Penyintas Banjir Agam Bangkitkan Ekonomi dari Hunian Sementara dengan Usaha Kreatif

Mar 18, 2026 - 23:20
 0  5
Penyintas Banjir Agam Bangkitkan Ekonomi dari Hunian Sementara dengan Usaha Kreatif

Di tengah tantangan besar akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, para penyintas tidak menyerah dan terus berupaya menjaga geliat ekonomi tetap berjalan meski tinggal di hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Ad
Ad

Meski kondisi serba terbatas, sejumlah warga tetap menjalankan aktivitas ekonomi yang telah mereka tekuni sebelum bencana. Ada yang membuka usaha katering sederhana, sementara lainnya menjalankan pekerjaan menjahit di dalam hunian.

Usaha Katering Tetap Berjalan dengan Pesanan Meningkat

Salah satu penyintas, Fina (29), mengungkapkan bahwa ia masih menerima pesanan makanan untuk acara buka bersama di huntara maupun pesanan pribadi dari lingkungan sekitar. Usahanya ini menjadi sumber penghasilan penting di tengah masa pemulihan.

“Untuk buka bersama yang di huntara, sudah dua kali. Tapi kalau untuk warga di luar, sudah banyak dapat orderan. Dari karyawan MBG untuk buka bersama ada, terus dari warga-warga setempat, pesan manual yang jemput ke sini ada juga,” ujar Fina.

Fina mematok harga antara Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per porsi. Untuk hari ini, ia menerima pesanan sebanyak 350 paket pecel ayam. Namun, karena keterbatasan tenaga dan ruang, ia hanya mampu memenuhi 200 paket saja.

Meski mendapat kemudahan dalam memperoleh bahan baku karena pasar setempat sudah aktif kembali, Fina masih harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit ke Lubuk Basung untuk memenuhi kebutuhan kemasan.

Aktivitas Menjahit Kembali Bergeliat di Huntara

Selain katering, aktivitas menjahit juga mulai menggeliat kembali. Salah seorang penyintas, Jurspartima, memanfaatkan mesin jahit yang berhasil diselamatkan saat banjir untuk menerima pesanan perbaikan dan pembuatan pakaian.

“Saya baru memulai aktivitas menjahit sekitar dua pekan lalu setelah mesin jahit selesai diperbaiki akibat terkena lumpur,” jelas Jurspartima.

Meski ruang kerja terbatas, dia berusaha keras menyelesaikan pesanan baju seragam sekolah yang harus selesai pada Rabu malam agar jasanya bisa diterima sebelum Lebaran.

Jurspartima menerima pesanan 10 kodi baju pramuka dengan ongkos jahit Rp90 per kodi. Ia hanya perlu menyatukan bahan dan pemotongan yang sudah disiapkan oleh bos.

Dia juga menolak pesanan menjahit baju gamis karena keterbatasan waktu, mengingat gamis harus selesai dalam tiga hari sementara baju pramuka bisa diselesaikan dalam 10 hari.

Situasi Hunian Sementara dan Dampak Ekonomi

Saat ini, 117 kepala keluarga masih tinggal di huntara Kayu Pasak. Meskipun beberapa warga sering bolak-balik ke rumah mereka yang sebagian bisa dihuni, aktivitas di huntara tetap ramai sepanjang hari dan malam.

Keaktifan ekonomi di tengah huntara menjadi bukti ketangguhan dan semangat masyarakat dalam mengatasi dampak bencana. Selain usaha katering dan menjahit, warga juga memanfaatkan bantuan sembako untuk mengolah kue Lebaran, menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

  • Usaha katering tetap berjalan dengan pesanan dari dalam dan luar huntara
  • Menjahit pakaian seragam sekolah menjadi alternatif penghasilan baru
  • Kemudahan akses bahan baku pasar lokal aktif kembali
  • Kegiatan ekonomi membantu menjaga semangat dan stabilitas sosial

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kebangkitan ekonomi di huntara Kayu Pasak adalah cermin ketahanan masyarakat menghadapi bencana yang tidak hanya berdampak pada fisik tapi juga aspek sosial dan ekonomi. Upaya penyintas memanfaatkan keterbatasan ruang dan sumber daya menjadi contoh nyata semangat kewirausahaan dalam kondisi terjepit.

Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan sehari-hari, geliat usaha seperti katering dan menjahit ini berpotensi mempercepat pemulihan ekonomi lokal dan mendorong kemandirian warga pascabencana. Namun, perhatian pemerintah dan lembaga sosial tetap diperlukan agar akses bahan baku dan fasilitas produksi semakin mudah, sehingga usaha warga dapat berkembang lebih optimal.

Kedepannya, penting untuk memantau bagaimana dukungan berkelanjutan dapat membangun ekosistem ekonomi pascabencana yang inklusif dan tahan banting. Semangat dan kreativitas warga huntara Agam adalah modal besar yang harus terus didukung agar pemulihan berjalan lancar dan berkelanjutan.

Untuk perkembangan selanjutnya, pemantauan terhadap kebutuhan dan peluang usaha warga di huntara sangat penting agar intervensi yang diberikan tepat sasaran dan berdampak maksimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad