Dinkes Bojonegoro Imbau Hindari Mencium dan Mencubit Bayi Saat Lebaran untuk Cegah Penyakit
Memasuki momen Lebaran 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro memberikan himbauan penting kepada masyarakat untuk menghindari mencium dan mencubit bayi saat berkunjung. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit menular yang berisiko tinggi menyerang bayi dan anak-anak selama perayaan silaturahmi keluarga.
Pentingnya Menghindari Kontak Langsung dengan Bayi Saat Lebaran
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, Rury Dewi, menegaskan bahwa kulit bayi sangat sensitif dan daya tahan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Kontak langsung seperti mencium atau mencubit bayi tidak hanya berisiko menularkan virus dan bakteri, namun juga dapat menyebabkan iritasi kulit dan stres pada bayi.
“Bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Mencium atau mencubit bayi saat bertemu di momen Lebaran sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko penularan virus dan bakteri,”
ujar Rury saat memberikan keterangan resmi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Waspadai Berbagai Penyakit Menular yang Berpotensi Menyerang Bayi
Selain penyakit campak yang sedang mewabah dan mendapat sorotan nasional, Rury juga mengingatkan masyarakat waspada terhadap penyakit lain yang mudah menular, terutama di keramaian Lebaran. Penyakit tersebut antara lain:
- Batuk rejan (pertusis)
- Herpes
- Difteri
- Varicella (cacar air)
- Parotitis (gondongan)
Penyakit-penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius jika menyerang bayi yang sistem imun tubuhnya belum sempurna. Oleh karena itu, pengurangan kontak langsung menjadi langkah preventif utama untuk menjaga kesehatan anak-anak selama masa perayaan dan kunjungan keluarga.
Langkah Pencegahan dan Perawatan Bayi Saat Lebaran
Selain menghindari mencium dan mencubit bayi, Dinkes Bojonegoro juga menganjurkan beberapa langkah untuk menjaga kesehatan bayi selama Lebaran, antara lain:
- Konsultasikan segera ke dokter anak jika bayi mengalami gejala sakit.
- Pastikan bayi mendapatkan asupan ASI atau susu formula yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar bayi agar terhindar dari paparan kuman dan virus.
- Menghindari membawa bayi ke tempat-tempat yang ramai dan berpotensi menjadi sumber penularan penyakit.
"Lebaran adalah momen bahagia untuk bersilaturahmi, namun kita juga perlu tetap menjaga kesehatan anak-anak. Mari bersama-sama menghindari tindakan yang berpotensi menularkan penyakit dan menjaga kesehatan buah hati kita," tambah Rury dengan penuh harap.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, imbauan Dinkes Bojonegoro ini sangat tepat dan penting di tengah kondisi pandemi penyakit menular yang masih mengancam kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Kebiasaan mencium bayi saat bertemu keluarga sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang, namun tanpa disadari bisa menjadi sumber penularan penyakit yang berbahaya.
Selain itu, dengan meningkatnya mobilitas dan kumpul-kumpul keluarga selama Lebaran, risiko penyebaran virus seperti campak, batuk rejan, dan gondongan semakin besar. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk menghindari kontak langsung pada bayi, menjadi kunci mengendalikan wabah penyakit.
Kedepannya, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan vaksinasi, tapi juga memperhatikan etika interaksi sosial yang lebih aman, terutama terhadap kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. Kita perlu memantau perkembangan kasus penyakit menular pasca-Lebaran dan terus meningkatkan upaya pencegahan agar tidak terjadi lonjakan kasus yang merugikan kesehatan publik.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0