Kenali Gejala Penyakit Campak dan Cara Pencegahannya yang Efektif

Mar 18, 2026 - 15:10
 0  3
Kenali Gejala Penyakit Campak dan Cara Pencegahannya yang Efektif

Penyakit campak merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae. Dosen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Unika Atma Jaya, Dr. dr. Regina Satya Wiraharja, M.Sc., mengungkapkan bahwa virus campak dapat menular melalui percikan ludah atau ingus penderita yang tersebar di udara saat bernafas, batuk, atau bersin.

Ad
Ad

Setelah virus masuk ke dalam tubuh, proses penyebarannya cukup cepat. Virus berkembang biak dan menyebar melalui sistem saluran getah bening, limpa, hati, dan saluran pernapasan. Masa inkubasi penyakit ini biasanya berlangsung selama 8 hingga 14 hari.

Gejala Campak dan Tahapan Penyakit

Gejala campak muncul dalam beberapa tahap yang berbeda. Pada tahap awal, selama 2 sampai 7 hari, penderita biasanya mengalami:

  • Demam tinggi
  • Badannya lemas
  • Pilek dan batuk
  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya

Selain itu, pada beberapa kasus, muncul bercak khas di bagian dalam pipi yang dikenal dengan Koplik spots.

Pada hari ke-4 hingga ke-14, ruam kemerahan mulai muncul di area telinga atau wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh dalam 6 sampai 7 hari. Ruam ini sering disertai dengan demam tinggi yang terus berlanjut.

Memasuki tahap penyembuhan, demam biasanya mulai mereda dalam 3 sampai 4 hari, dan ruam berubah warna menjadi kecokelatan sebelum akhirnya menghilang secara bertahap dalam waktu 7 sampai 10 hari.

Risiko dan Komplikasi Penyakit Campak

Menurut Dr. Regina, meski banyak kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Radang paru (pneumonia)
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Infeksi telinga tengah
  • Peradangan otak (ensefalitis)

Risiko komplikasi ini lebih tinggi pada bayi, orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta mereka yang mengalami kekurangan gizi atau vitamin A. Pada ibu hamil, infeksi campak juga dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Data Kasus Campak di Indonesia dan Upaya Pencegahan

Kasus campak masih ditemukan di Indonesia, dengan data tahun 2025 mencatat 11.094 kasus campak yang dikonfirmasi dan 69 kematian akibat penyakit ini. Pada minggu ketujuh tahun 2026, tercatat sudah ada 572 kasus dan 4 kematian.

Dr. Regina menekankan pentingnya melakukan upaya pencegahan, terutama pada momen hari raya yang meningkatkan interaksi sosial, sehingga potensi penularan campak juga meningkat.

Vaksinasi campak atau MMR menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Vaksin direkomendasikan diberikan sebanyak tiga kali kepada anak, yaitu pada usia sembilan bulan, dua tahun, serta lima sampai enam tahun.

Selain vaksinasi, penerapan pola hidup bersih dan sehat sangat penting untuk mencegah penularan virus campak. Pola hidup ini meliputi:

  • Menjaga kebersihan tangan
  • Menerapkan etika batuk dan bersin
  • Menggunakan masker saat mengalami gejala infeksi saluran pernapasan
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Rutin berolahraga

Jika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada campak, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut, ujar Dr. Regina.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus campak yang masih cukup signifikan di Indonesia menunjukkan bahwa upaya vaksinasi dan edukasi kesehatan masyarakat harus terus digalakkan secara masif. Kendati vaksinasi telah terbukti efektif, tantangan pelaksanaan imunisasi secara merata dan kesadaran masyarakat masih menjadi kendala utama.

Selain itu, risiko komplikasi yang tinggi pada kelompok rentan seperti bayi dan ibu hamil menggarisbawahi pentingnya perlindungan ekstra melalui imunisasi serta pola hidup sehat. Keterlambatan penanganan atau pengabaian gejala campak dapat berakibat fatal, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.

Ke depan, kita perlu mengawasi perkembangan kasus campak secara ketat, mengoptimalkan distribusi vaksin, serta memperkuat kampanye pola hidup bersih dan sehat agar penularan dapat ditekan secara signifikan. Perhatian khusus juga harus diberikan pada momen sosial besar yang berpotensi memicu lonjakan kasus.

Dengan pendekatan komprehensif tersebut, Indonesia dapat mengurangi beban penyakit campak dan melindungi generasi masa depan dari dampak serius penyakit ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad