabetes: Gula darah yang tidak terkontrol merupakan penyebab utama kerusakan ginjal.
  • Penderita hipertensi: Tekanan darah tinggi kronis dapat merusak pembuluh darah halus di ginjal.
  • Orang dengan riwayat keluarga penyakit ginjal: Faktor genetik berperan penting dalam risiko penurunan fungsi ginjal.
  • Usia di atas 60 tahun: Fungsi filtrasi ginjal menurun secara alami seiring bertambahnya usia.
  • Penderita penyakit autoimun: Kondisi seperti lupus dapat menyebabkan peradangan pada jaringan ginjal.
  • Penderita obesitas atau gaya hidup tidak sehat: Berat badan berlebih meningkatkan beban kerja ginjal.

Upaya Pencegahan Sederhana yang Bisa Dilakukan

Mohammad Fiqri Qoidhafy, Administrator Kesehatan Ahli Madya Kementerian Kesehatan RI, menekankan pentingnya pola makan sehat dalam menjaga fungsi ginjal. Ia menjelaskan, "Gula, garam, dan lemak berlebih (GGL) adalah salah satu penyebab gagal ginjal jika dikonsumsi berlebihan."

Penting bagi masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak agar tidak membebani kerja ginjal. Sayangnya, banyak orang baru sadar mengidap penyakit ginjal setelah memasuki stadium lanjut saat pemeriksaan ke dokter.

Langkah sederhana lain yang sangat dianjurkan adalah melakukan pemeriksaan urin minimal sekali setahun. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya kebocoran protein (albumin) atau sel darah merah yang menandakan gangguan ginjal sejak dini.

Jika penyakit ginjal terdeteksi sejak awal, perkembangan kerusakan dapat dihentikan sehingga pasien tidak perlu menjalani terapi berat seperti hemodialisis yang mahal dan menyita waktu.

"Di awal itu enggak ada gejala, kalau bergejala berarti sudah terlambat, sudah gagal ginjal," tegas Pringgodigdo.

Biaya Pengobatan Gagal Ginjal yang Sangat Tinggi

Deteksi dini juga sangat penting mengingat mahalnya biaya pengobatan gagal ginjal kronis. Data dari BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa penanganan gagal ginjal menghabiskan dana sekitar Rp13 triliun, menjadikannya penyakit kedua terbesar dalam hal pembiayaan setelah penyakit jantung.

drg Tiffany Monica, Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, menjelaskan, "Walaupun nominal pembiayaan penyakit jantung lebih besar, biaya ginjal yang mencapai Rp13 triliun diakses oleh sekitar 600.000 jiwa, sementara penyakit jantung dengan dana Rp17 triliun diakses kurang dari 600.000 jiwa." Hal ini menunjukkan bahwa biaya per pasien untuk penanganan ginjal sangat tinggi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, berita tentang pentingnya deteksi dini penyakit ginjal ini menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum sadar akan bahaya penyakit ginjal yang berkembang tanpa gejala. Pemeriksaan rutin harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Keterbatasan pengetahuan dan kesadaran masyarakat berpotensi membebani sistem kesehatan nasional karena tingginya biaya pengobatan gagal ginjal.

Ke depan, pemerintah dan lembaga kesehatan perlu mengintensifkan edukasi dan menyediakan layanan skrining yang mudah diakses. Peningkatan kesadaran ini akan mengurangi angka penyakit ginjal stadium lanjut dan beban biaya yang sangat besar bagi BPJS dan masyarakat. Selain itu, perlu ada perhatian pada pola makan dan gaya hidup, karena faktor ini sangat dominan dalam pencegahan dini.

Dengan melakukan skrining secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat dapat melindungi fungsi ginjalnya dan mencegah komplikasi serius yang berdampak pada kualitas hidup serta keuangan keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad